
KOTA MALANG – malangpagi.com
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menyiagakan ratusan personel untuk menjaga kebersihan Stadion Gajayana dan area sekitarnya selama pelaksanaan Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU).
Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan pihaknya mengerahkan sebanyak 500 tenaga operasional khusus dari DLH Kota Malang. Personel tersebut akan bekerja secara bergiliran atau sistem shift selama kegiatan berlangsung.
“Dari 500 tenaga itu kami bagi dalam beberapa shift, mulai pukul 17.00, 23.00, 01.00, hingga sebelum Subuh sekitar pukul 04.00 WIB, serta setelah acara selesai,” ujar Raymond, Kamis (5/2/2026).
Selain dari Kota Malang, DLH juga mendapat dukungan personel dari DLH Kabupaten Malang dan Kota Batu. Namun, hingga saat ini jumlah pasti personel dari dua daerah tersebut masih dalam pendataan.
“Jumlah pastinya baru bisa kami pastikan besok. Namun dari Kota Malang sudah dipastikan ada 500 personel,” katanya.
Ratusan petugas kebersihan tersebut akan disebar di sejumlah titik, mulai dari dalam stadion, area luar stadion, tempat parkir, hingga ruas jalan sekitar lokasi acara, seperti Jalan Semeru, Merapi, Welirang, Kawi, dan Ijen.
Untuk mendukung pengangkutan sampah, DLH Kota Malang menyiapkan enam unit dump truck serta dua kendaraan tambahan guna mengantisipasi lonjakan volume sampah.
“Pada hari H, kami juga menyiagakan dua dump truck khusus sebagai tempat penampungan sementara sampah dari dalam dan sekitar stadion,” jelasnya.
Selain itu, DLH Kota Malang juga menyediakan dua unit mobil toilet dengan masing-masing empat bilik. Sementara itu, DLH Kabupaten Malang menyiapkan tiga kendaraan toilet, dua di antaranya ditempatkan di pintu barat Stadion Gajayana dan satu unit di sekitar Alun-Alun Merdeka atau Kantor Bupati Malang.
Sementara, DLH Kota Batu turut mendukung dengan menyediakan dua unit toilet portable yang ditempatkan di Jalan Semeru.
Raymond menyebutkan, jemaah dari Kabupaten Malang diperkirakan mencapai 25.000 orang, dengan titik kumpul di sekitar Alun-Alun Merdeka dan Kantor Bupati Malang.
“Untuk toilet di dalam stadion, selain fasilitas yang sudah ada, juga disediakan tambahan dari panitia berupa bilik-bilik toilet agar jemaah tidak kesulitan,” pungkasnya. (YD)














