
KOTA MALANG – malangpagi.com
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memperingati World Cleanup Day (WCD) 2026 dengan menggelar aksi bersih sungai dan penanaman pohon di kawasan Sungai Metro, Clumprit, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan ini menjadi upaya nyata menjaga kebersihan aliran sungai sekaligus melestarikan lingkungan di sekitar sumber air.
Aksi yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut diikuti sekitar 300 peserta dari unsur pemerintah, kepolisian, dunia usaha, dan masyarakat. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat secara langsung memimpin kegiatan bersih-bersih dan tanam pohon tersebut.
Wahyu Hidayat menegaskan, peringatan World Cleanup Day tidak sekadar menjadi kegiatan membersihkan sampah, tetapi juga momentum untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.
“Kami ingin mengajak masyarakat membangun kebiasaan menjaga kebersihan serta merawat lingkungan yang berkelanjutan. Kebersihan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Wahyu.
Selain membersihkan aliran sungai, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon di sekitar sumber air Merjosari yang menjadi aset Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang. Langkah ini dilakukan untuk mendukung pelestarian lingkungan sekaligus menjaga kawasan resapan air.
“Kebersihan sungai dan kelestarian kawasan sumber air perlu dijaga secara bersama-sama agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” tutur Wahyu.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menjelaskan bahwa aksi bersih sungai merupakan bagian dari rangkaian World Cleanup Day 2026 yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Raymond menyebut, kegiatan sebelumnya telah dilakukan di kawasan Car Free Day bersama mahasiswa dan komunitas WCD Kota Malang, kemudian dilanjutkan dengan pembersihan aliran Sungai Brantas di kawasan Kadalpang dan Sungai Metro.
“Pada kegiatan sebelumnya di aliran sungai ini kami berhasil membersihkan sebanyak tiga ton sampah. Sampah tersebut diangkut menggunakan tiga mini dump truck. Kemudian hari ini kami sediakan satu mini dump truck,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan bersih sungai dan penanaman pohon dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat, khususnya agar tidak lagi membuang sampah ke sungai maupun saluran air.
“Melalui peringatan World Cleanup Day 2026, kamk berharap kepedulian terhadap kebersihan sungai dan pelestarian lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (YD)












