Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Kampung Selorejo, Kenalkan Sejarah Lewat Kuliner Tempo Dulu

Aneka kudapan yang tersaji bernuansa tempo dulu, seakan mengajak pengunjung untuk bernostalgia.

by Red
10 Agustus 2022
in Kota Malang, Kuliner
Bagikan Berita

Susiami menjual emput, jajanan lawas yang kini jarang ditemui. (Foto: Hariani/MP)

KOTA MALANG – malangpagi.com

Puluhan stan beratap jerami yang menyajikan aneka jajanan lawas berderet di gang Kampung Selorejo, tepatnya di RT 02 RW 15 Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Selasa (9/8/2022).

Aneka kudapan yang tersaji bernuansa tempo dulu, seakan mengajak pengunjung untuk bernostalgia. Kuliner khas seperti ongol-ongol, wedang uwuh, karak (nasi yang dikeringkan dan digoreng), emput, dan masih banyak lagi makanan yang terdengar asing saat ini.

Emput, salah satu jajanan jadul yang kini jarang ditemui, bahkan banyak yang tidak mengenal, dijajakan oleh Susiami. Kepada Malang Pagi, perempuan 69 tahun itu mengatakan bahwa emput sudah jarang ditemukan pasar tradisional.

Susiami mengaku sengaja menjual emput sebagai bentuk edukasi kepada anak-anak, agar mengetahui aneka jenis makanan tempo dulu. “Ini namanya emput. Bahannya dari jagung yang ditumbuk halus. Kalau orang tua dulu cara memasaknya dinamakan penanangan. Tapi kalau sekarang itu disangrai. Jadi tidak pakai minyak, dan ini adalah makanan tempo dulu. Khasnya orang tua-tua,” jelasnya.

Baca Juga :

Sempat Dinyatakan Sehat Pagi Hari, Yai Mim Tiba-tiba Drop Saat Menuju Pemeriksaan

Sempat Dinyatakan Sehat Pagi Hari, Yai Mim Tiba-tiba Drop Saat Menuju Pemeriksaan

13 April 2026
Yai Mim Tutup Usia di Tahanan Polresta Malang Kota

Yai Mim Tutup Usia di Tahanan Polresta Malang Kota

13 April 2026
Pembangunan Jalan Pasar Gadang Dimulai Mei, DPUPRPKP Terapkan Sistem Bertahap

Pembangunan Jalan Pasar Gadang Dimulai Mei, DPUPRPKP Terapkan Sistem Bertahap

13 April 2026
Modus Nota Gantung Rugikan Resto dan Pajak Daerah, ini Penjelasan Bapenda Kota Malang

Modus Nota Gantung Rugikan Resto dan Pajak Daerah, ini Penjelasan Bapenda Kota Malang

13 April 2026
Petarung Muda D’Kross Bekasi Sultan Tazzam Siap Tampil di NEX Road to Champion

Petarung Muda D’Kross Bekasi Sultan Tazzam Siap Tampil di NEX Road to Champion

12 April 2026
Load More

Menurutnya, banyak anak-anak yang menanyakan, apakah emput itu? “Emput apa sih? Tanya mereka. Saya kasih sendok, terus saya suruh coba dulu. Saya beritahu kalau makan emput ini jangan makan banyak. Kalau makan banyak akan keluar. Keselek,” tuturnya.

Bagi Susiami, edukasi kepada anak-anak sangat penting. Karena pada zaman dulu, saat dirinya masih bersekolah di Sekolah Rakyat (SR), emput merupakan salah satu jajanan favorit anak-anak kala itu. “Jadi dulu ada emput, es gandol, dan karak. Sajian kuliner ini dapat mengembalikan memori perjuangan dan masa kemerdekaan,” ucapnya. “Semoga dengan bazar ini, makanan tradisional akan tetap lestari,” lanjut Susiami.

Sambil lesehan, Ketua RT 02 RW 15, Hari Novianto berdiskusi secara gayeng bersama warga sembari menikmati kudapan tempo dulu. (Foto: Hariani/MP)

Ditemui di tempat yang sama, Hari Novianto selaku Ketua RT 02 RW 15 Kelurahan Lowokwaru mengungkapkan, konsep bazar yang mengusung tema tempo dulu adalah untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme dan tetap mengenang akan peristiwa sejarah.

“Jadi konsepnya kembali ke tempo dulu. Selain menanamkan jiwa nasionalisme, kami juga mengenalkan makanan tempo dulu yang sekarang mulai punah. Seperti wedang uwuh, emput, krawu, karak, dan ongol-ongol,” bebernya.

Hal senada disampaikan Ketua RW 15 Kelurahan Lowokwaru, Siswanto. Menurutnya, konsep mengangkat Kampung Jadul adalah untuk mengenang jasa para pahlawan.

Pria yang kerap disapa Sis itu menyampaikan, bazar tempo dulu yang diusung RW 15 Kelurahan Lowokwaru memiliki makna penting. Yaitu agar anak-anak generasi penerus bangsa dapat memahami kondisi pada masa zaman sebelum kemerdekaan.

“Bahwa kondisi zaman dahulu itu persis meskipun tidak sama. Dalam gelaran ini, kita dapat mengingat situasi zaman dahulu, dan para generasi muda juga dapat mempelajari sejarah. Salah satunya melalui jajanan lawas ini,” terang Sis.

Baginya, sejarah sangat penting untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui makanan yang sudah jarang ditemui, anak-anak dapat memahami bagaimana situasi pada masa itu, serta dapat belajar untuk mencintai produk dalam negeri.

“Harapan kami, gelaran bazar ini dapat meningkatkan motivasi dan inovasi. Jaga persatuan, kekompakan, dan untuk tetap melestarikan apa yang menjadi sejarah. Jas Merah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah,” pesan Siswanto. (Har/MAS)


Bagikan Berita
ADVERTISEMENT

Related Posts

Sempat Dinyatakan Sehat Pagi Hari, Yai Mim Tiba-tiba Drop Saat Menuju Pemeriksaan

Sempat Dinyatakan Sehat Pagi Hari, Yai Mim Tiba-tiba Drop Saat Menuju Pemeriksaan

13 April 2026

...

Yai Mim Tutup Usia di Tahanan Polresta Malang Kota

Yai Mim Tutup Usia di Tahanan Polresta Malang Kota

13 April 2026

...

Pembangunan Jalan Pasar Gadang Dimulai Mei, DPUPRPKP Terapkan Sistem Bertahap

Pembangunan Jalan Pasar Gadang Dimulai Mei, DPUPRPKP Terapkan Sistem Bertahap

13 April 2026

...

Modus Nota Gantung Rugikan Resto dan Pajak Daerah, ini Penjelasan Bapenda Kota Malang

Modus Nota Gantung Rugikan Resto dan Pajak Daerah, ini Penjelasan Bapenda Kota Malang

13 April 2026

...

Pembatasan Medsos Anak Sulit Diawasi, DPRD Kota Malang Dorong Perkuat Edukasi

Pembatasan Medsos Anak Sulit Diawasi, DPRD Kota Malang Dorong Perkuat Edukasi

11 April 2026

...

Gelar Halalbihalal di Malang, Ahmad Irawan Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah

Gelar Halalbihalal di Malang, Ahmad Irawan Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah

9 April 2026

...

Usai Rugi Jutaan per Hari Sejak 2023, Lafayette Malang Minta Penanganan Kasus Penggelapan Berjalan Objektif

Usai Rugi Jutaan per Hari Sejak 2023, Lafayette Malang Minta Penanganan Kasus Penggelapan Berjalan Objektif

9 April 2026

...

Load More
Next Post
Rioyo Wong Malang, Aremania-Aremanita Birukan Kayutangan

Rioyo Wong Malang, Aremania-Aremanita Birukan Kayutangan

Kampung Selorejo Gelar Bazar Tempo Dulu Upaya Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan

Kampung Selorejo Gelar Bazar Tempo Dulu Upaya Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin