
KOTA MALANG – malang pagi.com
Walikota Malang Sutiaji terpilih sebagai salah satu Pemimpin Terpopuler di Media Digital 2022 dalam acara Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2022 yang dihelat di Atria Hotel and Conference Malang, Jumat (28/10/2022). Selain itu, Pemerintah Kota Malang juga mendapat anugerah sebagai Institusi Terpopuler di Media Digital 2022.
Founder Humas Indonesia Asmono Wikan menyampaikan, Anugerah Humas Indonesia diberikan kepada sahabat Humas yang telah mengampu berkomunikasi secara relevan, bermanfaat, dan berdayaguna, serta memberi dampak kepada masyarakat. “Terdapat 59 Badan Publik yang berkompetisi, dan 38 Badan Publik yang meraih kemenangan, melalui proses, nilai, dan saring sejak dua bulan lalu,” ucap Asmono.
Lebih lanjut anggota Dewan Pers itu menyampaikan, Humas adalah garda terdepan yang memiliki memiliki fungsi sangat strategis. Untuk itu, dirinya berpesan kepada perangkat daerah untuk merawat Humas, karena dapat meningkatkan reputasi dan melambungkan nama Badan Publik.

Di tempat yang sama, Walikota Malang Sutiaji mengapresiasi gelaran AHI yang diselenggarakan di Kota Malang. “Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, dan berkomitmen untuk terus membangun komunitas-komunitas milik bersama. Sehingga Kehumasan memiliki peran strategis dan dapat menghadapi tantangan yang luar biasa,” ucapnya.
Orang nomor satu di Kota Malang itu menegaskan untuk berupaya memberikan kontribusi terhadap perkembangan dan pertumbuhan Kehumasan Indonesia. “Dari Malang untuk Indonesia. Tidak hanya omong kosong, namun menjadi kenyataan dan dapat diimplementasikan,” kata Sutiaji.
Hal senada disampaikan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, yang turut mengapresiasi gelaran AHI. “Respons kita terhadap prestasi adalah sesuatu yang perlu didukung, sekecil apapun itu. Pasti ada tantangan, dan itulah yang kita hadapi dalam dimensi dan sektor aktivitas kita,” tuturnya.

Menurut Yasin Limpo, informasi keterbukaan publik adalah milik publik, dan merupakan bagian dari era sistem digital yang menjadi bagian dari era keterbukaan publik. “Harapan ini harus terus dikembangkan lebih jauh ke depan. Tidak hanya terkait government, namun juga sektor privat yang bermakna bagi kepentingan kebangsaan,” tandasnya.
Adapun indikator penilaian dalam gelaran AHI 2022 ini adalah inovasi yang telah dilakukan Badan Publik dan telah melalui tahap penjurian. Terdiri dari lima penjurian presentasi dan enam juri babak non presentasi.
Kegiatan ini diikuti oleh lembaga Kementerian, Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi Negeri, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Anak Usaha BUMN, dan BUMD se-Indonesia. (Har/MAS)















