Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Modus Job Talent, Sejumlah Perempuan Ungkap Dugaan Pelecehan Oknum Gus di Malang

Pelaku diduga kerap menyasar perempuan muda dengan modus menawarkan pekerjaan sebagai talent atau muse konten melalui media sosial.

by RedMP.
6 Februari 2026
in Kabupaten Malang
Bagikan Berita

Iustrasi. (Foro: Istimewa)

MALANG – malangpagi.com

Viral di sosial media, sejumlah perempuan di Malang mengungkap dugaan praktik pelecehan seksual dan manipulasi psikologis yang dilakukan oleh seorang oknum gus. Pelaku diduga kerap menyasar perempuan muda dengan modus menawarkan pekerjaan sebagai talent atau muse konten melalui media sosial.

Salah satu korban, pemilik akun @rizkanhy, mengaku pertama kali menerima tawaran kerja pada akhir Januari 2025. Tawaran tersebut disampaikan lewat media sosial dan pihak agensi, dengan keterangan singkat bahwa dirinya dibutuhkan sebagai talent untuk kebutuhan shooting ringan.

“Awalnya dibilang cuma jadi muse, tanpa penjelasan konsep yang jelas. Saya kira hanya seperti pemotretan biasa,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).

Menurut pengakuan korban, pelaku aktif mencari talent perempuan melalui berbagai platform digital, seperti Threads, Instagram, dan Facebook. Namun, setiap tawaran pekerjaan tidak disertai gambaran konsep produksi yang transparan. Lokasi pengambilan gambar disebut berada di kawasan Pakis, Kabupaten Malang.

Baca Juga :

Empat Kecamatan Jadi Penutup Pekan Islami XIX PT ACA, Iwan Kurniawan Santuni 1.605 Anak Yatim

Empat Kecamatan Jadi Penutup Pekan Islami XIX PT ACA, Iwan Kurniawan Santuni 1.605 Anak Yatim

12 Maret 2026
Polresta Malang Kota Luncurkan Microsite Informasi Mudik Lebaran 2026, Permudah Pemudik Akses Layanan Penting

Polresta Malang Kota Luncurkan Microsite Informasi Mudik Lebaran 2026, Permudah Pemudik Akses Layanan Penting

12 Maret 2026
Safari Ramadan Hari ke-10, PT ACA Bagikan 1.140 Santunan Yatim Piatu di Singosari dan Lawang

Safari Ramadan Hari ke-10, PT ACA Bagikan 1.140 Santunan Yatim Piatu di Singosari dan Lawang

11 Maret 2026
Jelang Lebaran, Polresta Malang Kota Bongkar Peredaran Uang Palsu Senilai Rp 94 Juta

Pantau Arus Mudik Lebaran, Polresta Malang Kota Dirikan Sejumlah Pos di Titik Strategis

11 Maret 2026
Sekda Kabupaten Malang Dorong Perusahaan Lain Tiru Program Pekan Islami Iwan Kurniawan

Sekda Kabupaten Malang Dorong Perusahaan Lain Tiru Program Pekan Islami Iwan Kurniawan

10 Maret 2026
Load More

“Briefingnya minim. Baru sampai lokasi, semuanya berubah dari yang disampaikan sebelumnya,” tuturnya.

Sementara itu, Korban lain, pemilik akun @sovinovitav, juga mengungkapkan adanya kejanggalan sejak hari produksi. Ia menyebut hampir seluruh kru di lokasi berjenis kelamin laki-laki, tanpa penjelasan ulang mengenai alur kerja maupun konsep konten.

Proses shooting berlangsung tidak sesuai jadwal, sering molor, berpindah-pindah tempat, hingga dilakukan di lokasi yang tidak lazim untuk produksi konten, seperti area penjualan maupun tempat penyembelihan hewan.

Di tengah proses tersebut, korban mengaku secara mendadak diminta melakukan adegan sumpah pocong tanpa pemberitahuan sebelumnya.

“Tagnya molor lama. Di tengah-tengah baru diberi tahu harus sumpah pocong,” ungkap @rizkanhy.

Sebagian korban sempat menolak permintaan tersebut. Namun, mereka berada dalam posisi tertekan akibat kondisi lokasi yang terpencil, situasi yang tidak kondusif, serta dominasi kru laki-laki di sekitar mereka.

Selain saat proses shooting, sejumlah korban juga mengungkap adanya pendekatan personal yang dilakukan oleh asisten pelaku sebelum diarahkan bertemu langsung dengan sosok yang disebut sebagai gus. Percakapan kemudian mulai bergeser dari konteks pekerjaan ke pembahasan mengenai uang, relasi pribadi, hingga kriteria pasangan hidup.

Korban juga diarahkan pada aktivitas yang diklaim sebagai bentuk pembuktian spiritual. Mereka diminta menuliskan nama dan tanggal lahir, lalu diberikan narasi bernuansa ramalan terkait kesialan, kematian, serta masa depan hidupnya.

“Saya takut, menangis, dan bingung harus bagaimana. Kondisi mental benar-benar tertekan,” ujar @sovinovitav.

Dalam situasi tersebut, @sovinovitav mengaku diarahkan untuk melakukan tindakan fisik yang tidak berkaitan dengan pekerjaan, termasuk diminta memijat pelaku dengan alasan ritual atau penangkal tertentu.

Ia berusaha menghindari situasi tersebut dengan berpura-pura kelelahan dan tertidur, hingga akhirnya dapat meninggalkan lokasi pada dini hari.

Pengakuan para korban ini diperkuat oleh sejumlah testimoni lain yang menunjukkan pola serupa, mulai dari tawaran pekerjaan fiktif, briefing yang tidak transparan, manipulasi berkedok spiritual, hingga dugaan tindakan asusila.

Para korban menyadari bahwa kasus dugaan pelecehan seksual sering kali sulit diproses secara hukum karena keterbatasan bukti visual maupun hasil visum. Oleh sebab itu, mereka memilih menyampaikan pengalaman melalui media sosial sebagai bentuk peringatan bagi masyarakat.

“Tujuannya bukan untuk menyebar kebencian, tapi saling mengingatkan agar lebih waspada, melakukan report, dan memblokir,” tegas salah satu korban.

Para korban juga memilih untuk tidak mengungkap identitas pelaku secara terbuka dengan mempertimbangkan aspek hukum dan keselamatan pribadi.

Melalui kasus ini, mereka berharap para pekerja kreatif, khususnya perempuan, dapat lebih berhati-hati dalam menerima tawaran kerja. Mereka disarankan untuk selalu meminta kontrak tertulis, briefing yang jelas, detail konsep produksi, serta memastikan keamanan lokasi dan kru.

“Dia memanfaatkan simbol agama untuk memanipulasi. Kontennya mengarah pada penistaan, seperti sumpah pocong dan pemaksaan kepercayaan terhadap hal-hal mistis,” pungkasnya. (YD)


Bagikan Berita
ADVERTISEMENT

Related Posts

Empat Kecamatan Jadi Penutup Pekan Islami XIX PT ACA, Iwan Kurniawan Santuni 1.605 Anak Yatim

Empat Kecamatan Jadi Penutup Pekan Islami XIX PT ACA, Iwan Kurniawan Santuni 1.605 Anak Yatim

12 Maret 2026

...

Safari Ramadan Hari ke-10, PT ACA Bagikan 1.140 Santunan Yatim Piatu di Singosari dan Lawang

Safari Ramadan Hari ke-10, PT ACA Bagikan 1.140 Santunan Yatim Piatu di Singosari dan Lawang

11 Maret 2026

...

Sekda Kabupaten Malang Dorong Perusahaan Lain Tiru Program Pekan Islami Iwan Kurniawan

Sekda Kabupaten Malang Dorong Perusahaan Lain Tiru Program Pekan Islami Iwan Kurniawan

10 Maret 2026

...

Semangat Iwan Kurniawan Tak Pernah Padam, Hibur dan Santuni 1.178 Anak Yatim di Tiga Kecamatan Kabupaten Malang

Semangat Iwan Kurniawan Tak Pernah Padam, Hibur dan Santuni 1.178 Anak Yatim di Tiga Kecamatan Kabupaten Malang

9 Maret 2026

...

Keceriaan Yatim Piatu Warnai Pekan Islami XIX PT ACA, Iwan Kurniawan Ajak Anak-Anak Joget Bersama

Keceriaan Yatim Piatu Warnai Pekan Islami XIX PT ACA, Iwan Kurniawan Ajak Anak-Anak Joget Bersama

8 Maret 2026

...

Tiga Yatim Piatu di Wonosari Temukan Harapan Baru, Kisah Haru di Balik Santunan Pekan Islami XIX PT ACA

Tiga Yatim Piatu di Wonosari Temukan Harapan Baru, Kisah Haru di Balik Santunan Pekan Islami XIX PT ACA

8 Maret 2026

...

Dua Dekade Pekan Islami Hampir Tercapai, Gus Hamim Apresiasi Istiqomah Iwan Kurniawan

Dua Dekade Pekan Islami Hampir Tercapai, Gus Hamim Apresiasi Istiqomah Iwan Kurniawan

7 Maret 2026

...

Load More
Next Post
Gus Idris Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual, Tegaskan Siap Tempuh Jalur Hukum

Gus Idris Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual, Tegaskan Siap Tempuh Jalur Hukum

KONI Jatim Desak Pengprov Kickboxing Cabut Pembekuan Pengkab. Terbukti Cacat Hukum

KONI Jatim Desak Pengprov Kickboxing Cabut Pembekuan Pengkab. Terbukti Cacat Hukum

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin