
KOTA MALANG – malangpagi.com
Peringatan Hari Pohon Sedunia, yang jatuh pada tanggal 21 November, diapresiasi Pokdarwis Koeboeran Londo dengan melakukan gerakan Sedekah Oksigen, ditandai dengan penanaman pohon di area pemakaman TPU Sukun Nasrani, yang populer dengan nama Koeboeran Londo.
Kepedulian terhadap lingkungan ini mendapat sambutan hangat dari Rumah Sakit Lavalette Malang. “Kami dari Rumah Sakit Lavalette ingin berbagi. Kebetulan ada acara luar biasa, yaitu Sedekah Oksigen. Sebagai apresiasi, kami berikan 100 tanaman pucuk merah kepada masyarakat Kota Malang,” ucap Direktur Lavalette, dr. Mariani Indahri.
Dokter Maria mengatakan, tanaman pucuk merah dipilih untuk mengangkat potensi Koeboeran Londo sebagai destinasi wisata sejarah dan religi. Selain itu, dirinya juga menceritakan kaitan historis antara Koeboeran Londo dan Rumah Sakit Lavalette. “Pendiri Klinik Lavalette dimakakamkan di sini,” terangnya.
“Jadi nama Lavalette kan unik ya, ternyata nama Lavalette diambil dari nama seorang tokoh pendiri yang bernama Gerrad Christian Renardel De Lavalette. Banyak masyarakat yang tidak mengetahuinya fakta ini,” imbuh Maria
Dirinya menambahkan, sedekah oksigen menjadi awal terjadinya integritas lainnya, agar makam Lavalette dapat menjadi sumber sejarah yang terus diceritakan kepada generasi muda.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Pemakaman Umum (PPU) Kota Malang, Subaedi menyatakan dukungannya terhadap kegiatan sedekah oksigen ini. “Kami mengapresiasi apa yang telah diinisiasi Pokdarwis Koeboeran Londo dalam peringatan Hari Pohon Sedunia melalui Gerakan Sedekah Oksigen ini,” tuturnya.
Pria yang baru tiga bulan memimpin UPT PPU Kota Malang itu mengatakan, sedekah oksigen ini merupakan bentuk mengampanyekan gerakan penanaman pohon, serta sebagai penyumbang Ruang Terbuka Hijau.
Di tempat yang sama, Sekretaris Pokdarwis Koeboeran Londo sekaligus penggagas Gerakan Sedekah Oksigen, Andri Agus Jatmiko, mengatakan bahwa acara ini termasuk upaya mengenalkan Koeboeran Londo sebagai destinasi wisata, serta untuk mempercantik akses menuju ke pemakaman.
“Pemilihan tanaman pucuk merah adalah agar para pengunjung dapat mencuci mata dengan pemandangan taman yang indah, saat akan berziarah atau melakukan wisata religi. Jadi kami ingin publik tahu bahwa Koeboeran Londo serius dalam mewujudkan konsep makam yang asri, indah, dan nyaman,” papar Andri.
“Target kami tahun depan sudah ada bunga, kursi, lampu taman, tempat sampah, dan sanitasi yang layak di kanan kiri jalan utama makam. Semoga kegiatan ini menarik menarik perhatian calon investor, CSR, ataupun donatur,” pungkasnya. (Har/MAS)