Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
No Result
View All Result
Malang Pagi

Hari Pahlawan, Dongeng Politis atau Peristiwa Sejarah ?

by Darsono
10 November 2018
in Global
Bagikan Berita

Oleh : Dyah Arum Sari S.S, M.Pd

Setiap tahun pada tanggal 10 November, Indonesia selalu memperingati Hari Pahlawan. Peringatan ini bertujuan untuk mengenang berbagai macam jasa para pahlawan.

Hal ini dibuktikan dengan pengibaran bendera merah putih setengah tiang oleh seluruh warga masyarakat baik dirumah, di gedung-gedung perkantoran lembaga pendidikan maupun pusat keramaian.

Pengibaran bendera setengah tiang ini sudah diatur dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, Dan Lambang Negara Serta Lagu Kebangsaan Pasal 12 ayat 4 sampai ayat 11 yang menjelaskan bahwa pengibaran bendera setengah tiang itu diperbolehkan sebagai pertanda berkabung.

Baca Juga :

Kapolres Sampang Pimpin Upacara Hari Pahlawan Di TMP Kusuma Negara

Kapolres Sampang Pimpin Upacara Hari Pahlawan Di TMP Kusuma Negara

10 November 2020
Rektor Unesa: Kita Harus Tetap Optimistis dan Tangguh Hadapi Era Covid-19

Rektor Unesa: Kita Harus Tetap Optimistis dan Tangguh Hadapi Era Covid-19

10 November 2020
Pemuda Pancasila Kota Malang Ajak Berjuang Dalam Budaya

Pemuda Pancasila Kota Malang Ajak Berjuang Dalam Budaya

9 November 2020
Instansi dan Komunitas Se-Kota Malang Siap Ramaikan Napak Tilas Hamid Rusdi

Instansi dan Komunitas Se-Kota Malang Siap Ramaikan Napak Tilas Hamid Rusdi

7 November 2020

Nilai Kepahlawanan Dalam Memperkokoh Nasionalisme di Era Milenial

11 November 2019
Load More

Tak hanya itu, upacara bendera pun dilaksanakan diberbagai instansi tidak lupa dalam upacara tersebut diamanatkan untuk mengheningkan cipta mendoakan arwah para pahlawan.

Menurut Ketua Departemen Perempuan dan Anak Dewan Pimpinan Pusat Partai PERINDO, Hari Pahlawan adalah momentum penting yang dimiliki seluruh anak bangsa untuk bersama-sama bersatu dan menyegarkan ingatan akan kegigihan para pahlawan, terutama Bung Tomo dan arek–arek Suroboyo ketika membentengi Indonesia dalam melakukan perlawanan terhadap Belanda dan sekutunya serta ultimatum pada kubu rekolonialis.

“Tanpa meremehkan peran para pahlawan nasionalis yang gugur pada peristiwa historis itu, tapi mari kita juga mengingat Tan Malaka yang bergelar pahlawan sedangkan Presiden RI kedua HM Soeharto, Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah diusulkan agar mendapatkan gelar pahlawan nasional namun belum diberikan? Lalu mantan Komandan Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) Sarwo Edhie Wibowo yang batal dinobatkan sebagai pahlawan nasional pada 2014? Apakah Sakera tidak berjuang seperti Hasanuddin? Apakah Teuku Umar adalah pahlawan bagi orang Kalimantan? Apakah Wiji Thukul sepahlawan Munir?”

Kita sendiri masih dalam kebimbangan dalam menentukan siapa yang pantas diberikan gelar pahlawan dan kriterianya apa saja. Apakah gelar pahlawan itu hanya diberikan pada mereka yang identik dengan peperangan melawan penjajah (sejarah) atau mempunyai palka perjuangan yang partikular (politis) misal etape karir militer, presiden atau yang lainnya.

“Inilah mengapa, pada momentum hari pahlawan ini, penting bagi kita untuk memaknai dengan hikmad tidak sekedar memperingati”

Perempuan yang lahir tepat di Hari Pahlawan ini mengingatkan, hari-hari besar nasional yang telah diabsahkan negara haruslah dijaga untuk terus memelihara dan membangkitkan komitmen demi majunya peradaban bangsa dan negara.

Tugas semua pihak saat ini adalah memberi makna baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan perkembangan zaman.

 

10 November 2018

 

 

 

Editor : Putut


Bagikan Berita
Tags: 10 November 2018Hari Pahlawan
ADVERTISEMENT

Related Posts

Konser Sambang Sambung Sketsa Jalanan Sukses Gemparkan Gedung Kesenian Gajayana

Konser Sambang Sambung Sketsa Jalanan Sukses Gemparkan Gedung Kesenian Gajayana

27 Juli 2025

...

Turnamen Tenis Open di Malang Jadi Ajang Pemanasan Jelang Porprov Jatim 2025

Turnamen Tenis Open di Malang Jadi Ajang Pemanasan Jelang Porprov Jatim 2025

8 Juni 2025

...

Selamat Istirahat Bersama Bapa di Surga, Paus Fransiskus

Selamat Istirahat Bersama Bapa di Surga, Paus Fransiskus

21 April 2025

...

IDI Bakal Sanksi Tegas Dokter di RS Malang yang Lecehkan Pasien

IDI Bakal Sanksi Tegas Dokter di RS Malang yang Lecehkan Pasien

17 April 2025

...

Gedung DPRD Kota Malang Dibakar Ratusan Massa Aksi Demo Tolak UU TNI

Gedung DPRD Kota Malang Dibakar Ratusan Massa Aksi Demo Tolak UU TNI

23 Maret 2025

...

Gelar Gebyar UMKM, Pj Wali Kota Malang Dorong UMKM Naik Kelas

28 Desember 2024

...

Polres Malang Gelar Pra Rekonstruksi Kecelakaan di Tol Pandaan-Malang

Polres Malang Gelar Pra Rekonstruksi Kecelakaan di Tol Pandaan-Malang

28 Desember 2024

...

Load More
Next Post
Ayom Sarpow, Dari Alat Musik Tradisional Menjadi Internasional

Ayom Sarpow, Dari Alat Musik Tradisional Menjadi Internasional

Sutiaji Tabur Bunga di Ebesnya Arek Malang, (alm) Sugiyono Walikota Malang periode 1973-1983

Sutiaji Tabur Bunga di Ebesnya Arek Malang, (alm) Sugiyono Walikota Malang periode 1973-1983

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin