
KOTA MALANG – malangpagi.com
Turnamen Lucky Pool feat. Carabao Open Handicap 9 Ball dan 10 Ball yang digelar di Lucky Pool and Resto, Jalan Brigjen Slamet Riyadi No. 84 Kota Malang dinilai mampu mengikis stigma negatif yang kerap melekat pada rumah biliar. “Kami sedang membangun image, bahwa biliar ini memang benar-benar olahraga. Bukan ajang perjudian atau arena tempat hiburan malam yang berkonotasi negatif,” terang Ketua Pelaksana, Hendra Kurniawan kepada Malang Pagi, Rabu (27/7/2022).
“Dan kami berhasil. Dalam artian, kami buktikan bahwa yang hadir di event ini adalah atlet, bukan penjudi. Ada atlet nasional Ricky Yang, Irsal Nasution, Muhammad BW, Ismail Kadir, dan banyak lagi lainnya. Bahkan ada pula pebiliar profesional yang berpartisipasi di event ini,” paparnya.
Event yang digelar sejak 24 Juli hingga 4 Agustus 2022 tersebut juga menjadi acara Grand Opening Lucky Pool and Resto, yang dihelat pada Kamis (28/7/2022). “Turnamen ini diselenggarakan sebagai apresiasi, bahwa tempat ini bertujuan untuk menghapus stigma-stigma negatif. Terutama bagi pihak-pihak yang masih menganggap biliar sebagai ajang perjudian,” tegas Hendra
Lebih lanjut, pemilik perusahaan Carabao Billiards Indonesia tersebut menjelaskan, bahwa olahraga biliar di tingkat nasional saat ini tengah naik daun. “Salah satunya di Kalimantan Timur, naiknya luar biasa. Untuk Kota Malang, event ini merupakan turnamen perdana dan terbesar setelah pandemi. Selain itu, perhelatan ini juga memberikan sumbangsih pada peningkatan perekonomian,” bebernya.
Turnamen ini mendapatkan rekomendasi dari POBSI (Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia) tingkat Kota, Provinsi, maupun Pengurus Besar. “Dukungan dari KONI Kota Malang dengan memberikan rekomendasi adalah bentuk dukungan yang luar biasa. Dengan adanya dukungan ini, harapan kami dapat menggelar perhelatan serupa tingkat nasional dengan berkoordinasi dengan kota-kota lain, agar semua dapat berpartisipasi secara maksimal,” jelas Hendra.
Hendra pun menyampaikan, target 256 pendaftar per kategori terpenuhi. Bahkan tidak sedikit pendaftar yang masuk waiting list, alias menunggu event selanjutnya. “Jumlah pendaftar di luar ekspektasi kami. Konsep yang kami usung adalah handicap. Di mana pemain pemula dapat bertanding melawan pemain nasional, sehingga mereka akan mendapatkan pengalaman berharga,” tuturnya.
Diakuinya, tidak ada kriteria khusus dalam turnamen ini. “Pokoknya selama bisa pegang stik, ya silakan. Karena tajuknya handicap, jadi disesuaikan. Jika ada peserta yang usianya kurang dari 15 tahun, maka kami berikan handicap di bawah pemula agar ada kesetaraan,” jelasnya.
Sementara itu, pemilik Lucky Pool and Resto, Indra Setiyadi, menyampaikan bahwa pihaknya siap menyediakan fasilitas, dalam rangka menggali potensi atlet biliar baik pemula maupun profesional. “Para atlet butuh tempat belajar dan menggali potensi mereka. Oleh karena itu, kehadiran Lucky Pool and Resto dapat menjadi ruang bagi mereka untuk berlatih dan mengasah kemampuan,” tandas Indra. (Har/MAS)















