Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Inovasi Museum Ganesya Kenalkan Koleksi Sejarah Lewat Instagram Live

Selama uji coba, Museum Ganesya buka mulai jam 4 sore hingga 9 malam, dengan harga tiket sebesar 25 ribu rupiah.

by Red
14 September 2021
in Kota Malang, Seni & Budaya, Wisata
Bagikan Berita

Wayang dan seperangkat gamelan, alat kesenian yang digunakan sebagai media penyebaran agama Islam di Pulau Jawa (Foto: Hariani/MP)

KOTA MALANG – malangpagi.com

Setelah dua bulan lebih harus tutup lantaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), kini Museum Gelar Indonesia Budaya (Ganesya) dibuka kembali.

Museum yang berlokasi di Jalan Graha Kencana Raya, Karanglo, Kota Malang mengusung tema sejarah, mulai zaman pra sejarah, peradaban Hindu Budha, hingga penyebaran agama Islam di tanah air.

Museum Ganesya terpilih dalam uji coba pembukaan tempat wisata di PPKM level 3. Pasalnya museum ini dianggap telah siap dalam penerapan protokol kesehatan, dan mampu menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Menurut Corporate Communication Hawai Group Malang, Andi Prasetya, dalam masa uji coba ini pihaknya menetapkan aturan pengunjung harus sudah vaksin minimal dosis pertama. Anak usia di bawah 12 tahun dan lansia di atas 70 tahun tidak diperkenankan masuk.

Baca Juga :

Menyimak Koleksi Manik-Manik Museum Ganesya Malang. Bukti Kemajuan Peradaban Manusia

Menyimak Koleksi Manik-Manik Museum Ganesya Malang. Bukti Kemajuan Peradaban Manusia

21 Mei 2022
Mengintip Ragam Permainan Tradisional di Museum Ganesya

Mengintip Ragam Permainan Tradisional di Museum Ganesya

7 Desember 2021
Sinergi Tiga Instansi Hadirkan Festival Panji Nusantara 2020

Sinergi Tiga Instansi Hadirkan Festival Panji Nusantara 2020

28 November 2020
Load More

“Selama uji coba, Museum Ganesya buka mulai jam 4 sore hingga 9 malam, dengan harga tiket sebesar 25 ribu rupiah,” terang Andi kepada Malang Pagi, Minggu (12/9/2021).

Artefak Gajah Mada, mahapatih di masa Kerajaan Majapahit (Foto: Hariani/MP)

Andi mengungkapkan, manajemen Hawai Group yang menaungi Museum Ganesya melakukan program terobosan yang sangat cocok di masa pandemi.

“Seminggu sekali, tepatnya pada Jumat pukul satu siang, kami melakukan siaran langsung melalui Instagram, berupa program edukasi untuk mengenalkan kebudayaan nusantara, sekaligus menampilkan koleksi-koleksi Museum Ganesya,” tuturnya

Museum Ganesya didirikan pada 5 Juni 2019. Penamaan Ganesya memiliki makna dalam mitologi, yaitu dewa ilmu pengetahuan. “Hal tersebut sesuai misi menebar pengetahuan budaya dan sejarah yang diemban museum ini,” jelas guide Museum Ganesya, Ampri Bayu.

Museum budaya terbesar di Malang Raya ini terletak di lantai 2 dan 3 pintu masuk Haway Waterpark. Lantai dua menyajikan artefak-artefak, manik-manik, keris, dan alat tukar yang merupakan manifestasi kekayaan budaya dan sosial bangsa Indonesia di masa lampau dan masa kini.

Artefak berupa guci, koleksi Museum Ganesya. (Foto: Hariani/MP)

Amri menunjukkan koleksi uang logam beraksara Cina, yang merupakan alat tukar di zaman keemasan Majapahit. “Hal ini membuktikan bahwa Nusantara telah maju dan dapat melakukan ekspansi ke negeri Cina” jelasnya.

Tak kalah menarik keberadaan Batu Bertulis di museum ini, yang merupakan peninggalan sejarah antara abad X hingga XV, dan merupakan temuan purbakala di wilayah Jawa Timur.

“Tidak semua prasasti berisikan hal yang penting, dan tak semua pula dapat dibaca oleh pakarnya. Termasuk Batu Bertulis di Museum Ganesya ini, yang masih menjadi teka-teki,” ujar Amri.

Penataan Museum Ganesya dengan desain modern dan elegan. (Foto: Hariani/MP)

Menuju lantai 3, kita menemukan pajangan topeng beraneka rupa. Mulai dari Topeng Purwa, Topeng Majapahit, hingga Topeng Panji. Termasuk aneka kesenian lain, seperti berbagai Wayang Beber, Wayang Kulit, Wayang Golek, Wayang Potehi, hingga Wayang Krucil Malangan yang merupakan khas asli Dusun Wiloso Desa Gondangwangi, Kecamatan Wagir Kabupaten Malang.

Di tempat ini juga menampilkan khasanah Panji yang cukup komplet. Bahkan pernah dibuat sebagai bahan disertasi oleh salah satu mahasiswa pascasarcana Universitas Surabaya (UBAYA).

“Khasanah Panji merupakan karya sastra nusantara yang berkembang hingga Asia Tenggara. Kisah ini memiliki setting empat negara besar, yakni Jenggala, Kadiri, Urawan, dan Singhasari,” urai Ampri.

Koleksi Topeng Panji (Foto: Hariani/MP)

Museum Ganesya didesain secara modern dan menyajikan tata ruang dengan pencahayaan yang elegan, sehingga menghilangkan stereotipe museum pada umumnya yang kuno dan membosankan.

“Museum Ganesya cocok untuk segala kalangan, karena dirancang khusus untuk menghindari kesan angker. Tak kalah penting, Ganesya sudah mempresentasikan kebudayaan Indonesia secara utuh dan mewakili peradaban Hindu Budha di Jawa Timur, yaitu Majapahit dan Singhasari,” papar Amri.

“Selain itu juga menceritakan peryebaran agama Islam melalui kesenian dan khasanah lain yang disyiarkan oleh Wali Songo,” pungkasnya. (Har/MAS)


Bagikan Berita
Tags: Museum GanesyaPanji
ADVERTISEMENT

Related Posts

Aksi Terekam CCTV, Dua Anak di Bawah Umur Diduga Curi Motor di Blimbing Malang

Aksi Terekam CCTV, Dua Anak di Bawah Umur Diduga Curi Motor di Blimbing Malang

31 Januari 2026

...

4.000 Personel Gabungan Siap Amankan Harlah 1 Abad NU di Stadion Gajayana Malang

4.000 Personel Gabungan Siap Amankan Harlah 1 Abad NU di Stadion Gajayana Malang

31 Januari 2026

...

31 Kasus Terungkap, Satresnarkoba Polresta Malang Kota Sita 15,8 Kilogram Ganja dan Sabu

31 Kasus Terungkap, Satresnarkoba Polresta Malang Kota Sita 15,8 Kilogram Ganja dan Sabu

30 Januari 2026

...

Perkuat Ruang Hijau, DLH Kota Malang Tanam 40 Pohon Tabebuya di Kawasan Suhat

Perkuat Ruang Hijau, DLH Kota Malang Tanam 40 Pohon Tabebuya di Kawasan Suhat

30 Januari 2026

...

Wali Kota Malang Siapkan Skema Penataan PKL di Kawasan Alun-alun Merdeka

Wali Kota Malang Siapkan Skema Penataan PKL di Kawasan Alun-alun Merdeka

29 Januari 2026

...

Tampil Lebih Modern, Alun-alun Merdeka Malang Resmi Dibuka Usai Revitalisasi 105 Hari

Pulihkan Ruang Hijau Pascaproyek Drainase, DLH Kota Malang Siap Tanam Tabebuya di Suhat

29 Januari 2026

...

Tampil Lebih Modern, Alun-alun Merdeka Malang Resmi Dibuka Usai Revitalisasi 105 Hari

Tampil Lebih Modern, Alun-alun Merdeka Malang Resmi Dibuka Usai Revitalisasi 105 Hari

29 Januari 2026

...

Load More
Next Post
Inovasi Museum Ganesya Kenalkan Koleksi Sejarah Lewat Instagram Live

Alas Pakis, Kafe Tengah Hutan Sumber Penghidupan Warga di Masa Pandemi

Warganet Heboh Lirik Lagu ‘Imagine’ dalam Bahasa Jawa

Warganet Heboh Lirik Lagu 'Imagine' dalam Bahasa Jawa

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin