
MALANG – malangpagi.com
Putaran kedua pekan kedua Proliga 2026 yang digelar di GOR Ken Arok, Kota Malang, pada 5 hingga 8 Februari 2026, menjadi momentum penting bagi Jakarta Pertamina Enduro untuk menguatkan posisi menuju final four.
Menjelang dua laga kandang di Malang, tim asuhan pelatih Bullent Karsioglu terus melakukan evaluasi menyeluruh, terutama dalam aspek chemistry tim, kebugaran fisik, serta pemantapan strategi permainan.
Coach Bullent mengakui bahwa awal musim selalu menjadi tantangan, terlebih dengan komposisi tim yang baru. Namun, ia optimistis timnya mampu berkembang secara bertahap.
“Musim lalu kami adalah keluarga besar dan menjadi juara. Musim ini tentu lebih sulit karena kami membangun tim dari awal. Chemistry perlu waktu, tetapi kami beruntung karena semua pemain mencintai voli,” ujar Coach Bullent, saat Konferensi Pers, Rabu (4/2/2026).
Menurutnya, kekompakan antar pemain kini mulai terbangun seiring berjalannya kompetisi. Hal tersebut menjadi modal penting dalam upaya meraih tiket playoff.
“Selangkah demi selangkah, semua pemain mulai saling memahami. Fokus kami sekarang adalah langkah pertama menuju playoff, dan kami bekerja keras untuk itu,” tegasnya.
Bullent juga menekankan pentingnya mental bertanding dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi setiap laga.
“Terkadang kami menang, terkadang kalah. Tapi kami tidak pernah menyerah dan selalu bersama. Itu rahasia kami,” tambahnya.
Selain target prestasi, Bullent menilai bola voli saat ini juga menjadi bagian dari industri hiburan. Karena itu, timnya berupaya menyajikan permainan menarik bagi para penonton.
“Kami ingin memberikan pertandingan yang seru. Semua pemain menikmati saat berada di lapangan dan menunjukkan performa terbaik,” katanya.
Sebagai pelatih dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, Bullent menilai Proliga Indonesia sebagai salah satu liga yang kompetitif dan menarik.
“Indonesia adalah rumah kedua saya. Liganya bagus, banyak pemain asing berkualitas, dan kehadiran Mega sangat penting. Kami mencintai proses untuk terus berkembang,” ucapnya.
Sementara itu, Kapten Jakarta Pertamina Enduro, Tisya Amallya, menyebut kekompakan tim menjadi kunci utama dalam menjaga konsistensi performa. Menurutnya, kebersamaan di luar lapangan turut memperkuat hubungan antar pemain.
“Kalau ada libur, kami sering jalan bareng, refreshing bareng. Saat latihan juga saling support,” tuturnya.
Ia juga menekankan peran pemain senior dalam membangun kepercayaan diri para pemain muda.
“Kami, para senior, berusaha membuat adik-adik tidak takut salah. Kalau ada kesalahan, kami saling mengingatkan dengan baik di lapangan,” jelasnya.
Tisya berharap status sebagai tuan rumah di Malang dapat menjadi suntikan motivasi tambahan bagi timnya saat ini.
“Bermain di kandang tentu jadi semangat tersendiri. Kami ingin tampil maksimal di depan pendukung sendiri,” katanya.
Sementara itu, Megawati Hangestri Pertiwi menegaskan kesiapannya dalam menghadapi momen-momen krusial, terutama saat pertandingan berlangsung ketat.
“Kalau soal poin penting, aku tidak pernah takut salah. Aku fokus melakukan yang terbaik di lapangan,” ujarnya.
Perempuan yang akrab disapa Megatron itu mengaku selalu menjaga konsentrasi penuh saat berada dalam situasi penentuan.
“Kalau sudah poin krusial, aku lebih banyak diam karena fokus mencari cara untuk dapat poin,” ungkapnya.
Terkait atmosfer pertandingan di Malang, Mega memilih untuk menikmati dukungan penonton sebagai energi positif.
“Dibawa enjoy saja. Sama-sama orang Indonesia yang datang nonton, bedanya kami tuan rumah,” pungkasnya.
Dengan persiapan matang, kekompakan tim, serta dukungan publik Malang, Jakarta Pertamina Enduro optimis mampu menampilkan permainan terbaik dan mengamankan langkah menuju final four Proliga 2026. (YD)












