
KOTA MALANG – malangpagi.com
Masyarakat Kota Malang sebentar lagi akan memiliki kawasan wisata religi baru. Pembangunan Masjid Al-Ihsan yang menjadi pusat kawasan Kampung Madinah di Jalan Joyosuko Agung, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang kini telah memasuki tahap akhir dengan progres pembangunan mencapai sekitar 85 persen.
Berdiri di atas lahan seluas tiga hektare, kawasan tersebut tidak sekadar dirancang sebagai tempat ibadah. Kampung Madinah diproyeksikan sebagai destinasi wisata religi sekaligus ruang edukasi Islam dan pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Masjid Al-Ihsan menjadi bangunan utama kawasan tersebut, dengan luas sekitar 1.200 meter persegi. Struktur utama masjid saat ini telah berdiri dan pekerjaan pembangunan mulai bergeser pada tahap penyelesaian.
Sejumlah detail arsitektur khas Masjid Nabawi di Madinah pun dibuat semirip mungkin. Mulai dari replika tiang ikonik, ornamen kayu jati berlapis emas, sistem pencahayaan, hingga penataan interior. Di luar bangunan masjid, pembangunan juga mencakup taman, area parkir terpadu, kawasan kulinerm serta sentra UMKM dengan konsep bernuansa Timur Tengah.
Dengan konsep tersebut, pengunjung tidak hanya datang untuk beribadah, tetapi juga dapat memperoleh pengalaman edukasi sekaligus menikmati aktivitas ekonomi dan kuliner dalam satu kawasan.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat sebelumnya mengatakan, keberadaan Kampung Madinah diharapkan memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat sekitar. “Selain sebagai tempat wisata religi, kawasan ini juga akan menggerakkan ekonomi masyarakat. Nantinya tersedia beragam produk dan pernak-pernik khas seperti yang dijumpai di Madinah,” ujar Wahyu.
Adopsi Konsep Masjid Ar Rahman Blitar
Pembangunan Masjid Al-Ihsan dan Kampung Madinah secara resmi dimulai melalui ground breaking pada 26 Oktober 2025 lalu. Acara tersebut dihadiri Menteri PPN/Kepala Bappenas saat itu, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., didampingi Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M.
Dari sisi arsitektur, Masjid Al-Ihsan mengadopsi konsep yang terinspirasi dari Masjid Ar Rahman di Kota Blitar. Pembangunan dilakukan oleh tim yang sama dengan izin serta kerja sama dari pengelola Masjid Ar Rahman. Konsep tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan atmosfer Masjid Nabawi di Kota Malang, tanpa menghilangkan fungsi utama kawasan sebagai ruang ibadah dan edukasi.

Destinasi Wisata Religi Terpadu
Tokoh heritage Malang Raya, Imawan Mashuri, melihat kawasan Kampung Madinah masih memiliki peluang untuk dikembangkan jauh lebih besar. Menurutnya, luas lahan yang mencapai sekitar tiga hektare dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan berbagai fasilitas yang memperkuat identitas kawasan sebagai destinasi wisata religi.
Salah satu gagasan yang ditawarkan adalah menghadirkan pusat penyembuhan holistik berbasis syariah yang dikelola secara profesional. Menurut Imawan, konsep tersebut dapat menggabungkan layanan medis dengan terapi herbal atau thibbun nabawi, bekam, fasdu, serta metode kesehatan Islami lainnya dengan tetap memperhatikan standar ilmiah, keamanan, dan higiene.
Gagasan lain yang dinilai menarik adalah Kebun Al-Qur’an. Kawasan tersebut dapat ditanami berbagai jenis tumbuhan yang disebutkan dalam Al-Qur’an, di antaranya tin dan zaitun, kemudian dipadukan dengan peternakan domba serta fasilitas edukasi mengenai flora dan fauna dalam perspektif Islam.
“Kalau lahannya sangat luas, bisa ditanami seluruh tanaman yang disebut dalam Al-Qur’an, ditambah peternakan domba dan ditata secara menarik. Ini bisa menjadi destinasi wisata religi yang belum dimiliki daerah lain di Indonesia,” ujar Imawan.
Selain fasilitas wisata, Imawan juga mendorong adanya terminal khusus untuk bus rombongan wisatawan maupun jamaah ziarah. Sistem transportasi internal seperti shuttle atau mobil golf dinilai dapat membuat pergerakan pengunjung di dalam kawasan yang luas tersebut menjadi lebih nyaman.
Ikon Baru Kota Malang
Dengan progres pembangunan yang telah mencapai tahap finishing, Masjid Al-Ihsan dan Kampung Madinah kini tinggal menyelesaikan sejumlah pekerjaan akhir sebelum memasuki tahap operasional.
Jika seluruh konsep tersebut dapat diwujudkan secara terintegrasi, kawasan ini berpotensi menjadi lebih dari sekadar replika Masjid Nabawi. Kampung Madinah dapat berkembang sebagai pusat wisata religi, edukasi Islam, pemberdayaan UMKM dan ruang interaksi masyarakat.
Bagi Kota Malang yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata pendidikan dan keluarga di Jawa Timur, kehadiran Kampung Madinah juga membuka segmen baru dalam pengembangan pariwisata.
Tantangannya kini adalah memastikan kawasan tersebut tidak berhenti pada daya tarik arsitektur semata. Pengelolaan profesional, program edukasi yang kuat, fasilitas wisata yang menarik, serta keterlibatan masyarakat lokal akan menjadi faktor penting agar Kampung Madinah benar-benar mampu menjadi ikon baru wisata religi Kota Malang. (Red)













