
KOTA MALANG – malangpagi.com
Ikrar ‘NKRI Harga Mati’ merupakan ikrar yang menarik, sebagai penanda kecintaan terhadap Tanah Air. “Di Indonesia ada negara Kesatuan Sriwijaya, Majapahit, dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). NKRI Harga Mati merupakan sesuatu yang menarik, yang diteruskan atau diwariskan dari generasi ’45,” ungkap Letjen (Purn) Murgito, selaku tokoh Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan (DHC-BPK) ’45.
Hal tersebut disampaikan Menurut sesepuh DHC-BPK ’45 tersebut, saat memberikan sambutan dalam Seminar Kebangsaan “Jiwa, Semangat, dan Nilai-nilai ’45”, bertempat di Permata Jingga Swimming Pool and Cafe, Sabtu (11/6/2022).
Murgito menuturkan bahwa organisasi angkatan ’45 berbeda dengan generasi ’45. “Organisasi angkatan ’45 terstruktur berdasarkan Undang-undang dan visi misi. Sedangkan generasi ’45 lahir dari spontanitas seluruh warga negara Indonesia, yang terpanggil untuk mempertahankan NKRI. Generasi ’45 adalah siapa saja yang memiliki jiwa semangat yang terus bergelora,” jelasnya
Dirinya pun menceritakan Kota Malang yang merupakan Kota Terbuka dengan Panglima Mayor Jenderal Imam Suja’i (mantan Panglima Divisi VII/Soeropati Jawa Timur). “Malang itu dulu terdiri dari satuan-satuan Divisi 1 Soeropati. Saya terlibat dan masuk pendidikan perwira yang dilaksanakan di Malang. Kala itu ada gerilya kota, dan masyarakat Kota Malang turut berjuang. Jadi sebenarnya masyarakat Kota Malang adalah pejuang semua. Mereka adalah pejuang yang tidak bisa dilupakan,” bebernya.

“NKRI Harga Mati, kami sangat bangga yang membuktikan bahwa generasi penerus pasti akan melanjutkan, dan itu akan abadi. Saya mohon ini tidak dilupakan,” harap Murgito
Baginya, perkembangan teknologi boleh masuk. Namun semangat yang diwariskan oleh generasi 1945 itu harus tetap dilestarikan. “NKRI Harga Mati! Tugas kita adalah melestarikan jiwa, nilai, dan semangat ’45. Puncaknya adalah lahirnya Proklamasi 1945, yang melahirkan ideologi, dasar negara, konstitusi, UUD 1945, dan NKRI,” tegasnya.
“Tidak bisa dipungkiri, peristiwa 17 Agustus 1945 menjadi momentum sakral bagi rakyat Indonesia. Karena kemerdekaan Indonesia dikumandangkan, dan merupakan perpanjangan tangan dari Sumpah Pemuda pada 1928,” lanjut Murgito.
“Saya merasa bangga bahwa perjuangan bangsa dapat diteruskan oleh generasi muda. DHC-BPK ’45 menjadi salah satu wadah, agar NKRI dapat terus lestari dan bergelora di hati masyarakat Kota Malang, khususnya generasi muda,” pungkasnya. (Har/MAS)