
MALANG – malangpagi.com
Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letnan Jenderal TNI Mohammad Fadjar, MPICT., memimpin langsung upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Panglima Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad dari Mayjen TNI Susilo kepada Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh makna di Markas Divisi Infanteri 2 Kostrad, Sabtu (10/1/2025).
Upacara sertijab ini merupakan bagian dari dinamika pembinaan organisasi TNI Angkatan Darat, khususnya di lingkungan Kostrad. Pergantian kepemimpinan dilakukan sebagai upaya penyegaran organisasi sekaligus menjaga kesinambungan komando guna meningkatkan profesionalisme, soliditas, dan kesiapsiagaan satuan.
Pangkostrad Letjen TNI Mohammad Fadjar menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Mayjen TNI Susilo atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian selama memimpin Divisi Infanteri 2 Kostrad.
“Di bawah kepemimpinan Mayjen TNI Susilo, Divif 2 Kostrad telah menunjukkan kinerja yang solid, disiplin tinggi, serta kesiapan operasional yang membanggakan. Ini menjadi fondasi yang kuat bagi keberlanjutan kepemimpinan selanjutnya,” tegas Pangkostrad.
Letjen TNI Mohammad Fadjar juga mendoakan agar pengalaman dan pengabdian Mayjen TNI Susilo selama bertugas di Kostrad dapat menjadi bekal berharga dalam menjalankan amanah baru sebagai Perwira Staf Ahli (Pa Sahli) TK III Kasad Bidang Jemen Sishaneg.
Kepada Panglima Divif 2 Kostrad yang baru, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., Pangkostrad menyampaikan ucapan selamat atas kepercayaan dan amanah yang diberikan pimpinan TNI Angkatan Darat. Ia berharap pejabat baru mampu melanjutkan dan meningkatkan capaian positif yang telah dirintis sebelumnya.
“Selamat datang dan selamat atas kepercayaan yang diberikan. Saya yakin dengan pengalaman dan kapasitas yang dimiliki, Divisi Infanteri 2 Kostrad akan semakin profesional, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan,” ujar Pangkostrad.
Serah terima jabatan ini tidak hanya menjadi penanda pergantian kepemimpinan semata, namun juga simbol estafet pengabdian prajurit Kostrad dalam menjaga kehormatan satuan, kedaulatan negara, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (YD)















