
KOTA MALANG – malangpagi.com
Angka kebakaran di Kota Malang sepanjang triwulan ketiga 2026 mencapai 116 kejadian. Dari total insiden selama Juli hingga September tersebut, kebakaran lahan kosong mendominasi dengan 74 kasus atau sekitar 64 persen dari keseluruhan kejadian.
Berdasarkan data Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, objek kebakaran lainnya meliputi fasilitas umum sebanyak 16 kejadian, rumah dan permukiman warga 10 kejadian, bangunan pertokoan tiga kejadian, serta gudang tiga kejadian.
Kepala UPT Damkar Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, mengungkapkan bahwa September menjadi periode dengan intensitas kebakaran tertinggi. Tercatat sebanyak 66 kejadian terjadi pada bulan tersebut, seiring kondisi puncak musim kemarau yang membuat lahan semakin kering dan mudah terbakar.
“Selama bulan September, terjadi sebanyak 66 kebakaran. Di bulan tersebut merupakan puncak musim kemarau dengan kondisi lahan yang sangat kering sehingga rawan terjadi kebakaran,” ujar Pandu, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan, kelalaian manusia hingga tindakan sengaja menjadi faktor utama penyebab kebakaran. Kebiasaan membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan menjadi pemicu yang kerap ditemukan, selain rambatan api liar dan korsleting listrik pada bangunan.
Dari sisi persebaran wilayah, Kecamatan Kedungkandang menjadi daerah dengan jumlah kejadian kebakaran tertinggi, yakni 34 kasus. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Lowokwaru dengan 33 kejadian, Kecamatan Sukun 24 kejadian, Kecamatan Blimbing 16 kejadian, dan Kecamatan Klojen delapan kejadian.
Rentetan kebakaran tersebut juga menimbulkan kerugian materiil yang cukup besar. UPT Damkar Kota Malang memperkirakan total kerugian selama triwulan ketiga 2026 mencapai Rp2,16 miliar. Selain kerugian harta benda, kebakaran juga mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan enam orang mengalami luka-luka akibat luka bakar.
Sejumlah insiden berskala besar turut mewarnai kejadian kebakaran pada September. Di antaranya kebakaran di bangunan Instalasi Gizi Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) pada Rabu (9/9/2026), kebakaran gudang perpustakaan dan ruang kesenian SMPN 7 Kota Malang pada Minggu (20/9/2026), serta kebakaran kompleks ruko di Jalan Raya Tidar pada Selasa (22/9/2026).
Menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau, Pandu mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang melibatkan api. Warga diminta menghindari pembakaran sampah di ruang terbuka, terlebih ketika kondisi angin cukup kencang.
“Apabila melakukan kegiatan bakar-bakar sampah, pastikan ditunggu hingga padam dan jangan langsung ditinggal. Saat ini kemarau dan anginnya cukup kencang, bara api bisa terbang ke lahan kosong yang kering dan berpotensi menyebabkan kebakaran meluas,” tegasnya. (YD)












