Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Awas! Radikalisme Menyusup di Kampus dan Media Sosial

Rekrutmen teroris linier dengan masifnya gerakan radikalisme yang marak di berbagai kampus sudah terendus sejak 2010 melalui media sosial.

by Red
20 Februari 2022
in Kota Malang
Bagikan Berita

(Foto: istimewa)

KOTA MALANG – malangpagi.com

Indikasi penyebaran pemahaman anti-Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan keinginan mengubah ideologi Pancasila di beberapa kampus maupun media sosial kian merebak. Banyak modus yang telah dilakukan dengan menyusup di dalam kampus.

“Antara lain melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Harmoni Amal Titian Ilmu (HATI) di ITB Bandung, Badan Kerohanian Islam Mahasiswa (BKM) di IPB Bogor, Gema Pembebasan yang tersebar di beberapa universitas, dan hal paling mengejutkan keterlibatan sejumlah dosen universitas negeri dan swasta menjadi anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI),” beber Kasubdit Kontra Naratif Direktorat Pencegahan Densus 88 Polri, Mayndra Eka Wardhana, saat memberi materi Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme di Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Hikam, Sabtu (19/2/2022).

Dirinya mengungkapkan, berdasarkan hasil penelitian tentang radikalisme mahasiswa yang dilakukan oleh Badan Intelijen Negara, sebanyak 39 persen mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi terpapar paham radikal. Sedangkan 24 persen mahasiswa dan 23,3 persen pelajar SMA setuju dengan jihad untuk tegaknya negara Islam.

“Dalam riset oleh Alvara Research Center pada Oktober 2017, dengan jumlah responden 1.800 mahasiswa yang tersebar di 25 Universitas di Indonesia, menyebut sebanyak 23,5 persen mendukung gerakan ISIS. Sebanyak 17,8 persen memandang bentuk pemerintahan yang ideal adalah khilafah. Itu artinya mahasiswa sebagai golongan muda masih rentan dicekoki paham radikalisme,” papar Mayndra.

Baca Juga :

Sutiaji Ajak Masyarakat Bijak dan Waspada dalam Bermedia Sosial

Sutiaji Ajak Masyarakat Bijak dan Waspada dalam Bermedia Sosial

24 Maret 2022
Danramil Blimbing Inisiasi Kampung Pancasila di Wonosari Go Green

Ini Trik Jitu Sutiaji Tangkal Radikalisme dan Terorisme

20 Februari 2022
Do’a dan Cinta dari Forum Arema Kampus Untuk Palu dan Donggala

Do’a dan Cinta dari Forum Arema Kampus Untuk Palu dan Donggala

5 Oktober 2018
Load More

Menurutnya, sikap intoleran membawa kita pada sifat eksklusif, merasa diri sendiri benar dan orang lain salah. Radikalisme merupakan pemikiran atau ideologi yang memiliki kecenderungan ingin mengganti bentuk negara dan pemerintahan yang sah.

Kasubdit Kontra Naratif Direktorat Direktorat Pencegahan Densus 88 Polri, Mayndra Eka Wardhana memberikan materi mengenai intoleransi, radikalisme, dan terorisme. (Foto: tangkapan layar)

“Ini yang harus diwaspadai. Karena semenjak teroris Parawijanto memimpin Jemaah Islamiyah (JI) dengan faham Strata JI di 2017, perekrutan kader secara terbuka dan berbanding terbalik saat JI dipimpin oleh Abdullah Sungkar maupun Abu Bakar Ba’asyir yang secara diam-diam,” tukasnya.

Dalam gelaran yang dilaksanakan secara hybrid itu, dijelaskan bahwa rekrutmen teroris linier dengan masifnya gerakan radikalisme yang marak di berbagai kampus sudah terendus sejak 2010 melalui media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, hingga Tiktok.

“Era 2010–2013, Jihad Fardiyah mulai menggunakan smartphone. Tercatat 3.400 anak muda dari negara barat berhasil direkrut ISIS melalui media sosial. Dari keseluruhan, seperenamnya adalah perempuan,” terangnya.

Pernyataan selaras disampaikan Direktur Eksekutif Jaringan Muslim Madani, Syukron Jamal, yang mengatakan bahwa di era digital saat ini, media sosial menjadi alat penyebaran radikalisme.

“Indonesia yang lahir dan berdiri dengan ideologi Pancasila sekarang banyak diacak-acak oleh pemikiran radikalisme, ekstremisme, intoleransi, dan terorisme yang dapat mengancam keutuhan dan keberlangsungan bangsa dan penyebarannya melalui media sosial,” tuturnya.

Menurut Syukron, santri merupakan garda terdepan dalam mengampanyekan Islam moderat, untuk melawan gerakan atau paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, serta terorisme.

“Radikalisme menjadi embrio lahirnya ektremisme bahkan terorisme. Untuk itu dibutuhkan peran dan perhatian semua pihak dalam menangkal ancaman yang dapat merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Syukron.

Pernyataan kedua pembicara tersebut diamini oleh mantan narapidana terorisme, Handi Suhartono, yang mengungkapkan bahwa media sosial sangat berpengaruh dalam perekrutan teroris.

“Bahkan mereka belajar tidak harus bertemu dengan mentornya, tetapi mereka belajar sendiri melalui video-video yang tersebar melalui media sosial,” ujar Handi.

Handi mengingatkan agar kita waspada dengan derasnya arus informasi, serta harus mengontrol diri dengan batasan-batasan dalam penggunaan media sosial.

“Perekrutan sekarang secara terang-terangan. Artinya sangat masif dan terstruktur dan mempengaruhi pola pikir kita. Kesalahan ini juga yang pernah saya alami. Waktu, tempat, dan pemikiran yang salah,” pungkas Handi. (Har/MAS)


Bagikan Berita
Tags: kampusMedia SosialTerorisme
ADVERTISEMENT

Related Posts

Pemkot Malang Hentikan Proyek di Atas Saluran Irigasi Kadalpang Jalan Semeru

Pemkot Malang Hentikan Proyek di Atas Saluran Irigasi Kadalpang Jalan Semeru

2 Juni 2026

...

Tekan Pengangguran, Disnaker PMPTSP Kota Malang Fokus Cegah PHK dan Siapkan Job Fair

Tekan Pengangguran, Disnaker PMPTSP Kota Malang Fokus Cegah PHK dan Siapkan Job Fair

1 Juni 2026

...

Wali Kota Malang Tegaskan Pancasila Jadi Fondasi Kebijakan dan Pembangunan Daerah

Wali Kota Malang Tegaskan Pancasila Jadi Fondasi Kebijakan dan Pembangunan Daerah

1 Juni 2026

...

Mutasi Pejabat Polresta Malang Kota, Kapolresta Minta Pejabat Baru Cepat Beradaptasi dengan Masyarakat

Mutasi Pejabat Polresta Malang Kota, Kapolresta Minta Pejabat Baru Cepat Beradaptasi dengan Masyarakat

29 Mei 2026

...

Iduladha 2026, DPC Gerindra Kota Malang Prioritaskan Kaum Duafa dalam Pembagian Daging Kurban

Iduladha 2026, DPC Gerindra Kota Malang Prioritaskan Kaum Duafa dalam Pembagian Daging Kurban

28 Mei 2026

...

Libur Iduladha 2026, Stasiun Malang Layani 5.460 Penumpang dalam Sehari

Libur Iduladha 2026, Stasiun Malang Layani 5.460 Penumpang dalam Sehari

27 Mei 2026

...

Kantongi Tiga Kandidat, Pemkot Malang Segera Tentukan Plt Kepala Bapenda

Wakil Wali Kota Malang Pastikan Guru Honorer Tetap Terakomodasi

26 Mei 2026

...

Load More
Next Post
Danramil Blimbing Inisiasi Kampung Pancasila di Wonosari Go Green

Ini Trik Jitu Sutiaji Tangkal Radikalisme dan Terorisme

Ketua DPRD Kota Malang Apresiasi Kampung Pancasila di Kecamatan Blimbing

Ketua DPRD Kota Malang Apresiasi Kampung Pancasila di Kecamatan Blimbing

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin