
KOTA MALANG – malangpagi.com
Lonjakan jumlah pengunjung di Alun-Alun Merdeka Malang pasca revitalisasi berdampak pada meningkatnya volume sampah di kawasan tersebut. Kondisi ini membuat sejumlah titik terlihat dipenuhi sampah, terutama pada akhir pekan dan hari libur.
Menyikapi situasi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memastikan akan segera menambah fasilitas tempat sampah serta mempercepat jadwal pengangkutan guna menjaga kebersihan ruang publik andalan tersebut.
Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung dalam beberapa hari terakhir berada di luar perkiraan.
“Iya, kemarin memang pengunjung di luar prediksi. Kunjungan bisa dibilang empat kali lipat dibanding sebelum Alun-Alun Merdeka yang baru dibuka. Sehingga sekitar 20 tempat sampah yang ada dirasa masih kurang,” ujar Raymond, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, keterbatasan jumlah tempat sampah menyebabkan sejumlah fasilitas cepat penuh dan menumpuk. Akibatnya, sebagian pengunjung terpaksa membuang sampah tidak pada tempatnya.
“Ke depan kami akan mengusahakan penambahan tempat sampah. Karena yang sudah ada itu terisi penuh, sehingga pengunjung tidak bisa membuang sampah sesuai dengan yang kami harapkan,” jelasnya.
Selain menambah fasilitas, DLH Kota Malang juga akan meningkatkan jumlah pengangkutan sampah. Selama ini, pengambilan sampah dilakukan dua kali dalam sehari. Namun, seiring meningkatnya volume, pengangkutan akan ditambah menjadi tiga kali sehari.
“Kemarin pengangkutan dilakukan dua kali. Karena volumenya bertambah, nanti kami tingkatkan menjadi tiga kali sehari,” katanya.
Dalam pengelolaan kebersihan Alun-Alun Merdeka, DLH menurunkan sebanyak 15 personel yang terbagi dalam tiga shift. Selain itu, sekitar 20 personel Satpol PP turut dilibatkan untuk membantu pengawasan di kawasan tersebut.
Raymond menyebut, tingginya antusiasme masyarakat menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kebersihan ruang publik. Pengunjung tidak hanya berasal dari Kota Malang, tetapi juga dari berbagai daerah sekitar.
“Yang datang bukan hanya dari Kota Malang. Ada dari Tumpang, Gondanglegi, Pujon, sampai Kasembon. Ini menunjukkan Alun-Alun Merdeka sangat diminati masyarakat,” ungkapnya.
Ia pun mengimbau seluruh pengunjung agar ikut menjaga kebersihan dan fasilitas umum, termasuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi merusak area hijau.
“Kami berharap pengunjung ikut menjaga kebersihan. Untuk anak-anak, kami larang bermain bola di rumput karena bisa merusak. Kalau duduk atau menginjak rumput masih diperbolehkan,” tegasnya.
Sebagai upaya edukasi, DLH Kota Malang juga menyiapkan pemasangan papan informasi terkait lokasi pembuangan sampah. Papan tersebut ditargetkan terpasang dalam waktu dekat dan didukung dengan penyampaian informasi melalui videotron di kawasan Alun-Alun.
“Kami masih berproses memasang papan pengumuman. Mudah-mudahan minggu ini sudah terpasang. Informasi juga akan disampaikan melalui videotron yang ada di kawasan Alun-Alun,” pungkasnya. (YD)














