
KOTA MALANG – malangpagi.com
Peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Kota Malang menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan dan soliditas warga Nahdliyin, khususnya di Jawa Timur.
Hal tersebut disampaikan oleh KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin saat meninjau persiapan Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stadion Gajayana Malang, Rabu (4/2/2026).
Menurut Gus Kikin, satu abad perjalanan NU merupakan momentum monumental yang patut disyukuri bersama.
“Ini momentum yang sangat penting. Satu abad itu monumental. Meski ada dinamika, PWNU Jawa Timur solid. Ada 45 PCNU dan semuanya juga solid. Itu yang kemudian melahirkan ide untuk berkumpul dan merayakan satu abad ini bersama-sama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian agenda PBNU. Sejumlah kegiatan yang berlangsung di wilayah Malang akhirnya disatukan dalam satu momentum besar peringatan Satu Abad NU.
“Karena ada kegiatan PBNU di Malang, akhirnya kita satukan. Mudah-mudahan ini bisa menyatukan semua, dilandasi dengan kebersamaan masyarakat Malang, dan menjadi bekal agar NU di Jawa Timur semakin menyatu,” tambahnya.
Gus Kikin menilai, peringatan Harlah Satu Abad NU dapat dimaknai sebagai sarana memperkuat persatuan dan ukhuwah di internal organisasi. Tradisi tersebut, menurutnya, telah menjadi bagian dari perjalanan NU sejak dulu.
“Momentum-momentum monumental seperti Harlah ini memang digunakan untuk menambah soliditas dan persatuan. Di tengah dinamika yang ada, NU tetap membangun ukhuwah dan kebersamaan,” jelasnya.
Terkait kehadiran tokoh-tokoh nasional, Gus Kikin menyebutkan bahwa jajaran pengurus NU dari seluruh Indonesia dijadwalkan hadir. Selain itu, sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Presiden RI, juga direncanakan turut menghadiri kegiatan tersebut.
“Insyaallah semuanya hadir. PW dari seluruh Indonesia juga hadir. Beberapa pejabat tinggi dan Pak Presiden juga insyaallah akan hadir,” ungkapnya.
Selain peringatan Harlah, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan rapat koordinasi PBNU dan berbagai agenda organisasi lainnya yang memanfaatkan momentum berkumpulnya para pengurus.
“Rapat koordinasi juga ada. Sekalian dimanfaatkan karena semuanya berkumpul,” tuturnya.
Menanggapi isu islah atau rekonsiliasi internal, Gus Kikin menegaskan bahwa kebersamaan yang terbangun dalam acara ini sudah mencerminkan semangat persaudaraan.
“Kalau sudah kumpul seperti ini, mestinya sudah islah. Ini orang-orang yang paling akrab dan guyub. Yang kita tonjolkan adalah ukhuwah, persaudaraan. Itu bahkan lebih dari sekadar persatuan,” tegasnya.
Gus Kikin mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan mendoakan agar rangkaian peringatan Satu Abad NU berjalan lancar dan membawa manfaat bagi umat.
“Kami mohon dukungan masyarakat dan doa semuanya. Semoga acara ini berjalan baik dan membawa kebaikan,” pungkasnya. (YD)














