
KOTA MALANG – malangpagi.com
Pemerintah dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu telah memutuskan untuk menambah bantuan sosial berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp600 ribu, sebagai langkah antisipasi kenaikan harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar.
Sehubungan dengan keputusan pemerintah, yang tidak langsung akan berdampak dengan kenaikan harga di berbagai aspek ekonomi tersebut, kolompok Aliansi Singo (Sing Njogo) Malang atau ASN menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Kota Malang, Kamis (15/9/2022).
Dalam orasinya, korlap Dersi Hariono menyebut bahwa kenaikan harga BBM adalah sebuah kebijakan yang sangat berat, namun adalah pilihan terbaik yang harus dilakukan. “Mengingat beban subsidi cukup besar, sementara krisis global dan energi menyebabkan harga minyak tidak bisa dikontrol,” serunya.
Lanjutnya, kebijakan pemerintah tersebut tentunya akan dirasa berat oleh masyarakat. Karena berimbas pada harga barang-barang lainnya yang pasti akan ikut merangkak naik. “Sehingga kebijakan kompensasi atas naiknya harga BBM sangatlah penting untuk saat ini. Salah satunya dengan program BLT. Maka dari itu harus benar-benar kita kontrol dan awasi bersama terkait penyalurannya,” ujar pria yang akrab disapa Gus Dersi itu. “Dengan naiknya harga BBM, potensi terjadinya inflasi juga akan menyebabkan kondisi rawan pangan,” lanjutnya.
Persoalan yang terjadi sekarang, menurut Dersi tidak dapat diselesaikan tanpa kerja sama semua pihak. Pemerintah Kabupaten, Kota, Provinsi, terutama masyarakat, harus bergandeng tangan dan bergotongroyong seperti saat menghadapi pandemi Covid-19. “Persistensi inflasi BBM ini biasanya sekitar enam bulan. Biasanya harga sudah mulai normal dan sudah bisa dikompensasi. Itupun kalau dilihat dari sisi persistensi inflasi,” ujarnya.
Pihaknya berharap, kenaikan harga BBM tidak secara langsung menurunkan pertumbuhan perekonomi, yang saat ini sedang dikejar. Sehingga tidak timbul hal-hal negatif lainnya yang mengikuti. “Kami berharap kenaikan harga BBM tidak membuat semangat masyarakat menurun. Tetapi harus semakin bersemangat dalam pemulihan ekonomi,” tutup Dersi.
Dalam aksi damai ini massa melontarkan lima poin tuntutan, yaitu:
- Bersama-sama memonitor dan mengawasi BLT subsidi BBM agar tepat sasaran;
- Bersama-sama memantau dan mengawasi BBM bersubsidi harus tepat sasaran, yaitu hanya untuk rakyat dengan ekonomi lemah;
- Mendukung penyitaan aset/harta koruptor untuk hajat hidup masyarakat kecil;
- Meniadakan remisi atau keringanan hukuman bagi koruptor;
- Hukum mati para koruptor.
(DK99/MAS)