Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Generasi Muda Harus Berjuang Pangkas Ongkos Politik yang Mahal

Mengapa demokrasi Indonesia berujung pada demokrasi yang mahal? Sebab sampai hari ini belum ada UU yang mengatur pendanaan politik.

by Red
29 Mei 2021
in Kota Malang
Bagikan Berita

(Foto: istimewa)

KOTA MALANG – malangpagi.com

Mahalnya ongkos politik dalam kontestasi politik, baik Pemilihan Umum maupun Pemilihan Kepala Daerah, menjadi hambatan utama bagi generasi muda untuk terjun dan terlibat aktif dalam politik praktis.

Terkait kondisi tersebut, CEO Polmark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah mendorong generasi muda untuk berjuang memangkas ongkos politik yang mahal saat terjun, maupun ketika telah terpilih sebagai Legislator atau Kepala Daerah.

“Mengapa demokrasi Indonesia berujung pada demokrasi yang mahal? Sebab sampai hari ini belum ada Undang-undang yang mengatur pendanaan politik. Padahal itu semestinya adalah paket dari aturan yang harus dibuat dalam proses demokratisasi,” kata Eep dalam sebuah diskusi di EZO Co-Working Space, Jalan Dewandaru No.68, Kota Malang, Jumat (28/5/2021).

Menurut Eep, UU Pendanaan Politik perlu dirancang agar biaya politik dapat ditekan. Sebab, hal itu akan menjadi jelas dan teratur bagaimana uang politik dikumpulkan, dibelanjakan dan diatur rambu-rambu serta larangannya, sehingga transparan dan akuntabel.

Baca Juga :

Tim SanDi Ungkap Temuan Politik Uang di Pilkada Kabupaten Malang

Tim SanDi Ungkap Temuan Politik Uang di Pilkada Kabupaten Malang

8 Desember 2020
Load More

Persoalannya, kata Eep, politik praktis di Indonesia pada akhirnya memunculkan politisi yang tidak otentik, alias khawatir ketika regulasi pendanaan politik diatur akan menjadi bumerang, yang ujung-ujungnya malah dapat menjerat para politisi dan segenap pemodalnya.

Selain itu, suami Sandrina Malakiano itu menegaskan, tidak perlu menunggu UU Pendanaan Politik muncul baru anak muda terjun ke politik praktis. Sebab ongkos politik, berdasarkan pengalaman Eep memenangkan banyak kandidat, bisa ditekan dengan kerja cerdas dan kerja yang lebih keras.

“Masalahnya, para politisi kita tidak mau bekerja lebih keras, menempuh jalan yang sulit, dan maunya instan menggunakan politik uang. Nah jadi tugas anak muda ketika terjun ke politik untuk melawan politik uang dengan bekerja lebih cerdas dan keras,” ujarnya.

Senada dengan Eep, Pakar Statistika Universitas Jember, Dr. Alfian Futuhul Hadi menegaskan, digitalisasi, big data, hingga penggunaan berbagai metodologi statistik bisa banyak membantu politisi muda untuk menghindari money politics.

“Proses politik by data pada dasarnya akan sangat membantu politisi muda untuk bisa bekerja lebih efektif dan efisien, sehingga bisa menekan pembiayaan politik yang tinggi termasuk politik uang,” kata dosen yang akrab disapa Gus Ucuk itu.

Di tempat yang sama, Reza Bakhtiar, seorang pegiat sosial kepemudaan yang pernah terlibat dalam sejumlah pemenangan Kepala Daerah menekankan, bahwa ongkos politik murah yang bebas dari politik uang tidak mustahil untuk dilakukan.

“Kita bisa tekan ongkos politik dan hapus politik uang kalau mau. Persoalannya, tidak banyak orang mau menempuh jalan yang susah. Nah anak muda jangan sampai begitu. Sebab orientasi kita adalah perbaikan. Bukan malah terjebak dalam lingkaran setan,” papar Reza.

 

Reporter : Dodik

Editor : MA Setiawan


Bagikan Berita
Tags: CEO Polmark IndonesiaEep Saefulloh FatahPolitik uangPolitisi MudaPoliyik Praktis
ADVERTISEMENT

Related Posts

Malang Pecahkan Rekor MURI BHD, 4.028 Orang Serentak Belajar Selamatkan Nyawa

Malang Pecahkan Rekor MURI BHD, 4.028 Orang Serentak Belajar Selamatkan Nyawa

19 September 2026

...

Arema FC Dipaksa Persik Kediri Berbagi Poin di Stadion Kanjuruhan

Arema FC Dipaksa Persik Kediri Berbagi Poin di Stadion Kanjuruhan

18 September 2026

...

Jelang Derbi Jatim di Kanjuruhan, Arema FC Waspadai Serangan Balik Persik Kediri

Jelang Derbi Jatim di Kanjuruhan, Arema FC Waspadai Serangan Balik Persik Kediri

17 September 2026

...

TPA Supit Urang Diprediksi Penuh Tiga Tahun Lagi, DLH Kota Malang Genjot Pengelolaan Sampah dari Hulu

Digelontor Rp157 Miliar, TPA Supit Urang Dibidik Jadi Mesin Pengolah 150 Ton Sampah Sehari

17 September 2026

...

ISPA Mulai Banyak Dikeluhkan Warga, Dinkes Kota Malang Ingatkan Bahaya Debu Vulkanik dan Asap

ISPA Mulai Banyak Dikeluhkan Warga, Dinkes Kota Malang Ingatkan Bahaya Debu Vulkanik dan Asap

17 September 2026

...

Dugaan Pelecehan Mahasiswi di Sukun, Polisi Buru Pengendara Motor Berhelm Merah

Dugaan Pelecehan Mahasiswi di Sukun, Polisi Buru Pengendara Motor Berhelm Merah

16 September 2026

...

Luncurkan Program AI, BINUS @Malang Dorong Mahasiswa Jadi Pengendali Teknologi

Luncurkan Program AI, BINUS @Malang Dorong Mahasiswa Jadi Pengendali Teknologi

14 September 2026

...

Load More
Next Post
Kalahkan City, Chelsea Juara Liga Champions

Kalahkan City, Chelsea Juara Liga Champions

Pembukaan Sekolah Pasar UKM IKM Nusantara, Kolaborasi dengan Halal Centre Cinta Indonesia

Pembukaan Sekolah Pasar UKM IKM Nusantara, Kolaborasi dengan Halal Centre Cinta Indonesia

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin