
KOTA MALANG – malangpagi.com
Setiap anak memiliki cara berbeda dalam menunjukkan kemampuan dan potensinya. Ada yang cepat memahami tantangan, ada yang memilih mengamati lebih dulu, sementara sebagian lainnya membutuhkan beberapa kali percobaan sebelum akhirnya berani mencoba.
Perbedaan karakter tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Soyalympic yang digelar di Surabaya dan Malang menjelang Allergy Awareness Day. Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak untuk bermain, bergerak, sekaligus mengeksplorasi kemampuan melalui berbagai tantangan.
Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar di Jakarta dan Bandung. Sementara di Surabaya dan Malang, rangkaian Soyalympic mendapat sambutan dari lebih dari 2.500 pengunjung dengan aktivitas yang mencatat lebih dari 1,4 juta impresi di media sosial.
Senior Brand Manager Morinaga IFFO & Specialties, Fitria Dewi Astari, mengatakan Soyalympic dirancang untuk memberikan kesempatan kepada orang tua melihat potensi anak melalui pengalaman secara langsung.
“Terkadang orang tua baru menyadari kemampuan Si Kecil saat melihatnya menghadapi sesuatu yang belum pernah ia coba. Di Soyalympic, kami ingin menghadirkan momen itu. Kesempatan bagi orang tua untuk melihat cara anak berpikir, mengambil keputusan, dan menyelesaikan tantangan dengan caranya sendiri,” ujar Fitria, Rabu (30/9/2026).
Salah satu aktivitas yang menarik perhatian adalah Brain Gym Competition. Dalam permainan tersebut, anak-anak diajak melewati sejumlah rintangan sekaligus menyelesaikan tantangan yang membutuhkan konsentrasi dan kemampuan berpikir.
Respons anak pun beragam. Sebagian mampu memahami tantangan dengan cepat, sedangkan lainnya memilih mengamati situasi terlebih dahulu sebelum mulai mencoba.
Ada pula anak yang tidak langsung berhasil, tetapi terus mengulangi percobaan hingga menemukan cara untuk menyelesaikan tantangan.
Bagi orang tua, situasi tersebut menjadi kesempatan untuk mengamati bagaimana anak menghadapi pengalaman baru, mengambil keputusan, hingga merespons ketika menemui kesulitan.
Potensi anak juga tidak selalu dapat dilihat dari hasil akhir sebuah kompetisi. Rasa ingin tahu ketika bertanya, keberanian mencoba sesuatu yang baru, serta ketekunan mengulangi percobaan menjadi bagian penting dalam proses tumbuh dan belajar.
Fitria mengatakan pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu orang tua semakin memahami karakter sekaligus kemampuan masing-masing anak.
“Kami berharap orang tua membawa pulang lebih dari sekadar kenangan mengikuti kompetisi. Ketika mereka semakin mengenal kekuatan Si Kecil, mereka juga bisa semakin percaya diri mendampinginya mengembangkan potensi,” katanya.
Masa kanak-kanak merupakan periode ketika anak memiliki ruang luas untuk mencoba berbagai hal. Aktivitas bermain, bergerak, berpikir, hingga berinteraksi dengan lingkungan dapat menjadi pengalaman yang membantu anak mengenali hal-hal yang mereka sukai.
Dalam proses tersebut, pendampingan orang tua juga memiliki peran penting. Orang tua tidak hanya perlu melihat hasil akhir, tetapi juga memperhatikan proses ketika anak menghadapi tantangan serta memberikan ruang bagi mereka untuk mencoba.
Melalui kampanye #SOYAKINBISA, kegiatan ini membawa pesan bahwa perjalanan anak dalam mengenali kemampuan dan mengejar cita-cita dapat dimulai dari kesempatan sederhana untuk bereksplorasi.
Rangkaian aktivitas juga dapat dilanjutkan dari rumah melalui permainan memory game online. Permainan tersebut dirancang untuk melatih fokus anak sekaligus menghadirkan pengalaman bermain yang dapat dilakukan bersama keluarga.
Bagi keluarga di Surabaya dan Malang, kegiatan ini menjadi salah satu ruang untuk melihat bahwa setiap anak memiliki cara dan proses yang berbeda dalam mengembangkan potensinya.
Sebab, kemampuan anak tidak selalu muncul dalam bentuk pencapaian besar. Keberanian mencoba sesuatu yang baru, kemauan belajar dari kesalahan, hingga kegembiraan ketika berhasil menyelesaikan sebuah tantangan juga dapat menjadi langkah awal penting dalam perjalanan tumbuh kembang anak. (YD)












