Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Pantaskah Kayutangan Disebut Kawasan Heritage?

Istilah heritage yang disematkan pun menjadi satu hal yang dikritisi sejumlah kalangan.

by Red
26 Januari 2022
in Kota Malang, Wisata
Bagikan Berita

(Foto: Meta/MP)

KOTA MALANG – malangpagi.com

Kayutangan Heritage menjadi perbincangan hangat masyarakat Kota Malang akhir-akhir ini. Banyak yang memuji wajah baru dengan kecantikan lampu-lampu hias yang berjajar di sepanjang koridor Kayutangan. Namun tak sedikit komentar miring yang datang, lantaran penataan Kayutangan dianggap masih abu-abu.

Istilah heritage yang disematkan pun menjadi satu hal yang dikritisi sejumlah kalangan. Pasalnya, istilah tersebut memiliki arti cukup luas, dan sebagian malah menganggapnya terkesan kuno.

Anggota DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi menyebut bahwa branding heritage terlalu tinggi. Dirinya menilai, konsep-konsep heritage belum tercermin dalam konsep penataan koridor Kayutangan.

“Nama Kayutangan Heritage terlalu besar. Label heritage tidak dapat diapa-apakan. Konsep besarnya untuk kongkow. Namun yan jangan niru Yogyakarta,” tukas Sekretaris Komisi B DPRD Kota Malang itu, saat menjadi pembicara dalam acara bertajuk “Arep Diapakno Kayutangan Iki”.

Baca Juga :

No Content Available
Load More

Pernyataan Arief dalam acara yang digelar Komunitas Malang Peduli Demokrasi (MPD) di Hotel Pelangi (Jumat, 20/1/2022) itu diamini arkeolog asal Kota Malang, Dwi Cahyono. Dirinya turut menyayangkan penyematan embel-embel heritage.

“Saya menilai, sebaiknya koridor Kayutangan tidak diberi label heritage, agar lebih leluasa. Nuansanya jadi terkesan ditua-tuakan. Sampai-sampai dipasang lampu agar seolah tua, padahal baru,” ucap mantan anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang periode 2017–2020 itu.

Ki Dwi, sapaan karib sejarawan itu, menyayangkan diskusi tentang Kayutangan baru digelar saat pembangunan sudah tereksekusi. Sehingga khalayak tidak mengetahui konsep penataan Kayutangan dari awal.

Sementara itu, arsitek Budi Fathony menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan kajian terhadap Kayutangan, danhasilnya sudah diberikan kepada Pemerintah Kota Malang.

“Kami telah mengkaji secara akademis bersama tim, mengenai konsep heritage, bahkan sudah menjadi buku dan sudah diserahkan kepada Pak Walikota. Namun kami tidak paham, kenapa ujug-ujug bentuknya seperti ini. Beda banget dengan hasil kajian,” ucap Budi.

Masukan senada juga datang dari Bambang Gatot Wahyudi, yang menyarankan agar Pemkot Malang urung memaksakan nama heritage. “Janganlah memaksakan untuk memakai nama heritage apabila belum siap. Kota lain tanpa embel-embel heritage juga bisa populer,” serunya.

Menjawab kritik yang dilontarkan berbagai pihak dalam acara diskusi tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Diah Ayu Kusumadewi mengatakan bahwa Kayutangan Heritage adalah nama yang dikeluarkan dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah).

“Kalau kami dalam paket kegiatan tidak ada namanya Kayutangan Heritage untuk koridor di Jalan Basuki Rahmat. Ini adalah istilah pengetopan,” ungkap Diah.

Maka dari itu, pihaknya mempersilakan masyarakat jika menginginkan perubahan istilah untuk penamaan koridor Kayutangan. “Monggo jika ada usulan untuk mengganti istilah Kayutangan Heritage. Nanti kami ajan sampaikan kepada Bapak Walikota,” tukas Diah.

Menanggapi berbagai kritikan yang datang, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni menegaskan bahwa sebelum direvitalisasi kawasan Kayutangan adalah sebuah kawasan ‘mati’.

“Kenapa harus heritage? Karena kita memiliki sejarah Kerajaan Kanjuruhan, yang pusatnya berada di Kota Malang. Selain itu, kita juga pernah berada di era Kolonial. Ada Idjen Boulevard dan Alun-Alun, yang semuanya itu adalah satu kesatuan sebagai branding heritage untuk menarik wisatawan,” paparnya.

Perempuan asal Bali itu menekankan, pembangunan Kayutangan belum usai dan masih dalam tahap penyempurnaan. “Ini memang belum sempurna dan kami berupaya terus berbenah. Pemkot Malang memang berencana untuk mengecat kembali dengan warna putih, hitam, dan abu-abu. Sehingga konsep heritage dapat ditonjolkan,” pungkas Ida Ayu. (Har/MAS)


Bagikan Berita
Tags: Katutangan Heritage
ADVERTISEMENT

Related Posts

Warung Madura di Tidar Terbakar Hebat, Satu Korban Tewas Terjebak di Bak Mandi

Kebakaran di Kota Malang Tembus 116 Kasus, Kerugian Capai Rp2,16 Miliar

13 Oktober 2026

...

Wahyu Hidayat Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Kota Malang

Wahyu Hidayat Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Kota Malang

13 Oktober 2026

...

Kejurprov Kickboxing Jatim 2026: Kota Malang Raih 7 Emas, Karina Arisandi Sabet Gelar Atlet Terbaik

Kejurprov Kickboxing Jatim 2026: Kota Malang Raih 7 Emas, Karina Arisandi Sabet Gelar Atlet Terbaik

12 Oktober 2026

...

Peringati World Cleanup Day 2026, Wali Kota Malang Pimpin Bersih-Bersih Sungai Metro

Peringati World Cleanup Day 2026, Wali Kota Malang Pimpin Bersih-Bersih Sungai Metro

9 Oktober 2026

...

Publikasi Q4 Tak Lagi Cukup, LLDIKTI VII Naikkan Standar Akademik Dosen

Publikasi Q4 Tak Lagi Cukup, LLDIKTI VII Naikkan Standar Akademik Dosen

7 Oktober 2026

...

DPRD Kota Malang Dorong Retret Kepala Sekolah Jadi Momentum Evaluasi Pendidikan

DPRD Kota Malang Dorong Retret Kepala Sekolah Jadi Momentum Evaluasi Pendidikan

7 Oktober 2026

...

Dugaan Kekerasan Terhadap Siswa, Kepala SMPN 18 Malang Dilaporkan ke Polisi

Unit PPA Polresta Malang Kota Dalami Dugaan Kekerasan Seksual Mahasiswi di Kos Sukun

6 Oktober 2026

...

Load More
Next Post
Dishub Kota Malang: Tidak Ada Jalan Satu Arah di Kayutangan

Dishub Kota Malang: Tidak Ada Jalan Satu Arah di Kayutangan

100 Petugas DLH Bersihkan Koridor Kayutangan

100 Petugas DLH Bersihkan Koridor Kayutangan

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin