
KOTA MALANG – malangpagi.com
Menjelang gelaran pentas tonil Chungking Djakarta pada 30 Agustus 2022 mendatang, DPC Repdem (Relawan Perjuangan Demokrasi) Kota Malang pada Rabu (24/8/2022) mengadakan sebuah Diskusi Budaya tentang kilas balik Soekarno dalam dunia sastra dan teater modern.
Diskusi bertempat di IndigoSpace Telkom Kayutangan ini dihadiri sejumlah tokoh sastra Kota Malang, antara lain sutradara teater Doni Kus Indarto, Rektor Universitas Ma Chung Prof. Dr. Morpin Josua Sembiring, dan Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Prof. Dr. Djoko Saryono.
“Diskusi ini kami fokuskan pada bagaimana Soekarno mengekspresikan gagasan-gagasan sosial politiknya melalui ekspresi kesenian terutama teater,” jelas Doni Kus Indarto, selaku pemateri dan sutradara Chungking Djakarta.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, tonil ini bercerita tentang gagasan Soekarno untuk membangun semangat nasionalisme dan wawasan kebangsaan dalam mencegah serbuan kapitalisme barat, dengan semangat kesadaran nasionalisme bangsa Asia melawan bangsa kolonial. “Naskah ini beliau tulis sewaktu diasingkan di Bengkulu, dengan membentuk kelompok teater bernama Monte Carlo,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Wakabid Repdem Kota Malang bagian Seni Budaya dan Olahraga, sekaligus Pimpinan Produksi Chungking Djakarta, Dimas Novib Septino, menjelaskan bahwa pihaknya berusaha mereplikasikan naskah ini dalam rangka merayakan bulan kemerdekaan Indonesia, sekaligus merawat pemikiran Bung Karno melalui pentas tonil maupun teater.
Di samping itu Dimas juga menjelaskan, diskusi ini sekaligus membuka pintu pengetahuan khalayak, karena tidak banyak yang mengetahui bahwa Bung Karno juga menulis naskah tonil dan teater. “Dari 12 naskah yang ditulis Soekarno, kami memilih Chungking Djakarta. Karena 20 tahun kemudian beliau benar-benar mengaplikasikannya ketika menjadi Presiden pertama Indonesia,” tandasnya.
Pementasan Chungking Djakarta ini akan melibatkan sejumlah kelompok teater Malang dan anggota DPC Repdem Kota Malang, juga maestro musik klasik Sugik Arbanat bersama kelompok musik Soegeng Rawoeh.
Pertunjukan yang akan dihelat di Gedung Kesenian Gajayana tersebut rencananya digelar terbatas untuk 300 penonton secara gratis, dan akan dimulai pada pukul 18.00 WIB dengan durasi selama 90 menit. (YD/MP)















