
KOTA MALANG – malangpagi.com
DPRD Kota Malang menegaskan agar setiap investasi yang masuk ke Kota Malang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membuka lapangan pekerjaan. Hal tersebut penting mengingat masih terdapat puluhan ribu warga yang belum memiliki pekerjaan.
Ketua Komisi A DPRD Kota Malang, Lelly Theresiyawati, menyebut persoalan pengangguran masih menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat sekitar 27.710 warga Kota Malang masih menganggur.
“Angka pengangguran di Kota Malang masih cukup tinggi, yakni sekitar 27 ribu jiwa,” ujarnya.
Meski pada tahun 2025 terjadi penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 0,7 persen, Lelly mengingatkan agar Pemerintah Kota Malang tidak lengah. Ia menilai, setiap kebijakan pembangunan maupun investasi yang masuk harus mampu memberikan kontribusi langsung terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.
Data dari Disnaker-PMPTSP Kota Malang menunjukkan bahwa realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp3,1 triliun. Sementara pada 2026, nilai investasi diproyeksikan meningkat hingga Rp3,6 triliun.
Menurut Lelly, Komisi A DPRD Kota Malang akan melakukan evaluasi terhadap berbagai proyek investasi yang telah masuk selama 2025, terutama terkait sejauh mana dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja bagi warga Kota Malang.
Untuk tahun 2026, pihaknya juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia menilai pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri menjadi langkah penting agar tenaga kerja lokal mampu bersaing di dunia kerja.
Selain itu, Pemkot Malang diminta memastikan bahwa investasi yang diproyeksikan mencapai Rp3,6 triliun pada 2026 benar-benar mampu membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
“Investasi harus bisa menciptakan lapangan kerja. Jika memungkinkan, diarahkan pada sektor-sektor padat karya yang relevan dengan kebutuhan pasar,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa tingginya angka pengangguran harus menjadi perhatian serius semua pihak.
“Jangan sampai investasi masuk, tetapi tidak memberikan kontribusi nyata terhadap terciptanya lapangan kerja,” tuturnya.
Di sisi lain, Lelly juga menyoroti keberadaan Malang Creative Center (MCC) sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif di Kota Malang. Menurutnya, fasilitas tersebut perlu dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas peluang kerja.
“Peran MCC harus diperkuat agar bisa menjadi katalisator dalam menciptakan lapangan kerja, terutama melalui dukungan terhadap pengembangan UMKM dan startup lokal,” pungkasnya. (YD)













