
KOTA MALANG – malangpagi.com
Ajang tinju legendaris Malang Super Fight (MSF) dipastikan kembali naik ring di Kota Malang setelah enam tahun vakum. Memasuki edisi ke-27, Malang Super Fight 27 (MSF27) akan digelar selama dua hari, 14–15 November 2026.
Event tersebut bakal digelar di Aula Skodam dan menjadi penanda kebangkitan kembali salah satu event tinju yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan olahraga Kota Malang.
MSF27 kembali hadir melalui kolaborasi Komisi Tinju Indonesia (KTI) Malang Raya dan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Malang. Event ini tidak hanya mengusung pertandingan tinju, tetapi juga memadukan berbagai cabang combat sport dan hiburan dalam konsep sportainment.
Ketua Pertina Kota Malang, Muhammad Anas Muttaqin, mengatakan kembalinya MSF menjadi momentum untuk mengembalikan Kota Malang sebagai salah satu barometer tinju nasional.
“Kita ingin mengembalikan Kota Malang sebagai salah satu barometer tinju nasional. Dalam rangka menumbuhkan kembali bibit-bibit baru atlet tinju yang nantinya dapat membawa prestasi untuk Kota Malang di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Anas.
Menurutnya, MSF27 juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan atlet menghadapi Porprov 2027. Karena itu, pertandingan tinju amatir dalam event kali ini difokuskan pada kategori elite.
“Untuk tinju amatir ada 12 kelas, terdiri dari tujuh kelas putra dan lima kelas putri. Ini khusus elite karena event ini kita fokuskan untuk menjaring atlet Porprov 2027,” jelasnya.
Ia berharap keberadaan event tersebut dapat memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan prestasi, sekaligus menjadi alternatif kegiatan positif bagi anak-anak muda.
“Harapannya kita bisa turut mewarnai dan ke depan akan disusul dengan agenda-agenda rutin terkait event tinju yang dapat menumbuhkan kembali olahraga ini di kalangan anak-anak muda. Daripada tawuran, kita fasilitasi,” tegas Anas.
Sementara itu, Ketua KTI Malang Raya, Ade Herawanto, mengatakan MSF kembali digelar setelah sekitar enam tahun harus rehat akibat pandemi COVID-19.
“Sudah enam tahun rehat karena COVID, di MSF 27 ini kita akan bangkit lagi. Menjelang Porprov, kami mengadakan MSF 27 untuk persiapan,” kata Ade.
Menurut Ade, perkembangan combat sport saat ini cukup pesat, terutama di kalangan generasi muda. Karena itu, MSF27 tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga ruang untuk menyalurkan minat anak muda ke kegiatan olahraga yang positif.
“Sekarang banyak anak-anak yang senang dengan combat sport, terutama kick striking. Harapan kita semua olahraga keras bisa bangkit lagi di Kota Malang,” ujarnya.

Selain pertandingan tinju amatir, MSF27 juga menghadirkan main event kick striking sebanyak tujuh pertandingan. Laga tersebut akan melibatkan atlet dari dalam dan luar negeri, termasuk petarung dari Rusia dan Prancis.
Kehadiran kick striking dinilai menjadi bagian penting dari konsep MSF27 karena olahraga combat sport semakin diminati kalangan anak muda.
Tak hanya menghadirkan pertandingan olahraga keras, MSF27 juga dikemas sebagai sportainment dengan menghadirkan lomba dance serta hiburan lainnya.
Rangkaian kegiatan selama dua hari pada 14–15 November 2026 tersebut diharapkan mampu menarik minat masyarakat sekaligus menghidupkan kembali atmosfer olahraga tinju di Kota Malang.
Kembalinya MSF27 juga menjadi momentum bagi Kota Malang untuk kembali membangun ekosistem olahraga combat sport, mulai dari pembinaan atlet, penyediaan fasilitas, hingga penyelenggaraan event secara berkelanjutan. (YD)












