
KOTA MALANG – malangpagi.com
Assoc. Professor Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si resmi dipercaya memimpin Y37, Himpunan Mantan Siswa SMA PPSP IKIP Malang periode 2026-2028. Rektor Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) tersebut terpilih sebagai Ketua Umum Y37 dalam agenda serah terima kepengurusan, Sabtu (3/10/2026) malam.
Kepemimpinan baru tersebut membawa sejumlah agenda strategis untuk memperkuat soliditas keluarga besar Y37. Tidak hanya mempererat hubungan antarmantan siswa, Nurcholis juga menaruh perhatian pada persoalan sosial dan kesejahteraan mantan guru.
Salah satu agenda yang disiapkan yakni memperkuat sinergi Y37 dengan Himpunan Alumni SMARIHASTA (HAS) SMA Negeri 8 Malang. Kolaborasi tersebut dinilai dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas, terutama dalam kegiatan sosial dan penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi alumni.
“Alumni ini sebetulnya sudah paten, sudah bagus. Ada program sosial, kemudian ada program internal yang bagaimana menyelesaikan persoalan-persoalan yang terkait dengan alumni,” ujar Nurcholis.
Menurutnya, keberadaan organisasi alumni tidak hanya sebatas menjadi wadah silaturahmi. Y37 juga diharapkan mampu hadir ketika terdapat mantan siswa yang menghadapi persoalan ekonomi maupun sosial.
“Yang dominan itu bagaimana kita bisa menyelesaikan permasalahan mantan siswa. Itu yang harus kita pikirkan supaya mereka bisa lebih layak. Karena tidak semua mantan siswa itu dalam posisi yang bagus,” tegasnya.
Perhatian serupa juga diarahkan kepada para mantan guru. Nurcholis menyiapkan program yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan guru yang telah memasuki masa pensiun.
Salah satunya melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala hingga dukungan bantuan medis dan obat-obatan bagi mantan guru yang membutuhkan.
“Supaya mereka para mantan guru check-up-nya juga bisa berjalan, bantuan obat, dan sebagainya,” tuturnya.
Selain program sosial, Y37 juga akan mendorong kegiatan yang mampu mempertemukan alumni lintas angkatan. Kegiatan seni dan budaya menjadi salah satu opsi yang disiapkan untuk menjaga komunikasi sekaligus memperkuat ikatan antarmantan siswa.
“Seumpama membuat pagelaran atau pertunjukan apa. Semuanya akan disinergikan,” beber Nurcholis.
Sementara itu, Ketua Umum Y37 periode sebelumnya, Dr. Ir. Noor Sidharta, MH, MBA, mengatakan kepengurusan sebelumnya telah menjalankan sejumlah program sosial. Di antaranya bakti sosial bagi mantan guru, bantuan kemanusiaan untuk sesama alumni, hingga aksi tanggap terhadap bencana alam.
Sidharta berharap kepemimpinan Nurcholis dapat membawa Y37 semakin berkembang dengan program yang lebih beragam.
“Saya percaya Mas Nurcholis ini mempunyai aksesibilitas yang tinggi terhadap sumber daya. Jadi saya pikir insyaallah akan jauh lebih bagus, akan lebih banyak variasi kegiatannya,” ungkap Sidharta.
Ia menjelaskan, Y37 merupakan wadah silaturahmi mantan siswa SMA PPSP IKIP Malang yang secara historis menjadi embrio lahirnya SMA Negeri 8 Malang.
Nama Y37 sendiri merujuk pada alamat historis sekolah di Jalan Jogjakarta Nomor 37, yang kini dikenal sebagai Jalan Veteran. Wadah tersebut menghimpun mantan siswa dari berbagai angkatan, mulai 1973 hingga 1980.
Dukungan terhadap kepengurusan baru juga disampaikan Plt Kepala SMA Negeri 8 Malang, Yudhi Christianto, S.Kom., M.Kom. Ia mengapresiasi kontribusi para mantan siswa sekaligus menegaskan komitmen sekolah untuk menjaga hubungan dengan keluarga besar alumni.
“Kami di sini akan memberikan tetap yang terbaik buat SMA Negeri 8 Malang, dan tentunya tidak akan pernah melupakan Y37. InsyaAllah kami bersedia untuk direpoti agar tetap ada kesinambungan dari angkatan pertama sampai yang terakhir,” ujar Yudhi.
Sementara itu, dr. Saraswati Subiyanto, M.Si., FIAS, salah satu tokoh mantan siswa SMA PPSP IKIP Malang, turut memberikan apresiasi terhadap kepengurusan Y37 yang baru. Ia sekaligus menyampaikan salam dari Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Saraswati juga menjelaskan penggunaan istilah “mantan siswa” yang menjadi identitas Y37. Istilah tersebut dipilih karena karakter pendidikan PPSP pada masa lalu memiliki sistem yang cukup unik.
Menurutnya, tidak semua siswa menempuh pendidikan secara penuh di PPSP. Ada yang berpindah sekolah maupun masuk di tengah perjalanan pendidikan. Karena itu, istilah “mantan siswa” dinilai lebih inklusif untuk merangkul seluruh individu yang pernah menjadi bagian dari perjalanan SMA PPSP IKIP Malang.
Dengan kepengurusan baru periode 2026-2028, Y37 diharapkan tidak hanya menjadi ruang silaturahmi lintas generasi, tetapi juga semakin aktif menghadirkan program sosial, kemanusiaan, kesehatan, serta kegiatan yang memperkuat hubungan antara alumni dan almamater. (*/YD)












