Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

LTN-NU Kota Malang Gelar Bedah Novel Api Jihad di Tanah Suriah

Baik menulis buku maupun diskusi tentang bahaya radikalisme, dirasa sangat sangat penting oleh Syahrul, karena menurutnya informasi yang mengalir ke masyarakat harus dibentengi.

by Red
1 Oktober 2022
in Kota Malang
Bagikan Berita

Mantan tentara ISIS, Syahrul Munif (kedua dari kanan) menceritakan pengalamannya ketika ‘berjihad’ di Suriah. (Foto: DK99/MP)

KOTA MALANG – malangpagi.com

Bedah novel Api Jihad di Tanah Suriah, bercerita tentang kisah nyata seorang mantan tentara ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) bernama Syahrul Munif yang bertaubat, kali ini diselenggarakan di Rumah Makan Kertanegara Malang, Rabu (30/9/2022).

Karya jurnalis senior Abdul Muntholib setebal 53 halaman tersebut dibuka oleh pengantar dari sejumlah tokoh, dan selanjutnya menceritakan perjalanan Syahrul Munif saat bergabung menjadi tentara ISIS dan melakukan ‘jihad’ di Suriah.

Kegiatan diskusi yang inisiasi Pengurus Cabang Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) Kota Malang itu dihadiri oleh sejumlah tokoh agama, aktivis, akademisi, masyarakat, dan perwakilan dari beberapa Forkopimda.

Abdul Muntholib menceritakan, Syahrul Munif mengaku pada awalnya diajak ke Suriah guna melakukan misi kemanusiaan. Setelah enam bulan berada sana, Syahrul mengaku ada ketidakcocokan dalam nuraninya terhadap kegiatan ISIS. Sehingga Ia pun mencoba untuk keluar dari Suriah dan kembali pulang ke tanah air.

Baca Juga :

Bocah 3 Tahun Kritis Penuh Luka, Dua Orang Jadi Tersangka Dugaan Penelantaran dan Penganiayaan

Bocah 3 Tahun Kritis Penuh Luka, Dua Orang Jadi Tersangka Dugaan Penelantaran dan Penganiayaan

29 Agustus 2026
Aksi 500 Massa di Kayutangan, Polresta Malang Kota Kerahkan 463 Personel

Aksi 500 Massa di Kayutangan, Polresta Malang Kota Kerahkan 463 Personel

28 Agustus 2026
Pemkot Malang Siapkan Skema Baru Penataan PKL, Tak Ingin Penertiban Berulang

Pemkot Malang Siapkan Skema Baru Penataan PKL, Tak Ingin Penertiban Berulang

28 Agustus 2026
Bulog Malang Targetkan Penyaluran 18.825 Ton Beras Tuntas September

Bulog Malang Targetkan Penyaluran 18.825 Ton Beras Tuntas September

27 Agustus 2026
Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026, Polresta Malang Kota Ungkap 45 Kasus

Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026, Polresta Malang Kota Ungkap 45 Kasus

26 Agustus 2026
Load More

“Novel ini saya buat saat yang bersangkutan bebas dari tahanan di Nusa Kambangan. Agar generasi berikutnya tidak terjerumus paham radikalisme. Ia [Syahrul Munif] sengaja minta kisahnya ditulis dalam bentuk buku yang sifatnya mengedukasi,” jelas Muntholib.

Meskipun menyadari bahwa minat membacanya generasi saat ini cenderung menurun, namun hal itu tidak menyurutkan niat Abdul Muntholib. Dirinya pun mengaku terus menulis guna meneruskan tradisi para ulama.

“Buku ini sengaja saya kemas dalam bentuk novel supaya enak dibaca. Sehingga nantinya pembaca merasa terlibat langsung di dalam kisah nyata ini. Ke depan juga akan ada filmnya dengan target anak-anak muda, agar mereka mampu meresapi substansi kisah di buku ini,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, Syahrul Munif menjelaskan bahwa kepandaian seseorang bukanlah jaminan untuk tidak terpengaruh bahaya radikalisme. Baginya, telah menjadi sebuah kewajiban untuk menyampaikan bahaya gerakan ISIS yang selalu mengafirkan orang-orang di luar golongan mereka.

“Kelompok ISIS sangat militan dalam menyukseskan program mereka dengan iming-iming surga. Ayat-ayat Al Qur’an sering juga dijadikan doktrin untuk mendukung hal tersebut. Mereka juga tak segan-segan memainkan propaganda,” terangnya.

Syahrul mengakui, saat itu pemikirannya bias. Sebelum memutuskan berangkat ke Suriah, Ia merasa tidak ada ladang untuk berjihad di Indonesia. Sehingga waktu itu terbukalah opsi untuk pergi ke Suriah, karena dirinya tidak ingin bersinggungan dengan orang Indonesia. “Ketika saya berangkat ke Suriah, berita tentang ISIS tidak semasif ketika pulang dari sana. Saat itu banyak yang bergabung di angkata saya, begitu juga dari negara-negara lain,” jelasnya.

“Namun akhirnya saya pun memutuskan pulang. Karena keadaan yang diidamkan tak seindah ketika berangkat,” lanjut Syahrul. Saat di ISIS, Ia mengaku selalu mendapat motivasi untuk siap mati dengan jaminan masuk surga.

Baik menulis buku maupun diskusi tentang bahaya radikalisme, dirasa sangat sangat penting oleh Syahrul, karena menurutnya informasi yang mengalir ke masyarakat harus dibentengi.

“Paham radikalisme sangat rentan masuk ke anak- anak yang latar belakang keagamaannya kurang, terutama yang terlalu bersemangat dan terbuka. Artinya, keterbukaan itu kadang bisa membuat kita tergelincir. Maka pada kesempatan kali ini, ingin saya sampaikan kepada generasi muda, ayo melek informasi,” tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris PCNU Kota Malang, M Faisol Fatawi mengatakan, perjalanan kisah nyata dalam novel Api Jihad di Tanah Suriah sangatlah penting untuk menjadi sebuah pedoman pembelajaran. “Saya kira perjalanan nyata dan pengalaman mas Syahrul harus kita ambil hikmahnya. Informasi yang utuh seperti ini sangatlah penting,” tuturnya. (DK99/MAS)


Bagikan Berita
ADVERTISEMENT

Related Posts

Bocah 3 Tahun Kritis Penuh Luka, Dua Orang Jadi Tersangka Dugaan Penelantaran dan Penganiayaan

Bocah 3 Tahun Kritis Penuh Luka, Dua Orang Jadi Tersangka Dugaan Penelantaran dan Penganiayaan

29 Agustus 2026

...

Aksi 500 Massa di Kayutangan, Polresta Malang Kota Kerahkan 463 Personel

Aksi 500 Massa di Kayutangan, Polresta Malang Kota Kerahkan 463 Personel

28 Agustus 2026

...

Pemkot Malang Siapkan Skema Baru Penataan PKL, Tak Ingin Penertiban Berulang

Pemkot Malang Siapkan Skema Baru Penataan PKL, Tak Ingin Penertiban Berulang

28 Agustus 2026

...

Bulog Malang Targetkan Penyaluran 18.825 Ton Beras Tuntas September

Bulog Malang Targetkan Penyaluran 18.825 Ton Beras Tuntas September

27 Agustus 2026

...

Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026, Polresta Malang Kota Ungkap 45 Kasus

Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026, Polresta Malang Kota Ungkap 45 Kasus

26 Agustus 2026

...

Menpora Apresiasi Kebangkitan Tinju Kota Malang, Pertina dan KTI Siapkan Regenerasi Atlet

Menpora Apresiasi Kebangkitan Tinju Kota Malang, Pertina dan KTI Siapkan Regenerasi Atlet

24 Agustus 2026

...

Wali Kota Malang Tinjau Pembangunan Paving dan Drainase RT Berkelas di Purwodadi

Wali Kota Malang Tinjau Pembangunan Paving dan Drainase RT Berkelas di Purwodadi

24 Agustus 2026

...

Load More
Next Post
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Sutiaji Ungkap Kehebatan Dasar Negara RI

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Sutiaji Ungkap Kehebatan Dasar Negara RI

Pekan Kebudayaan Daerah Kota Malang 2022, Genjot Pemajuan Kebudayaan

Pekan Kebudayaan Daerah Kota Malang 2022, Genjot Pemajuan Kebudayaan

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin