
MEDAN – malangpagi.com
Bertepatan dengan Hari Pers Nasional (HPN), Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia menggelar kongres perdana di Saka Hotel, Kota Medan, Sumatra Utara, Rabu (8/2/2023).
Dalam momentum tersebut, Ketua Umum IWO Indonesia NR Icang Hardian sekaligus melaporkan pertanggungjawabannya selama memimpin IWO Indonesia sejak 2018. “Membela hak-hak Jurnalis yang membutuhkan perlindungan dan kesejahteraaan. Hal ini jauh dari kata layak sebagai satu pilar kekuatan bangsa, yang berperan penting dalam mengawal kemajuan negara,” paparnya.
Dikatakannya, kehadiran organisasi profesi kewartawanan yang terbentuk lima tahun lalu di Sumatera Barat tersebut, diharapkan mampu menjadi menjadi wadah perjuangan, belajar, mengadu, juga berlindung, dengan tujuan untuk membangun peradaban baru bagi jurnalis se-Indonesia.
“Dengan mengusung tagline Zero Payment (nol pembayaran) dan motto Jurnalis Terpercaya, IWO Indonesia dapat menjadi organisasi yang berkomitmen untuk satu tujuan, yakni kesejahteraan jurnalis se-Nusantara,” tutur Babah Icang, sapaan akrab Ketum IWO Indonesia.
Selain itu, Icang juga menjanjikan fasilitas serba gratis kepada seluruh anggota IWO Indonesia untuk semua logistik keanggotan. Mulai baju, kaos, bendera, hingga tanda pengenal pers. “Kami menyiapkan baju gratis bagi seluruh anggota. Kami juga mempersiapkan internet bagi masyarakat yang akan dikelola oleh setiap DPW dan DPD di seluruh Indonesia,” ucapnya.
Ketum sekaligus Pendiri IWO Indonesia itu juga mengutip tema HPN tahun ini, yakni “Menyongsong Verifikasi Dewan Pers”. “Jika ada yang bilang organisasi tidak harus ikut verifikasi Dewan Pers, itu sama saja organisasi tidak peduli terhadap anggotanya,” tegas Icang.
“Di samping itu, Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kepolisian dan Kejaksaan bertujuan untuk melindungi hak-hak jurnalis agar tidak diusik oleh para penguasa, juga penjahat yang menginjak-injak harkat dan martabat jurnalis,” pungkasnya. (YD/MAS)















