
KOTA MALANG – malangpagi.com
Upaya menghidupkan kembali jejak perjuangan Mayor Hamid Rusdi di Kota Malang terus dilakukan. Dari Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, kawasan yang diyakini memiliki kaitan erat dengan perjuangan sang pahlawan kini mulai dikembangkan menjadi Wisata Juang Wonokoyo.
Gagasan tersebut diinisiasi Suhartono, atau yang akrab disapa Abah Suhar. Bagi dirinya, pengembangan kawasan itu bukan sekadar menghadirkan destinasi wisata baru, melainkan bagian dari upaya memperkenalkan kembali sosok Hamid Rusdi kepada masyarakat sekaligus mewariskan nilai perjuangannya kepada generasi mendatang.
“Tujuannya hanya satu, yaitu mengangkat Hamid Rusdi supaya banyak orang yang mengenang, banyak orang yang membicarakan,” ujar Abah Suhar, Selasa (11/8/2026).
Sebagai putra asli Wonokoyo, Abah Suhar mengaku memiliki kebanggaan tersendiri karena wilayah tersebut mempunyai keterkaitan dengan perjalanan perjuangan Mayor Hamid Rusdi. Ia pun ingin kisah sejarah tersebut tidak berhenti sebagai cerita turun-temurun, tetapi dapat dikemas menjadi pengalaman edukatif yang bisa dinikmati masyarakat.
“Menurut sejarah yang saya ketahui, Hamid Rusdi meninggalnya di sini. Di tempat yang dibangun wisata juang ini,” katanya.
Konsep Wisata Juang Wonokoyo nantinya juga akan mengedepankan nuansa perjuangan. Para pengelola maupun masyarakat yang terlibat dalam aktivitas wisata direncanakan mengenakan pakaian atau kostum bernuansa perjuangan.
“Rencananya, semua yang melayani pengunjung ketika datang ke sini harus menggunakan kostum perjuangan. Untuk mengingatkan Hamid Rusdi dan pejuang lainnya pernah berjuang di tempat ini,” jelasnya.
Saat ini, pengembangan kawasan tersebut masih berlangsung secara bertahap. Abah Suhar mengawali pembangunan dari lahan pribadinya seluas sekitar satu hektare bersama masyarakat setempat. Sementara itu, secara keseluruhan terdapat potensi lahan milik masyarakat yang bisa dikembangkan hingga sekitar 10 hektare.
Berbagai fasilitas telah disiapkan dalam konsep pengembangan kawasan. Mulai taman, area bermain air, lapangan, kafe, pemancingan, paintball hingga wahana outbound.
Namun, menurut Abah Suhar, kekuatan utama Wisata Juang Wonokoyo tetap berada pada konsep wisata edukasi sejarah melalui program Napak Tilas Hamid Rusdi.
Melalui konsep tersebut, wisatawan nantinya tidak hanya menikmati suasana kawasan, tetapi juga diajak menyusuri sejumlah titik yang berkaitan dengan perjalanan perjuangan Hamid Rusdi. Beberapa di antaranya berupa rumah, lokasi rapat dan sejumlah tempat yang memiliki nilai sejarah.
Rute napak tilas itu nantinya direncanakan menggunakan jeep. Selama perjalanan, pengunjung akan mendapatkan penjelasan mengenai sejarah perjuangan Hamid Rusdi dan sejumlah lokasi yang menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
“Ini loh sejarahnya Hamid Rusdi itu, rumahnya ini loh, meninggalnya itu di sini loh, rapatnya di sini,” ujarnya.
Meski masih dalam tahap awal, Abah Suhar menyebut progres pembangunan kawasan saat ini telah mencapai sekitar 30 persen. Ia berharap dukungan pemerintah dapat membantu mempercepat pengembangan sejumlah fasilitas penunjang.
Salah satu yang diusulkan adalah pemanfaatan kawasan irigasi untuk mendukung jalur jeep maupun wahana perahu. Sementara area tanggul sungai direncanakan dapat dimanfaatkan sebagai jogging track.
Tak hanya berorientasi pada pelestarian sejarah, keberadaan Wisata Juang Wonokoyo juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Abah Suhar ingin warga nantinya dapat mengambil bagian dengan membuka usaha maupun menyediakan berbagai aktivitas pendukung wisata. Menurutnya, peluang ekonomi tersebut mulai terlihat, meski sebagian masyarakat masih memilih menunggu hingga kawasan tersebut benar-benar berkembang dan ramai dikunjungi.
“Saya harus mengawali terlebih dahulu, membuka jalan pertama. Nanti jika sudah ramai, masyarakat juga dapat merasakan dampak ekonomi ketika wisata ini menjadi ramai,” tuturnya.
Melalui pengembangan tersebut, Abah Suhar berharap Wonokoyo tidak hanya dikenal sebagai kawasan permukiman di wilayah timur Kota Malang, tetapi juga sebagai salah satu lokasi yang menyimpan sejarah perjuangan.
Lebih jauh, ia ingin nama Mayor Hamid Rusdi tetap hidup dan dikenal lintas generasi melalui kisah perjuangan yang terus diwariskan.
“Saya selaku putra daerah Wonokoyo asli merasa bangga, merasa senang di tempat kami itu ada satu pahlawan. Itu yang ingin kita angkat,” pungkasnya. (YD)












