Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
No Result
View All Result
Malang Pagi

Ketua DPRD Kota Malang: Meskipun Pandemi, PAD Jangan Anjlok Terlalu Drastis

Saat hearing komisi kami memanggil OPD penghasil, dan memang terjadi penurunan PAD sekitar 108 miliar. Di angka ini terjadi perdebatan antara TAPD dan Banggar.

by Red
26 Agustus 2021
in Kota Batu
Bagikan Berita

Walikota Malang, Sutiaji saat menyampaikan pendapat akhir. (Foto: Diky/MP)

KOTA MALANG – malangpagi.com

Walikota Malang, Sutiaji menyampaikan bahwa Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) disusun melalui pembahasan dan penetapan bersama dengan berbagai pertimbangan, khususnya terkait adanya pandemi Covid-19 sehingga terjadi perubahan asumsi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021.

Hal tersebut disampaikan Sutiaji dalam Rapat Paripurna untuk membahas Perubahan KUA-PPAS APBD 2021, di gedung DPRD Kota Malang pada Rabu (25/8/2021).

“Terkait catatan penyusunan Perubahan APBD tahun 2021, salah satunya adalah penyusunan KUA-PPAS, Kepala Daerah dituntut untuk menyusun rancangan keuangan berdasarkan Perubahan Rencana Kerja Perangkat Daerah,” ungkap Sutiaji.

Pucuk pimpinan Pemkot Malang itu menyatakan dapat menerima atas hasil Perubahan KUA-PPAS APBD 2021, yang telah dilakukan Tim Anggaran Perangkat Daerah (TAPD) Kota Malang dan Banggar DPRD Kota Malang.

Baca Juga :

No Content Available
Load More

Dalam penyampaian Pendapat Akhir terhadap Perubahan KUA-PPAS APBD 2021, seluruh Fraksi DPPD Kota Malang menyatakan menerima dan menyetujui.

Selanjutnya dilakukan penandatangan Keputusan Walikota Malang, dan Nota Kesepakatan antara Walikota Malang dan DPRD Kota Malang.

(Foto: istimewa)

Terkait penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Sutiaji menyatakan bahwa pandemi berdampak pada PAD. “Adanya pandemi berdampak pada sektor ekonomi. PAD menurun, pendapatan transfer dari provinsi maupun pusat juga menurun. Pendapatan transfer bukan domain kami. Jadi yang harus digenjot adalah PAD,” ungkapnya, saat ditemui usai Rapat Paripurna.

Alumni UIN Maliki Malang itu menambahkan, PAD tidak akan naik bila keran-keran ekonomi tidak dibuka. Dirinya menyatakan telah berkoordinasi dengan Menko Marves (Menteri Koordinasi Maritim dan Investasi), agar ada kelonggaran selama PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) sehingga perekonomian dapat tetap berjalan.

“Kami tidak melihat PPKM level berapa. Harapan kami ada kelonggaran, sehingga perekonomian dapat bergerak. Kami sudah mendata pendapatan dari sektor mana saja yang turun. Pajak restoran dan hotel iya, namun pajak reklame tidak. Jadi, apabila keran-keran ekonomi sudah dibuka, insyaallah, perekonomian akan bangkit dan pendapatan akan naik,” harap Sutiaji.

Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartik. (Foto istimewa)

Sementara itu, Ketua DPRD kota Malang, I Made Rian Diana Kartika menanggapi Perubahan KUA-PPAS yang mempengaruhi penurunan pada PAD.

“Saat hearing komisi kami memanggil OPD penghasil, dan memang terjadi penurunan PAD sekitar 108 miliar. Di angka ini terjadi perdebatan antara TAPD dan Banggar. Kami hanya menyetujui penurunan di angka 60 sampai 70 miliar. Sehingga PAD yang semula 511 miliar, kami menyepakati 450 miliar,” ungkap Made.

Politisi asal Bali itu mengatakan bahwa Walikota Malang masih akan melakukan sejumlah revisi. Karena dalam Perubahan APBD bisa terjadi pergeseran angka dan pergeseran anggaran, sepanjang tidak mengubah pagu anggaran.

“Kita harus tetap optimistis, PAD kita akan naik. Kami menyadari kondisi pandemi, namun jangan terlalu drastis penurunan PAD-nya. Jika pendapatan turun, maka akan berimbas pada belanja. Apabila belanja, berarti daya beli masyarakat akan turun, dan peredaran uang di Kota Malang akan semakin sedikit,” jelas Made.

Menurutnya, stimulus yang mampu menggerakkan perekonomian adalah uang negara yang berasal dari APBD. Itulah mengapa Presiden Joko Widodo menegaskan daerah untuk membelanjakan APBD.

“Sampai sekarang, serapan anggaran kita masih di bawah 60 persen. Masih dikisaran angka 40 hingga 50 persen. Akhirnya kami rombak total semua anggarannya. Kami harapkan anggaran yang disetujui semua dapat diturunkan. Kemarin kami sepakati anggaran di angka 2 triliun sekian. Kami harapkan perekonomian bergerak, masyarakat merasa pulih perekonomianya, sehingga daya beli dan semuanya bisa bergerak kembali,” tutup Made. (Har/MAS)


Bagikan Berita
Tags: KUA-PPAS APBD 2021
ADVERTISEMENT

Related Posts

Didampingi Kuasa Hukum, Keluarga Korban di Batu Laporkan Balik Terlapor Dugaan Pencabulan

Didampingi Kuasa Hukum, Keluarga Korban di Batu Laporkan Balik Terlapor Dugaan Pencabulan

26 Juli 2025

...

Peringati Hardiknas 2025, Pemkot Batu Luncurkan Program Beasiswa 1.000 Sarjana

Peringati Hardiknas 2025, Pemkot Batu Luncurkan Program Beasiswa 1.000 Sarjana

2 Mei 2025

...

Undian KELIRU Jatim Park 3 Hadiahkan Total Rp 3 Miliar, Hadirkan Aqua Symphony Show Spektakuler

Undian KELIRU Jatim Park 3 Hadiahkan Total Rp 3 Miliar, Hadirkan Aqua Symphony Show Spektakuler

1 Mei 2025

...

Wujud Nyata Indonesia Gembira, RANS Entertainment Bersama Telkomsel Resmikan Tandon Air di Kota Batu

Wujud Nyata Indonesia Gembira, RANS Entertainment Bersama Telkomsel Resmikan Tandon Air di Kota Batu

17 April 2025

...

Beri Bantuan Hukum Gratis Bagi Masyarakat, Apel Batu Kerja Sama dengan DPC Peradi Malang

Beri Bantuan Hukum Gratis Bagi Masyarakat, Apel Batu Kerja Sama dengan DPC Peradi Malang

25 Maret 2025

...

PBH PERADI Malang Akan Beri Bantuan Hukum Gratis Bagi Masyarakat Kurang Mampu di Kota Batu

PBH PERADI Malang Akan Beri Bantuan Hukum Gratis Bagi Masyarakat Kurang Mampu di Kota Batu

16 Maret 2025

...

Polres Batu Temukan Adanya Volume MinyaKita Tak Sesuai Takaran

Polres Batu Temukan Adanya Volume MinyaKita Tak Sesuai Takaran

11 Maret 2025

...

Load More
Next Post
Ketua DPRD Kota Malang Sesalkan Realisasi Pemotongan TPP 15 Persen Bagi ASN

Ketua DPRD Kota Malang Sesalkan Realisasi Pemotongan TPP 15 Persen Bagi ASN

Walikota Batu Salurkan Bantuan Alat Penunjang Usaha KPM PKH 2021

Walikota Batu Salurkan Bantuan Alat Penunjang Usaha KPM PKH 2021

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin