Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Ekspresi Seni Satrio Turonggo Jati dalam Aksi Satus Repes di Kayutangan

Nanang Gustanto optimistis, kegiatan pelestarian budaya semacam ini mampu menumbuhkan ekonomi kreatif.

by Red
10 Oktober 2021
in Kota Malang, Seni & Budaya
Bagikan Berita

Penampilan Satrio Turonggo Jati pada Aksi Satus Repes di Koridor Kayutangan. (Foto: Hariani/MP)

KOTA MALANG – malangpagi.com

Tak hanya bergerak dalam aksi melawan vandalisme, Komunitas Satus Repes juga merangkul seniman budaya dan memberi ruang bagi mereka untuk berekspresi.

Hal ini terlihat dalam kegiatan Satus Repes pada Minggu pagi (10/10/2021), yang menggabungkan aksi pengecatan obyek-obyek korban vandalisme, sembari menyuguhkan tampilan seni budaya yang digelar di koridor Kayutangan.

Salah satunya kesenian yang ditampilkan adalah Kuda Lumping, Satrio Turonggo Jati, yang melakukan atraksi di samping eks Bioskop Merdeka. Gerak tari diiringi alunan musik gamelan menjadi magnet sendiri, menarik animo pengguna jalan yang melintas untuk berhenti menonton.

Pengecatan oyek korban vandalisme di sela-sela penampilan Satrio Turonggo Jati. (Foto: Hariani/MP)

“Selama PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) baru kali ini kami tampil. Gerakan Satus Repes patut diapresiasi. Karena selain bergerak dalam pelestarian cagar budaya, mereka juga melestarikan budaya itu sendiri,” ungkap Ketua Pokdarwis Satrio Turonggo Jati, Nanang Gustanto kepada Malang Pagi.

Baca Juga :

Malang 108 Rise and Shine Dianggap Kurang Promosikan Wisata Heritage

Malang 108 Rise and Shine Dianggap Kurang Promosikan Wisata Heritage

7 Juni 2022
Usai Pelantikan, Muslimat NU Kota Malang Tancap Gas Jalankan Program

Riyayan Nang Kajoetangan, Kembalinya Wisata Kampung Heritage Kayutangan

30 Mei 2022
Diskopindag Kota Malang dan Kelurahan Kauman Gelar Sinau Mbatik Bareng

Diskopindag Kota Malang dan Kelurahan Kauman Gelar Sinau Mbatik Bareng

27 Maret 2022
Kedai Literasi Kayutangan. Belajar Asyik Sambil Berwisata

Kedai Literasi Kayutangan. Belajar Asyik Sambil Berwisata

21 Februari 2022
Menilik Sejarah Keberadaan Patung Chairil Anwar di Kayutangan

Menilik Sejarah Keberadaan Patung Chairil Anwar di Kayutangan

2 Februari 2022
Load More

Nanang mengungkapkan bahwa saat ini kaum milenial lebih menyukai budaya luar negeri. Dirinya berharap, melalui kegiatan ini dapat semakin mengenalkan budaya Indonesia.

“Kesenian Kuda Lumping ini asli Indonesia. Melalui acara ini, kita dapat mengenalkan kebudayaan kepada generasi muda. Jika bukan kita, lantas siapa lagi?” ujarnya.

Salah satu aksi penari Satrio Turonggo Jati. (Foto: Hariani/MP)

Dirinya optimistis, kegiatan pelestarian budaya semacam ini mampu menumbuhkan ekonomi kreatif. “Kami berharap acara ini digelar secara kontinu. Sehingga tidak menutup kemungkinan akan menciptakan ekonomi kreatif,” imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator Satrio Turonggo Jati, Jumadi memaparkan bahwa dalam kesenian Kuda Lumping tersimpan banyak filosofi.

“Banyak panji-panji yang tersurat dalam Kuda Lumping, sebagai sikap prajurit yang penuh keberanian. Gerak tari yang ditampilkan penari perempuan menggambarkan keluwesan,” jelas Jumadi.

Para penari bersama Ketua Pokdarwis Satrio Turonggo Jati, Nanang Gustanto dan istri.(Foto: Hariani/MP)

Ia menambahkan, gerak tari Kuda Lumping memiliki sejumlah tahapan yang harus dilalui. Mulai tari pembuka sebagai nyuwun sewu kepada sesepuh.

“Untuk tari ada simbol-simbolnya, hingga pada tahap barongan. Istilahnya ada mayangkara yang merupakan simbol kejahatan, dan itu yang harus dibasmi,” terang Jumadi.

Dirinya berharap, pemerintah turut andil dalam melestarikan dan mengenalkan kebudayaan asli Indonesia ini.

“Kami berharap pemerintah turun tangan dalam melestarikan kebudayaan. Jangan sampai punah dan pudar. Untuk bantuan kepada seniman jangan sampai menyimpang. Karena bantuan dari pemerintah untuk seniman masih sangat minim,” pungkas Jumadi. (Har/MAS)


Bagikan Berita
Tags: KayutanganKuda LumpingSatrio Turonggo JatiSatus Repes
ADVERTISEMENT

Related Posts

3.600 Runner Siap Ramaikan Emba Jetbus Run Malang 2026

3.600 Runner Siap Ramaikan Emba Jetbus Run Malang 2026

16 Januari 2026

...

Banyak Pedagang Belum Sepakat, Pasar Besar Malang Batal Direvitalisasi

Banyak Pedagang Belum Sepakat, Pasar Besar Malang Batal Direvitalisasi

16 Januari 2026

...

Tembok Perumahan Griyashanta Dibongkar Sekelompok Orang, Warga Pasrah

Warga Griya Shanta Dorong Dialog Terbuka Soal Rencana Jalan Tembus

15 Januari 2026

...

Tabrak Lari di Bandulan Terekam CCTV, Korban Alami Luka Serius

Tabrak Lari di Bandulan Terekam CCTV, Korban Alami Luka Serius

14 Januari 2026

...

Kombes Pol Putu Kholis Aryana Resmi Jabat Kapolresta Malang Kota, Tegaskan Komitmen Junjung HAM

Kombes Pol Putu Kholis Aryana Resmi Jabat Kapolresta Malang Kota, Tegaskan Komitmen Junjung HAM

14 Januari 2026

...

Dukung Wisata Ramah Lingkungan, Pemkot Malang Siap Distribusikan 200 Becak Listrik

Dukung Wisata Ramah Lingkungan, Pemkot Malang Siap Distribusikan 200 Becak Listrik

14 Januari 2026

...

Kota Malang Masuk Daftar 50 Kota Metropolitan, Pemkot Siapkan Arah Pengembangan

Didukung Bank Dunia, Pemkot Malang Bakal Bangun Mini Bozem di Kawasan Bondowoso

14 Januari 2026

...

Load More
Next Post
Aplikasi PASRAM Siap Bawa Pasar Tradisional Bersaing di Era Modern

Aplikasi PASRAM Siap Bawa Pasar Tradisional Bersaing di Era Modern

Tidak Mundur, Bibit Samad Rianto Tetap Pimpin GMPK

Tidak Mundur, Bibit Samad Rianto Tetap Pimpin GMPK

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin