Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Gabungan Asosiasi Pengusaha Desak Pemerintah Terbitkan Regulasi Gula Lokal

Pesannya harus sampai (ke pemerintah pusat), dan akhirnya terjadilah regulasi. Regulasi biasanya timbul karena ada desakan.

by Red
11 Februari 2021
in Ekonomi Bisnis, Kabupaten Malang
Bagikan Berita

Gula lokal. (Ilustrasi / Foto: MAS/MP)

KABUPATEN MALANG – malangpagi.com

Menindak lanjuti ide gerakan kepedulian terhadap petani tebu lokal, dua asosiasi pengusaha Malang Raya mengadakan tatap muka dengan Ketua Umum PKPTR (Pusat Koperasi Primer Tebu Rakyat), KH Hamim Kholili atau Gus Hamim dan General Manager PG Krebet Baru I, Adang Sukendar Djuanda, Kamis pagi (11/2/2021)

Pada pertemuan yang belangsung hangat di kediaman Gus Hamim di Pondok Pesantren (Ponpes) Roudlatul Ulum 2 Putri, Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, dua asosiasi yaitu Apkrindo (Asosiasi Pengusaha Kafe dan Resto Indonesia) dan IMA (Indonesia Marketing Association) Chapter Malang sepakat mencetuskan sebuah gerakan sosial berupa “Gerakan Membeli Gula Lokal”.

Presiden IMA Chapter Malang, Kurniawan Muhammad, mendesak para Kepala Daerah untuk membuat regulasi, supaya gula-gula lokal petani dapat dijual di retail-retail yang ada di Malang, sehingga masyarakat tidak membeli gula impor.

“Kami rencananya akan audiensi dengan tiga Kepala Daerah Malang Raya. Gerakan ini nantinya akan dipelopori di Malang. Bahwa gula yang beredar harus gula lokal Malang,” terang pria yang juga menjabat sebagai Direktur Jawa Pos Radar Malang itu.

Baca Juga :

Penuhi Janji. Gabungan Asosiasi Pengusaha Malang Raya Beli 3,4 Ton Gula Lokal

Penuhi Janji. Gabungan Asosiasi Pengusaha Malang Raya Beli 3,4 Ton Gula Lokal

17 Februari 2021
Petani Tebu Minta Harga Eceran Tertinggi Gula 14 Ribu Rupiah

Petani Tebu Minta Harga Eceran Tertinggi Gula 14 Ribu Rupiah

12 Februari 2021
Load More

“Gerakan semacam ini bisa berjalan daerah lain bisa kok. Seperti di Yogyakarta misalnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Fifi Trisjanti selaku Dewan Pembina IMA Chapter Malang sekaligus Direktur Mall Malang Town Square (Matos) berencana memasarkan gula lokal di supermarket dengan harga khusus.

“Saya akan ambil beberapa ton (gula lokal), dan nantinya akan jual di mall di bawah HET (harga eceren tertinggi). Dalam waktu dekat kami akan menggelar promo “Tebus Gula Murah” sekaligus menyambut perayaan Imlek,” tuturnya.

Tak jauh berbeda, Ketua Apkrindo Malang, Indra Setiyadi mengaku asosiasinya akan membeli gula petani sekitar 1,5 ton untuk para anggota. “Mungkin jumlah ini tidak seberapa. Namun yang terpenting adalah esensi dari gerakan ini, untuk membangkitkan semangat membantu petani tebu lokal,” ungkap pemilik Rumah Makan Kertanegara Malang itu.

Indra juga mengonfirmasi, bahwa sejumlah asosiasi pengusaha Malang Raya, di antaranya APPBI (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia) dan PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) siap mendukung gerakan ini.

Mendengar gagasan gabungan asosiasi pengusaha Malang Raya tersebut, Gus Hamim melayangkan apresiasi. Ia berharap, gerakan yang dicetuskan di Malang ini mendapat respons hingga ke Pemerintah Pusat.

“Ini artinya, teman-teman importir harus peduli. Jika pengusaha Malang Raya bisa peduli (nasib petani tebu lokal), kenapa importir tidak? Pesannya harus sampai (ke Pemerintah Pusat), dan akhirnya terjadilah regulasi. Regulasi biasanya timbul karena ada desakan,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Roudlatul Ulum itu.

Adang Sukendar Djuanda selaku GM PG Krebet I Malang menegaskan, bahwa sejatinya gula lokal tidak kalah dengan gula impor atau gula rafinasi.

“Gula impor warnanya putih sekali, kadang cenderung lembut. Rasanya kurang manis dibanding gula lokal. Sebenarnya gula lokal pun bisa diproses putih, tapi hasilnya tidak putih sekali,” papar Adang.

Saat ini masih ada sisa 44 ribu ton gula petani menumpuk di gudang PG Krebet Baru dan PG Kebon Agung. Jumlah ini berkurang 11 ribu ton dari temuan akhir bulan lalu, yaitu sebanyak 65 ribu ton (baca: Tiga Asosiasi Pengusaha Malang Raya Canangkan Gerakan Beli Gula Lokal).

“Harus laku sebelum musim giling berikutnya, Juni 2021. Yang jadi masalah, itu gula milik petani yang belum dibayar. Sepanjang sejarah, ini yang terparah,” pungkas Gus Hamim.

 

Reporter : MA Setiawan

Editor : Redaksi

 

 

 


Bagikan Berita
Tags: Gus HamimKH Hamim KholiliPusat Koperasi Primer Tebu RakyatTiga Asosiasi Pengusaha Malang Raya Canangkan Gerakan Beli Gula Lokal
ADVERTISEMENT

Related Posts

GSD Dibuka Kembali Usai Lebaran, Warga Dampit Antusias Ikuti Senam Sehat Bersama

GSD Dibuka Kembali Usai Lebaran, Warga Dampit Antusias Ikuti Senam Sehat Bersama

12 April 2026

...

Gelar Halalbihalal di Malang, Ahmad Irawan Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah

Gelar Halalbihalal di Malang, Ahmad Irawan Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah

9 April 2026

...

Gagal Menang, Arema FC Ditahan Imbang Malut United 1-1

Gagal Menang, Arema FC Ditahan Imbang Malut United 1-1

3 April 2026

...

Manajemen Baru Wendit Buka Suara Soal Tunggakan Pembayaran Vendor CCTV dan Audio Sebesar Rp 105 Juta

Manajemen Baru Wendit Buka Suara Soal Tunggakan Pembayaran Vendor CCTV dan Audio Sebesar Rp 105 Juta

2 April 2026

...

Vendor di Malang Keluhkan Tunggakan Proyek CCTV dan Audio di Wisata Wendit, Sebut Capai Rp105 Juta

Vendor di Malang Keluhkan Tunggakan Proyek CCTV dan Audio di Wisata Wendit, Sebut Capai Rp105 Juta

2 April 2026

...

Empat Kecamatan Jadi Penutup Pekan Islami XIX PT ACA, Iwan Kurniawan Santuni 1.605 Anak Yatim

Empat Kecamatan Jadi Penutup Pekan Islami XIX PT ACA, Iwan Kurniawan Santuni 1.605 Anak Yatim

12 Maret 2026

...

Safari Ramadan Hari ke-10, PT ACA Bagikan 1.140 Santunan Yatim Piatu di Singosari dan Lawang

Safari Ramadan Hari ke-10, PT ACA Bagikan 1.140 Santunan Yatim Piatu di Singosari dan Lawang

11 Maret 2026

...

Load More
Next Post
Cegah Warganya Terpapar Covid-19, Forkopimcam Omben Bagi Masker Gratis

Cegah Warganya Terpapar Covid-19, Forkopimcam Omben Bagi Masker Gratis

Polres Malang Raih Penghargaan Satuan Wilayah Terbaik

Polres Malang Raih Penghargaan Satuan Wilayah Terbaik

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin