
KOTA MALANG – malangpagi.com
Oknum prajurit TNI yang viral karena terekam video saat melakukan tendangan ala kungfu kepada penonton, usai laga sepakbola antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Kabupaten pada Sabtu (1/10/2022) lalu akhirnya meminta maaf.
Dalam sebuah video amatir yang dibagikan di media sosial, tampak oknum prajurit TNI yang dimaksud, didampingi seorang pria yang diduga adalah atasannya, datang ke rumah korban untuk menyampaikan penyesalan dan permintaan maaf.
Kepada keluarga korban, okum TNI tersebut mengakui perbuatannya dan menyebut bahwa dirinya khilaf saat itu. Namun ibu korban menyampaikan kekecewaannya atas tindakan oknum TNI yang telah menganiaya anaknya. “Kalau anak saya melakukan kesalahan atau merusak, saya tida apa-apa,” ucapnya dalam bahasa Jawa. “Tapi posisi anak saya saat itu sedang tidak melakukan apa-apa. Itu yang saya sesalkan,” lanjut ibu korban.
“Tapi insyaallah dimaafkan ya bu?,” ucap pria berseragam di samping pelaku. “Kalau sudah begini ya dimaafkan, karena sudah ketemu langsung. Seumpama belum ketemu, ya tentu saja akan saya cari,” jawab ibunda korban.

Sebelumnya, viral beredar video mempertontonkan aksi brutal oknum aparat keamanan dari TNI yang menendang penonton sepakbola dari belakang. Bukan hanya satu, tapi dua orang merasakan kerasnya sepatu lars tentara. Lantaran ditendang dari arah belakang dan dalam posisi tidak siap, kedua penonton tersebut pun langsung jatuh tersungkur.
Aksi oknum TNI tersebut sontak membuat geram Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Dirinya berjanji akan mengusut tuntas tindakan berlebihan oknum prajurit TNI dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022) lalu, yang berujung tewasnya ratusan penonton.
Andika menyebut bahwa tindakan berlebihan oknum prajurit terhadap suporter bukanlah dalam rangka mempertahankan diri, tetapi merupakan aksi yang menjurus tindak pidana. (MAS)