
KOTA MALANG – malangpagi.com
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memprioritaskan revitalisasi empat pasar rakyat dari total 26 pasar yang tersebar di wilayah setempat. Program perbaikan tersebut direncanakan diajukan untuk direalisasikan pada tahun 2027.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan empat pasar yang menjadi prioritas revitalisasi yakni Pasar Blimbing, Pasar Besar, Pasar Tawangmangu, dan Pasar Talun yang berada di kawasan Kayutangan.
“Dari total 26 pasar yang ada di Kota Malang, terdapat empat pasar yang belum pernah mendapatkan renovasi secara menyeluruh. Keempat pasar tersebut menjadi prioritas revitalisasi dan kemungkinan akan diajukan pada tahun depan,” ujar Eko, Senin (15/6/2026).
Menurut Eko, seluruh kebutuhan administrasi untuk mendukung rencana revitalisasi telah disiapkan, termasuk dokumen Detail Engineering Design (DED) yang menjadi dasar pelaksanaan pembangunan.
Ia menjelaskan, keberadaan DED sangat penting untuk memastikan proses revitalisasi berjalan sesuai dengan perencanaan, baik dari sisi desain, gambar teknis, maupun perhitungan konstruksi.
“Saat ini DED sudah tersedia dan tinggal kami serahkan kepada Wali Kota Malang untuk selanjutnya dibahas terkait penganggaran pelaksanaan revitalisasi masing-masing pasar,” katanya.
Dalam proses perencanaan, Pemkot Malang mempertimbangkan sejumlah aspek penting, mulai dari kemudahan akses bagi pengunjung, peningkatan kualitas pelayanan dan transaksi, hingga penataan infrastruktur bangunan pasar agar lebih nyaman dan representatif.
Eko menilai konsep pasar rakyat yang ideal adalah bangunan yang tidak bertingkat, sebagaimana diterapkan di Pasar Klojen dan Pasar Oro-Oro Dowo yang dinilai lebih memudahkan aktivitas perdagangan.
“Sebenarnya pasar rakyat yang ideal itu tidak bertingkat, seperti Pasar Klojen dan Pasar Oro-Oro Dowo,” ujarnya.
Revitalisasi pasar juga diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat saat berbelanja sehingga berdampak pada meningkatnya jumlah pengunjung dan aktivitas ekonomi para pedagang. Kondisi tersebut pada akhirnya akan berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar.
“Secara logika, jika infrastruktur dan pelayanan semakin baik, maka pedagang akan semakin nyaman berusaha dan kontribusi terhadap retribusi daerah juga akan meningkat,” tuturnya.
Pada tahun 2026, Pemkot Malang menargetkan penerimaan retribusi pasar mencapai Rp10 miliar. Hingga semester pertama 2026, realisasi pendapatan retribusi pasar telah mencapai sekitar Rp4 miliar atau 40 persen dari target yang ditetapkan. (YD)













