
KAB. MALANG – malangpagi.com
Gerakan pelestarian adat istiadat tradisi dan budaya kian marak setelah hadirnya Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Tak sedikit instansi, komunitas, kelompok pelaku adat tradisi seni dan budaya, yang kemudian memiliki agenda dan memilih salah satu dari 10 Objek Pemajuan Kebudayaan untuk dikembangkan.
Salah satunya adalah kegiatan Sanggul Massal yang dilaksanakan dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Perempuan Bersanggul Nusantara (HUT PBN) yang digelar di rumah makan Waroeng Tani, Dau, Kabupaten Malang, Minggu (5/3/2023)
Ketua Umum HUT PBN, Sany Repriandini, dalam orasi budayanya menegaskan tentang pentingnya kembali membudayakan sanggul sebagai kecantikan mahkota, dan kebaya sebagai kostum busana perempuan nusantara untuk memperkuat jati diri bangsa.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai warisan leluhurnya, dan sanggul kebaya adalah warisan budaya tak benda yang dilindungi Undang-Undang,” terangnya.
Sementara itu, Marcelia Apriari Hendraswati bersama rombongan Korwil Daerah Istimewa Yogyakarta turut memeriahkan HUT ke-3 PBN dengan menampilkan Tari Pendet serta flashmob Tari Tandang Gawe. “Penampilan kami dari Jogja semoga menjadi bagian dari ajakan pelestarian warisan budaya nusantara,” ucapnya.
Hal senada juga disampaikan perwakilan Korwil Semarang, Siska Lien, yang mengaku terharu karena perjuangan Komunitas PBN dalam pelestarian sanggul tidaklah mudah. “Tantangan kita ada pada generasi milenial. Di mana mereka harus tahu bahwa sanggul itu mahkota perempuan nusantara,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Rabindra Annesa Danejvara yang datang mewakili Kampung Budaya Polowijen menyampaikan bahwa para remaja putri perlu mendapatkan arahan. “Untuk itu tolong diberi banyak ruang agar pelestarian seperti sanggul dan kebaya dapat diterima di generasi muda,” ucap gadis yang biasa disapa Vira itu.
Untuk itu, menurutnya banyak momentum perlu yang diciptakan, baik melalui event, ajang fashion, juga perlombaan, sehingga akan muncul banyak kreativitas dan inovasi terhadap sanggul nusantara
Kegiatan yang mengusung tahuk Sanggul sebagai Jatidiri Bangsa tersebut turut dihadiri antara lain Keluarga Hayuning Mas Malang Raya, Komunitas Citra Kebaya Indonesia, Komunitas Cinta Berkain Indonesia, Kampung Budaya Polowijen, serta 100 peserta yang semuanya mengenakan sanggul dan kebaya. (Har/MAS)















