Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Dorong Percepatan Pembangunan Kawasan Timur, Warga Wonokoyo Bersama MPD Ajukan Empat Usulan ke Wali Kota Malang

Salah satu usulan yang menjadi perhatian utama adalah pelebaran jalan di sisi utara Terminal Hamid Rusdi menuju Wonokoyo.

by RedMP.
4 Agustus 2026
in Kota Malang
Bagikan Berita

Malang Peduli Demokrasi (MPD) saat audiensi bersama Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. (Foto: Istimewa)

KOTA MALANG – malangpagi.com

Upaya mempercepat pembangunan kawasan timur Kota Malang kembali mendapat dorongan dari masyarakat. Sejumlah warga Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, bersama Malang Peduli Demokrasi (MPD) menyampaikan sejumlah usulan strategis kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Aspirasi tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Wali Kota Malang di Balai Kota Malang, Senin (3/8/2026). Sedikitnya terdapat empat usulan utama yang dibawa, mulai dari pelebaran akses jalan, pengembangan Wisata Juang Hamid Rusdi, pelestarian budaya lokal, hingga penguatan kawasan sebagai pusat edukasi sejarah dan kepahlawanan.

Salah satu usulan yang menjadi perhatian utama adalah pelebaran jalan di sisi utara Terminal Hamid Rusdi menuju Wonokoyo. Saat ini, akses tersebut hanya memiliki lebar sekitar dua hingga tiga meter sehingga dinilai belum memadai untuk mendukung mobilitas masyarakat.

Warga mengusulkan agar jalan tersebut diperlebar menjadi sekitar enam meter. Bahkan, sejumlah warga telah menyatakan kesediaannya menghibahkan sebagian lahan milik mereka untuk mendukung pembangunan akses tersebut.

Baca Juga :

Kumpulkan Seluruh Cabor, KONI Kota Malang Serius Bidik 222 Emas di Porprov Jatim 2027

Kumpulkan Seluruh Cabor, KONI Kota Malang Serius Bidik 222 Emas di Porprov Jatim 2027

24 September 2026
Seharian Bersama KPK, Wali Kota Malang Ungkap Isi Rakor Tertutup di Gedung DPRD

Seharian Bersama KPK, Wali Kota Malang Ungkap Isi Rakor Tertutup di Gedung DPRD

23 September 2026
KPK Masuk Gedung DPRD Kota Malang, Eksekutif dan Legislatif Dikumpulkan dalam Rakor Tertutup

KPK Masuk Gedung DPRD Kota Malang, Eksekutif dan Legislatif Dikumpulkan dalam Rakor Tertutup

23 September 2026
DPRD Kota Malang Usulkan Monumen Singa Jadi Ikon Baru Bundaran Pattimura

DPRD Kota Malang Usulkan Monumen Singa Jadi Ikon Baru Bundaran Pattimura

23 September 2026
KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kota Malang Beri Segudang Catatan untuk Pemkot

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kota Malang Beri Segudang Catatan untuk Pemkot

22 September 2026
Load More

Meski demikian, realisasi pelebaran jalan masih membutuhkan kajian teknis serta penyelesaian proses administrasi oleh Pemkot Malang.

Selain infrastruktur, masyarakat juga mendorong pengembangan potensi wisata di kawasan Wonokoyo. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan bengkok seluas sekitar 2.000 meter persegi yang berada di belakang Terminal Hamid Rusdi sebagai lapangan layang-layang.

Rencana tersebut diharapkan menjadi bagian dari pengembangan kawasan Wisata Juang Hamid Rusdi yang dapat dilengkapi berbagai wahana, seperti waterboom, wisata perahu, jeep wisata, serta ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan komunitas.

Warga juga melihat potensi aliran sungai atau saluran irigasi di kawasan tersebut untuk dikembangkan sebagai wisata air. Untuk merealisasikan gagasan tersebut, mereka meminta dukungan Pemkot Malang melalui rekomendasi kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar proses perizinan dapat dilakukan sesuai ketentuan.

Tak hanya sektor infrastruktur dan pariwisata, audiensi tersebut turut menyoroti keberadaan budaya Madura yang telah berkembang di kawasan Wonokoyo, Buring, dan Madyopuro.

Masyarakat berharap Pemkot Malang memberikan perhatian lebih melalui program lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sehingga kebudayaan lokal tidak hanya dipertahankan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari daya tarik kawasan.

Usulan lain yang turut disampaikan adalah menjadikan kawasan Wisata Juang Hamid Rusdi sebagai lokasi utama peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November.

Gagasan tersebut dinilai memiliki keterkaitan kuat dengan nilai sejarah Hamid Rusdi yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional melalui Surat Keputusan Menteri Sosial.

Untuk memperkuat konsep wisata edukasi, masyarakat juga mendorong digelarnya seminar, simposium, maupun sarasehan sejarah yang melibatkan akademisi dan perguruan tinggi. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkaya kajian mengenai perjuangan Hamid Rusdi sekaligus memperkuat identitas kawasan sebagai destinasi wisata sejarah.

Tokoh masyarakat Wonokoyo, H. Suhartono, mengatakan aspirasi yang disampaikan dalam audiensi merupakan kebutuhan nyata masyarakat sekaligus bagian dari upaya mendorong pembangunan kawasan timur Kota Malang secara berkelanjutan.

“Audiensi ini menjadi langkah awal membangun sinergi antara masyarakat dan Pemerintah Kota Malang. Kami membawa berbagai usulan mulai dari pelebaran jalan, pengembangan Wisata Juang Hamid Rusdi, pemanfaatan lahan bengkok sebagai lapangan layang-layang, hingga pelestarian budaya lokal. Alhamdulillah seluruh aspirasi diterima dengan baik dan mendapat respons positif dari Bapak Wali Kota,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Abah Suhar tersebut menegaskan, pelebaran jalan menjadi kebutuhan yang cukup mendesak mengingat akses menuju Wonokoyo masih sempit dan belum sebanding dengan mobilitas masyarakat.

“Yang menggembirakan, masyarakat sudah menunjukkan semangat gotong royong. Ada beberapa warga yang dengan sukarela siap menghibahkan sebagian tanahnya demi kepentingan umum. Kami berharap pemerintah segera menindaklanjuti agar pembangunan dapat direalisasikan secepatnya,” katanya.

Menurut Abah Suhar, pengembangan Wisata Juang Hamid Rusdi juga tidak boleh hanya dipandang sebagai upaya menciptakan destinasi baru. Lebih jauh, kawasan tersebut dinilai memiliki potensi menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.

“Harapan kami kawasan ini berkembang menjadi ikon wisata sejarah, budaya, dan edukasi Kota Malang. Jika dikelola secara maksimal, manfaatnya akan dirasakan masyarakat melalui tumbuhnya UMKM, meningkatnya kunjungan wisatawan, serta lahirnya berbagai peluang usaha baru tanpa meninggalkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan Malang Peduli Demokrasi (MPD), Darsono Kunto, mengapresiasi keterbukaan Wali Kota Malang dalam menerima aspirasi masyarakat Wonokoyo.

Menurut Darsono, Wali Kota menegaskan bahwa seluruh usulan tersebut akan dikaji secara komprehensif bersama OPD teknis sebelum masuk ke tahap realisasi.

“Kami melihat komitmen yang sangat baik dari Bapak Wali Kota. Beliau menyampaikan bahwa pengembangan kawasan timur, khususnya Wonokoyo, menjadi perhatian pemerintah. Seluruh usulan akan dibahas bersama perangkat daerah terkait agar pelaksanaannya tepat sasaran,” ujarnya.

Darsono menambahkan, tahapan pelaksanaan juga akan disesuaikan dengan kesiapan tim teknis. Termasuk dengan keberadaan Plh Sekda yang memiliki latar belakang bidang pekerjaan umum, yang diharapkan dapat mendukung percepatan kajian terkait kebutuhan infrastruktur.

“Beliau juga menyampaikan bahwa pemerintah tetap mempertimbangkan skala prioritas. Saat ini fokus pada beberapa program strategis, termasuk ketahanan pangan. Namun setelah kajian teknis selesai, pemerintah akan melangkah ke tahap aksi di lapangan,” jelasnya.

Darsono berharap hasil audiensi tersebut tidak berhenti pada pembahasan, tetapi segera ditindaklanjuti melalui langkah konkret.

“Potensi Wonokoyo sangat besar, baik dari sisi sejarah, budaya maupun pariwisata. Jika seluruh pihak bersinergi, kami optimistis kawasan ini akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kota Malang sekaligus destinasi wisata sejarah yang membanggakan,” pungkasnya. (YD)


Bagikan Berita
ADVERTISEMENT

Related Posts

Kumpulkan Seluruh Cabor, KONI Kota Malang Serius Bidik 222 Emas di Porprov Jatim 2027

Kumpulkan Seluruh Cabor, KONI Kota Malang Serius Bidik 222 Emas di Porprov Jatim 2027

24 September 2026

...

Seharian Bersama KPK, Wali Kota Malang Ungkap Isi Rakor Tertutup di Gedung DPRD

Seharian Bersama KPK, Wali Kota Malang Ungkap Isi Rakor Tertutup di Gedung DPRD

23 September 2026

...

KPK Masuk Gedung DPRD Kota Malang, Eksekutif dan Legislatif Dikumpulkan dalam Rakor Tertutup

KPK Masuk Gedung DPRD Kota Malang, Eksekutif dan Legislatif Dikumpulkan dalam Rakor Tertutup

23 September 2026

...

DPRD Kota Malang Usulkan Monumen Singa Jadi Ikon Baru Bundaran Pattimura

DPRD Kota Malang Usulkan Monumen Singa Jadi Ikon Baru Bundaran Pattimura

23 September 2026

...

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kota Malang Beri Segudang Catatan untuk Pemkot

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kota Malang Beri Segudang Catatan untuk Pemkot

22 September 2026

...

Warung Madura di Tidar Terbakar Hebat, Satu Korban Tewas Terjebak di Bak Mandi

Warung Madura di Tidar Terbakar Hebat, Satu Korban Tewas Terjebak di Bak Mandi

22 September 2026

...

Malang Pecahkan Rekor MURI BHD, 4.028 Orang Serentak Belajar Selamatkan Nyawa

Malang Pecahkan Rekor MURI BHD, 4.028 Orang Serentak Belajar Selamatkan Nyawa

19 September 2026

...

Load More
Next Post
Forum Cangkrukan Pancasila Dorong Kebijakan Ekonomi Lebih Berpihak ke UMKM

Forum Cangkrukan Pancasila Dorong Kebijakan Ekonomi Lebih Berpihak ke UMKM

Hadiah HUT RI ke-81, Pemprov Jatim Bebaskan Tunggakan Pajak Kendaraan Pengemudi Ojol

Hadiah HUT RI ke-81, Pemprov Jatim Bebaskan Tunggakan Pajak Kendaraan Pengemudi Ojol

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin