Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

TPA Supit Urang Diprediksi Penuh Tiga Tahun Lagi, DLH Kota Malang Genjot Pengelolaan Sampah dari Hulu

Untuk solusi jangka panjang, Pemkot Malang masih menunggu pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

by RedMP.
22 Juli 2026
in Kota Malang
Bagikan Berita

TPA Supit Urang Kota Malang. (Foto: Dik/MP)

KOTA MALANG – malangpagi.com

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus memperkuat sistem pengelolaan sampah dari tingkat hulu guna mengantisipasi kelebihan kapasitas di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang. Langkah tersebut dinilai penting karena volume sampah yang masuk ke TPA masih mencapai ratusan ton setiap hari.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan produksi sampah di Kota Malang mencapai sekitar 860 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 500 ton diangkut ke TPA Supit Urang, sementara sisanya ditangani melalui berbagai fasilitas pengolahan sampah di tingkat masyarakat.

“Dengan kondisi 500 ton per hari, TPA Supit Urang diperkirakan masih mampu menampung sampah selama 2,5 hingga tiga tahun ke depan. Setelah itu berpotensi mengalami overload. Sekitar 200 ton ditangani melalui kerja sama dengan transporter swasta, sedangkan sisanya dikelola melalui bank sampah, TPS 3R, dan TPS terpadu,” ujar Raymond, Rabu (22/7/2026).

Saat ini, Kota Malang memiliki jaringan pengelolaan sampah yang cukup luas, meliputi 370 bank sampah, lima Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), satu TPS Terpadu, 22 Rumah Pilah Kompos dan Daur Ulang (PKD), serta dua Pusat Daur Ulang (PDU).

Baca Juga :

Wali Kota Malang Tegaskan Larangan Sound Horeg Selama Perayaan HUT RI

Wali Kota Malang Tegaskan Larangan Sound Horeg Selama Perayaan HUT RI

22 Juli 2026
Aksi Pencurian di Swalayan Sardo Digagalkan, Satreskrim Polresta Malang Kota Amankan Pelaku

Aksi Pencurian di Swalayan Sardo Digagalkan, Satreskrim Polresta Malang Kota Amankan Pelaku

21 Juli 2026
Satpol PP Kota Malang Libatkan Linmas sebagai Jaringan Informasi Cegah Peredaran Rokok Ilegal

Satpol PP Kota Malang Libatkan Linmas sebagai Jaringan Informasi Cegah Peredaran Rokok Ilegal

21 Juli 2026
Pemkot Malang Fokus Tuntaskan Status 109 PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu

Pemkot Malang Fokus Tuntaskan Status 109 PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu

20 Juli 2026
DLH Kota Malang Manfaatkan Bakteri Limbah Susu untuk Tekan Gas Metana di TPA Supit Urang

DLH Kota Malang Manfaatkan Bakteri Limbah Susu untuk Tekan Gas Metana di TPA Supit Urang

20 Juli 2026
Load More

Menurut Raymond, strategi tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi beban TPA Supit Urang, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi sampah melalui proses daur ulang. Berbagai produk seperti kursi, meja hingga kerajinan manik-manik telah dihasilkan dari limbah plastik yang sebelumnya tidak memiliki nilai jual.

Selain itu, DLH Kota Malang juga mengembangkan teknologi pengolahan sampah plastik dan styrofoam menjadi bahan bakar alternatif di fasilitas TPS 3R Buring. Hasil olahan tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar mesin operasional maupun armada pengangkut sampah.

“Pengolahannya menggunakan empat unit alat. Setiap alat mampu menampung sekitar 50 kilogram sampah plastik dan menghasilkan sekitar 120 hingga 130 liter bahan bakar. Rata-rata proses produksi dilakukan dua kali dalam sepekan karena menunggu bahan baku terkumpul,” jelasnya.

Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang. (Foto: Dik/MP)

Untuk solusi jangka panjang, Pemkot Malang masih menunggu pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang direncanakan pemerintah pusat di wilayah Kabupaten Malang.

Raymond optimistis keberadaan PSEL akan menjadi solusi strategis dalam mengurangi beban TPA Supit Urang sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

“Kota Malang nantinya berkewajiban menyuplai sekitar 500 ton sampah setiap hari untuk diolah di fasilitas PSEL,” pungkasnya. (YD)


Bagikan Berita
ADVERTISEMENT

Related Posts

Wali Kota Malang Tegaskan Larangan Sound Horeg Selama Perayaan HUT RI

Wali Kota Malang Tegaskan Larangan Sound Horeg Selama Perayaan HUT RI

22 Juli 2026

...

Aksi Pencurian di Swalayan Sardo Digagalkan, Satreskrim Polresta Malang Kota Amankan Pelaku

Aksi Pencurian di Swalayan Sardo Digagalkan, Satreskrim Polresta Malang Kota Amankan Pelaku

21 Juli 2026

...

Satpol PP Kota Malang Libatkan Linmas sebagai Jaringan Informasi Cegah Peredaran Rokok Ilegal

Satpol PP Kota Malang Libatkan Linmas sebagai Jaringan Informasi Cegah Peredaran Rokok Ilegal

21 Juli 2026

...

Pemkot Malang Fokus Tuntaskan Status 109 PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu

Pemkot Malang Fokus Tuntaskan Status 109 PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu

20 Juli 2026

...

DLH Kota Malang Manfaatkan Bakteri Limbah Susu untuk Tekan Gas Metana di TPA Supit Urang

DLH Kota Malang Manfaatkan Bakteri Limbah Susu untuk Tekan Gas Metana di TPA Supit Urang

20 Juli 2026

...

DLH Kota Malang Bantah Ada Setoran hingga Belasan Juta dalam Pengelolaan Toilet Alun-alun

DLH Kota Malang Sulap Sampah Plastik Jadi BBM Alternatif, 200 Kilogram Hasilkan 130 Liter Petasol

18 Juli 2026

...

Pemkot Malang Genjot Daya Saing UMKM, Pelatihan Desain Grafis Jadi Bekal Kuasai Pasar Digital

Pemkot Malang Genjot Daya Saing UMKM, Pelatihan Desain Grafis Jadi Bekal Kuasai Pasar Digital

15 Juli 2026

...

Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin