
BANTEN – malangpagi.com
Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Jawa Timur menghadiri sekaligus turut menyukseskan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 JMSI yang digelar bersamaan dengan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Banten, pada 7–9 Februari 2026.
Rangkaian kegiatan meliputi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), Seminar Hak Asasi Manusia (HAM), serta Malam Anugerah JMSI.
Ketua JMSI Jatim, Syaiful Anam hadir bersama jajaran Wakil Ketua dan pengurus, di antaranya Jay Wijayanto dan Ali Gonzales, dalam rangkaian kegiatan JMSI Pusat. Sementara pengurus JMSI Jatim lainnya, yakni Wahyu Kuncoro, Rahmat Mashudi Prayoga, dan Buang Supeno, mengikuti rangkaian kegiatan HPN 2026 di Serang, Banten.
Dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut, mengemuka sejumlah isu penting yang perlu menjadi perhatian serius JMSI dan insan pers secara umum. Salah satunya adalah disrupsi media, yakni tantangan ekstrem yang dihadapi perusahaan pers akibat derasnya arus platform digital dan media sosial, keterbatasan pendanaan, hingga munculnya teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa menyampaikan bahwa disrupsi media saat ini benar-benar menghantam kehidupan pers dan media.
“Meminjam istilah Ketua Dewan Pers, Komarudin Hidayat, disrupsi media ibarat banjir besar yang menghantam kehidupan pers dan media,” ujarnya.
Menurut Teguh, banjir besar tersebut merusak sumber kehidupan dan membuat air menjadi keruh. Namun, di tengah kondisi itu, manusia tetap akan mencari air bersih sebagai sumber kehidupan.
“Demikian pula dalam dunia pers. Pada akhirnya masyarakat akan mencari media dan produk jurnalistik yang berkualitas,” katanya.
Ia menambahkan, publik akan jenuh dan kehilangan kepercayaan terhadap banjir informasi di media sosial yang tidak kredibel dan tidak melalui proses verifikasi kebenaran. Karena itu, JMSI mengajak media siber untuk tidak sekadar mengejar trafik atau tunduk pada algoritma media sosial, melainkan fokus pada penyajian konten jurnalistik yang berkualitas agar dipercaya, dicari, dan dibutuhkan publik.
“Hal ini sejalan dengan slogan JMSI, Bikin Terang Indonesia,” tegasnya.
Selain isu disrupsi media, forum juga membahas isu strategis lainnya, seperti kemitraan media siber dengan pemerintah serta penguatan organisasi JMSI di tingkat daerah. Media anggota JMSI diharapkan mampu memperkuat kemandirian usaha demi keberlangsungan perusahaan pers.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pembentukan koperasi. Program ini telah disampaikan dalam pertemuan pengurus JMSI dengan Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Jakarta Selatan pada 21 Januari 2026 lalu. Saat ini, sejumlah daerah telah membentuk koperasi JMSI dan membutuhkan pendampingan dari Kementerian Koperasi, seiring dengan program Koperasi Desa Merah Putih.
Dalam bidang hukum, JMSI juga mendorong adanya perlindungan hukum tidak hanya bagi wartawan, tetapi juga bagi pemilik dan pengelola media.
“Alhamdulillah, usulan kami disambut baik oleh Dewan Pers,” ujar Teguh Santosa.
Puncak peringatan HUT ke-6 JMSI berlangsung meriah melalui Malam Anugerah 6 Tahun JMSI yang digelar pada Minggu malam, 8 Februari 2026.
Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak, serta Wakil Menteri HAM Mugiyanto. Sejumlah tokoh nasional dan daerah menerima penghargaan JMSI Award atas kontribusinya di berbagai bidang. (*/YD)












