
KOTA MALANG – malangpagi.com
Nadhlatul Ulama (NU) Kota Malang menggelar Konferensi Cabang ke-15 dengan mengusung tema “Memantabkan Peran Nadhlatul Ulama Kota Malang dalam Membangun Kemandirian dan Peradaban Umat”. Acara berlangsung di Hall Lantai 5 Universitas Widyagama Malang, Jalan Borobudur No. 35, Sabtu (5/2/2022)
Dalam perhelatan ini, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Malang, KH Isryoqunnajah mengatakan bahwa perbedaan pendapat bukanlah musuh. Menurutnya, yang menjadi musuh bersama adalah kebodohan, kemiskinan, dan intoleransi.
“Kebodohan dan kemiskinan adalah musuh kita bersama. Di Kota Malang, statistik angka kemiskinan terus meningkat. Begitu pula dengan intoleransinya. Maka dari itu, kami mendorong Pemerintah Kota Malang untuk mengarusutamakan moderasi beragama di instansi pemerintah,” terang pria yang akrab disapa Gus Isa itu.
Di samping itu, pihaknya juga mengimbau agar pemerintah dapat membuat kebijakan pembangunan berkelanjutan (sustainability development), dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), mengurangi sampah plastik, serta membentuk forum hexahelix sebagai kunci dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian umat.
Hal senada disampaikan oleh Walikota Malang, Sutiaji yang hadir di acara tersebut. Dirinya menegaskan bahwa kemiskinan adalah musuh nyata yang harus diperangi.

“Yang harus kita lawan adalah kemiskinan. Tema yang diusung adalah konsep luar biasa, dalam membangun kemandirian dan peradaban umat. Apalagi NU Kota Malang diisi oleh para ahli dan profesor yang masuk dalam jajaran kepengurusan PCNU,” tutur Sutiaji.
“Bagaimana harus memilih program-program yang lebih baik dan membangun sinergi, kolaborasi, serta akselerasi. Insyaallah, NU akan mampu mencapai kemandirian dan peradaban umat,” imbuh orang nomor satu di Kota Malang itu.
Dalam sambutannya, Sutiaji meminta untuk menggarisbawahi perihal tidak boleh menjelekkan orang lain. “Yang perlu kami tegaskan, boleh berbeda pendapat namun menjelekan orang lain jangan sampai terjadi. Setelah rapat semua dimusyawarahkan, maka diputuskan siapa yang dapat memimpin kendaraan,” tandasnya.
Pendapat serupa juga disampaikan Ketua MUI Jatim dan Katib Syuriah PWNU Jatim, KH Syafruddin Syarif. “Dalam pemilihan, pengurus NU harus husnudzon [berbaik sangka] dan jangan sampai suudzon [berburuk sangka]. Siapapun nanti pengurusnya, kita harus menghargai,” pesannya.
Dirinya menerangkan, tugas NU adalah melaksanakan apa yang diperintahkan Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, KH Syafruddin Syarif berharap konferensi dapat berjalan baik dan happy ending, sehingga semua pihak dapat menyimpulkan dan memutuskan hal-hal yang lebih baik. “Karena konferensi ini untuk membawa Kota Malang lebih baik dan maju,” jelasnya.
Selain Walikota Malang, Sutiaji, Konferensi Cabang ke-15 NU Kota Malang ini juga dihadiri Penggerak Tim PKK Kota Malang Widayati, Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko, Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika, perwakilan sejumlah partai politik, perwakilan rektor perguruan tinggi NU, Forkompinda, serta pengurus cabang dan ranting NU se-Kota Malang. (Har/MAS)