
KOTA MALANG – malangpagi.com
Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang menargetkan angka kunjungan wisata pada 2026 mencapai 3,4 juta orang, atau setara dengan capaian realisasi sepanjang 2025.
Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi menyampaikan bahwa pada 2025 angka kunjungan wisatawan ke Kota Malang mencapai 3,4 juta orang, melampaui target yang ditetapkan sebesar 3,3 juta orang.
“Angka kunjungan wisata di Kota Malang pada 2025 mencapai 3,4 juta orang, sedangkan targetnya 3,3 juta orang. Pada 2026 kami menetapkan target 3,4 juta orang,” ujar Baihaqi, Jumat (9/1/2026).
Ia menjelaskan, penetapan target kunjungan wisata pada 2026 dilakukan dengan mempertimbangkan capaian realisasi sepanjang tahun sebelumnya. Jika dipersentasekan, capaian kunjungan wisatawan pada 2025 mencapai sekitar 103 persen dari target yang ditetapkan.
Berdasarkan data Disporapar Kota Malang, kunjungan wisata pada 2025 masih didominasi oleh wisatawan nusantara dengan jumlah mencapai sekitar 3,3 juta orang. Sementara itu, jumlah wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 78.298 orang.
Menurut Baihaqi, sejumlah destinasi wisata unggulan di Kota Malang memberikan kontribusi signifikan terhadap capaian tersebut. Salah satunya adalah Kampung Kayutangan Heritage yang menjadi destinasi favorit wisatawan.
“Destinasi yang paling banyak dikunjungi adalah Kampung Kayutangan. Bahkan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, jumlah pengunjung bisa mencapai 5 hingga 6 ribu orang per hari. Ini sangat berkontribusi terhadap angka kunjungan wisata, selain destinasi Hawai Waterpark dan Kampung Warna Warni yang juga cukup diminati,” jelasnya.
Meski menetapkan target kunjungan yang cukup tinggi, Disporapar Kota Malang memastikan tidak akan melakukan pengembangan maupun penambahan destinasi wisata baru pada 2026. Sebagai gantinya, dinas terkait akan memaksimalkan potensi destinasi yang sudah ada.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan aspek perawatan dan pengelolaan destinasi agar tetap optimal serta mampu mempertahankan daya tarik bagi wisatawan.
Selain itu, Disporapar Kota Malang juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan bagi para pelaku usaha di sektor pariwisata, seperti agen perjalanan, hotel, dan restoran.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim liburan di awal 2026, khususnya pada momen Hari Raya Idul Fitri.
“Wisatawan harus memiliki kesan yang menyenangkan selama berkunjung, sehingga mereka ingin kembali lagi ke Kota Malang,” pungkas Baihaqi. (YD)















