
KAB. MALANG – malangpagi.com
Di balik gelaran santunan dalam Pekan Islami XIX PT Anugerah Citra Abadi (ACA), tersimpan kisah haru yang menggugah hati. Tiga anak yatim piatu dari Dusun Bumirejo, Desa Kebontaman, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, kini menjalani hidup dengan penuh harapan bersama sang bude, Dwi Astuti Setyowati.
Dwi Astuti dengan tulus merawat mereka setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Ketiga anak itu merupakan anak dari adik kandungnya sendiri yang sebelumnya tinggal di Surabaya.
Perjalanan duka keluarga ini bermula ketika sang ayah meninggal dunia setelah menderita sakit lambung yang cukup parah. Di saat yang bersamaan, sang ibu sedang menjalani kemoterapi akibat kanker payudara di Rumah Sakit Gatot Soebroto.
“Waktu itu suaminya meninggal lebih dulu. Ibunya masih menjalani kemo di rumah sakit. Anak yang paling kecil, Hanifah, sampai menangis di pangkuan ibunya,” kenang Dwi Astuti.
Tak lama setelah itu, sang ibu juga berpulang. Dua kehilangan besar itu terjadi ketika anak-anak masih sangat kecil. Anak bungsu bahkan baru berusia dua setengah tahun saat ditinggal ayahnya, dan tiga setengah tahun ketika ibunya meninggal dunia.
Sejak saat itulah Dwi Astuti mengambil tanggung jawab besar untuk merawat mereka.
“Awalnya tidak mudah, karena sejak kecil mereka tidak tinggal bersama saya. Mereka bersama orang tuanya. Setelah kedua orang tuanya meninggal, saya yang mengasuh,” ujarnya.

Meski penuh tantangan, Dwi Astuti mengaku lebih banyak merasakan kebahagiaan dalam merawat ketiga anak tersebut. Ia berusaha memberikan pendidikan dan kehidupan yang layak bagi mereka.
“Alhamdulillah tidak ada duka sama sekali. Mereka bertiga sangat bahagia ikut saya. Saya sekolahkan, saya ajarkan mengaji, bahkan saya ikutkan les. Sekarang sudah banyak perubahan,” katanya.
Perubahan itu pun terlihat jelas. Anak-anak yang dahulu belum bisa membaca dan menulis kini mulai menunjukkan prestasi. Di sekolah taman kanak-kanak, salah satu dari mereka bahkan berhasil meraih piala. Di tempat mengaji pun mereka juga mendapatkan penghargaan.
Di tengah segala keterbatasan, Dwi Astuti memiliki harapan sederhana namun penuh makna untuk masa depan ketiga anak asuhnya.
“Semoga mereka nanti jadi anak yang sukses, berbakti kepada orang tua, tidak lupa mendoakan orang tuanya yang sudah meninggal, mendapat ilmu yang barokah, bermanfaat dunia akhirat, menjadi anak yang mulia, selalu bahagia dan tetap semangat,” tuturnya.
Dalam kesempatan santunan Pekan Islami XIX PT Anugerah Citra Abadi (ACA), Nafisa, yang kini duduk di bangku kelas tiga mengaku sangat senang menerima bantuan dari Komisaris Utama PT ACA, Iwan Kurniawan.
“Senang,” jawab Nafisa singkat dengan wajah ceria.

Ia mengaku sudah tiga kali menerima santunan dalam kegiatan tersebut. Ketika ditanya rencana penggunaan uang santunan, Nafisa menjawab polos.
“Mau buat nabung,” ujarnya.
Nafisa kini tinggal bersama bude Dwi Astuti bersama dua adiknya, Husein dan Hanifa. Mereka bertiga tumbuh dalam kasih sayang sang bude.
Kisah keluarga kecil di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang ini menjadi pengingat bahwa di tengah ujian hidup, masih ada tangan-tangan tulus yang menghadirkan harapan.
Santunan yang diberikan oleh Komisaris Utama PT Anugerah Citra Abadi (ACA), Iwan Kurniawan bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi anak-anak yatim piatu untuk terus melangkah meraih masa depan. (YD)












