
KOTA MALANG – malangpagi.com
Progres pengerjaan proyek drainase di Jalan Soekarno–Hatta (Soehat) Kota Malang kini telah mencapai sekitar 70 persen. Percepatan pengerjaan proyek milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) ini didukung dengan penerapan rekayasa lalu lintas berupa contraflow pada jam dan hari tertentu.
Humas Tim Teknis Eksternal Dinas PU SDA Jawa Timur, Bagus Akbar, mengatakan bahwa penerapan contraflow berdampak signifikan pada kecepatan pengerjaan. Pengalihan arus tersebut diberlakukan mulai pukul 21.00 hingga 05.00 WIB, mulai Senin hingga Kamis.
Selama contraflow berlangsung, satu jalur di kawasan Soehat ditutup total, sementara jalur lain yang biasanya satu arah, diubah menjadi dua arah.
“Efektivitasnya tinggi, karena tiga alat berat bisa bekerja bersamaan. Pergerakan alat juga lebih leluasa tanpa gangguan kendaraan,” ujarnya.
Pengaturan lalu lintas selama contraflow mendapat dukungan dari tim gabungan Dishub Kota Malang dan kepolisian. Melihat hasil percepatan itu, Bagus menyebut kemungkinan jadwal contraflow akan ditambah.
“Hasil evaluasi terakhir, kami menambah jadwal di hari Minggu. Jadi nanti berlaku Minggu sampai Kamis. Ke depan bisa saja diterapkan setiap hari, tergantung evaluasi berikutnya,” jelasnya.
Pengerjaan segmen satu di sekitar Polinema telah memasuki tahap pemasangan kanstin, sementara drainase sudah terpasang. Untuk segmen tiga yang membentang dari RSUB hingga Jalan Candi Panggung, saat ini dilakukan penggalian sebelum pemasangan drainase. Pipa PDAM juga tengah disiapkan dan dipasang terlebih dahulu.
“Pipa PDAM sudah dikerjakan. Setelah itu bagian atasnya digali dan kami pasang boks drainase tanpa menimpa pipa yang ada,” terangnya.
Dengan percepatan yang terjadi, Bagus optimis proyek drainase di Jalan Suhat dapat rampung sebelum 25 Desember 2025.
“Kalau melihat progres selama sepekan contraflow, hitungan kasarnya bisa selesai tanggal 25,” pungkasnya. (YD)















