
KOTA MALANG – malangpagi.com
Forkoma (Forum Komunikasi Ormas Kota Malang) menyelenggarakan acara audiensi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang, yang dikemas dengan tajuk Kupatane Wong Malang. Acara tersebut berlangsung di ruang Rapat Paripurna gedung DPRD Kota Malang, Selasa (23/5/2023).
I Made Riandiana Kartika selaku Ketua DPRD Kota Malang melayangkan apresiasinya terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. “Ini adalah kegiatan positif. Selama ini kami terus berusaha maksimal untuk terus mengakomodir kepentingan masyarakat. Karena masyarakat adalah bos kami. Sedangkan tugas DPRD adalah melayani. Oleh karenanya DPRD Kota Malang, berkomitmen membuka forum audiensi untuk berdialog mencari solusi bersama,” tuturnya.
Dirinya menyebut, FORKOMA adalah sebuah aliansi yang membawahi ormas-ormas mandiri. “Jika ingin ikut audiensi kami persilakan. Karena DPRD Kota Malang akan membahas KUA-PPAS (Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara) 2024 Kebijakan Perubahan Anggaran 2023. Kesempatan masuk di situ, untuk menyampaikan kebijakan kegiatan kemasyarakatan. Tentu yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat,” jelas Made.
Politikus PDI Perjuangan itu menyadari keterbatasan 45 anggota DPRD Kota Malang dalam menerima maupun menghimpun aspirasi. Oleh karena itu, pihaknya mengaku membutuhkan bantuan ormas, untuk membantu menjembatani keinginan masyarakat. “Sehingga kebijakan-kebijakan yang kami ambil memang dibutuhkan oleh masyarakat Kota Malang,” pungkasnya.
Di kesempatan yang sama, Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa keberadaan ormas memiliki payung hukum, yakni UU No. 14 tahun 2017. “Dengan audiensi ini kita membangun komunikasi dan koordinasi, baru selanjutanya dapat berkolaborasi. Oleh karenanya, Polresta Malang Kota siap membangun komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi,” jelasnya.
Menjelang tahun politik 2024 yang rentan terjadi praktik politik identitas dan perbedaan, pria yang akrab disapa Buher itu berpesan untuk tidak mudah terpecah belah. Dirinya berharap, kehadiran Forkoma dapat mewadahi persatuan, khususnya membantu terciptanya kamtibmas di Kota Malang.
“Kami mengimbau untuk bahu membahu menciptakan rasa aman, nyaman, dan bersatu. Karakteristik Kota Malang mempunyai kultur tidak ingin ada keributan. Ini yang harus terjalin. Jangan sampai digerus oleh kepentingan dari luar,” ujar Buher.
Sementara itu, Dandim 0833/Kota Malang Letkol Kav Heru Wibowo Sofa berharap, FORKOMA mampu mengakomodir seluruh kepentingan masyarakat. “Saya berharap jangan ada kepentingan yang tidak tersalurkan. Yang akhirnya menimbulkan pertengkaran maupun persilisihan,” harapnya.
Pihaknya juga berpesan untuk berhati-hati dalam menyampaikan kritik kepada pemerintah. “Harus dilihat dulu kesulitannya apa dalam menjalankan program tersebut. Kemudian memberikan saran solusi terbaik,” ucap Letkol Heru.
“Jadi, selalu kawal kebijakan Pemkot, DPRD, Polresta, apa pun bentuknya. Karena itu dibuat untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Malang,”pungkasnya. (DK99/MAS)















