
KOTA MALANG – malangpagi.com
Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang menetapkan fokus utama pada tahun anggaran 2026 untuk mempertahankan kualitas layanan serta menjaga kebersihan fasilitas olahraga, kepemudaan, dan ekonomi kreatif. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah strategis menyikapi adanya efisiensi belanja daerah.
Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi menjelaskan, pada tahun 2026 pihaknya tidak mengalokasikan anggaran untuk perbaikan konstruksi atau renovasi besar fasilitas olahraga. Namun, seluruh kebijakan diarahkan pada pemeliharaan ringan dan kebersihan sarana yang telah ada.
“Prioritas kami di 2026 adalah mempertahankan layanan fasilitas olahraga, kepemudaan, dan ekonomi kreatif. Jadi tidak ada paket-paket perbaikan konstruksi. Fokusnya hanya menjaga kebersihan stadion, lapangan, dan sarana olahraga, karena memang terjadi efisiensi belanja dan itu harus kami sikapi,” ujar Baihaqi, Senin (12/1/2026).
Meski tidak ada pembangunan atau renovasi besar, Baihaqi memastikan seluruh fasilitas olahraga di Kota Malang masih dalam kondisi layak dan siap digunakan masyarakat. Menurutnya, pemeliharaan yang dilakukan pada tahun sebelumnya sudah cukup menopang kondisi fasilitas di 2026.
Ia menegaskan, besaran anggaran tahun 2026 tidak bisa dibandingkan secara langsung dengan tahun 2025. Pasalnya, pada 2025 Kota Malang menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur, sehingga kebutuhan dan alokasi anggaran saat itu jauh lebih besar.
“Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya tidak bisa apple to apple. Tahun 2025 ada Porprov, momentumnya berbeda dan kebutuhan anggarannya juga jauh lebih besar,” jelasnya.
Selama pelaksanaan Porprov 2025, Disporapar telah melakukan berbagai pemeliharaan dan penunjang fasilitas olahraga. Setelah event tersebut selesai, pada 2026 tidak lagi dilakukan pemeliharaan berskala besar.
“Pemeliharaan kemarin sudah dilakukan saat Porprov. Di 2026 ini sudah tidak ada lagi, tinggal menjaga kebersihannya saja agar tetap terawat,” ungkap Baihaqi.
Ia mengatakan, meskipun tidak ada renovasi besar, perbaikan ringan tetap dilakukan jika dibutuhkan. Salah satunya di GOR Ken Arok yang direncanakan menjadi lokasi penyelenggaraan Proliga pada Februari 2026.
“Kemarin saya pantau langsung ke lapangan, ada atap yang bocor. Itu kami perbaiki supaya nanti saat digunakan, terutama kalau hujan, tidak bocor lagi,” pungkasnya. (Dik/YD)













