Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

TGA Desak Pemerintah Juga Peduli Kepada Korban Luka Tragedi Kanjuruhan

Tagar Usut Tuntas bertujuan untuk membuka seterang-terangnya apa yang terjadi dalam tragedi Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober lalu. Tidak boleh ada yang ditutupi.

by Red
15 Oktober 2022
in Kota Malang
Bagikan Berita

Pendamping Hukum Tim Gabungan Aremania, Anjar Nawan Yusky memperlihatkan rekam jejak korban luka dalam tragedi Kanjuruhan. (Foto: Hariani/MP)

KOTA MALANG – malangpagi.com

Tim Gabungan Aremania (TGA) memberikan rekomendasi kepada Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) terkait hal-hal yang perlu disentuh dan diperjuangkan. “Pada prinsipnya kami mengapresiasi kinerja TGIPF menampung segala bukti-bukti, salah satunya yang kami serahkan. Setidaknya ada satu hal yang berbeda dan menjadi catatan serta perlu diperhatikan,” tutur pendamping hukum Tim Gabungan Aremania, Anjar Nawan Yusky dalam Konferensi Pers yang digelar di Posko TGA, Jalan Kawi No. 24C Kota Malang, Jumat malam (14/10/2022).

“Perlu diingat, dalam tragedi ini tidak hanya ada korban jiwa, tapi juga ada yang luka berat dan mengalami trauma psikis. Ini yang belum disentuh. Ini yang belum direkomendasikan,” terangnya.

Menurut Anjar, dalam perspektif penegakan hukum tidak bisa fokus pada korban jiwa semata. Korban yang mengalami luka juga perlu dibuktikan penyebab luka tersebut.

Lebih lanjut pria berkacamata itu mengatakan, tagar Usut Tuntas bertujuan untuk membuka seterang-terangnya apa yang terjadi dalam tragedi Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober lalu. Tidak boleh ada yang ditutupi.

Baca Juga :

Wisata Juang Wonokoyo Digagas, Nama Mayor Hamid Rusdi Ingin Kembali Dikenalkan ke Generasi Muda

Wisata Juang Wonokoyo Digagas, Nama Mayor Hamid Rusdi Ingin Kembali Dikenalkan ke Generasi Muda

11 Agustus 2026
HUT ke-39, Arema FC Dapat Dua Bus Baru untuk Perkuat Operasional Tim

HUT ke-39, Arema FC Dapat Dua Bus Baru untuk Perkuat Operasional Tim

11 Agustus 2026
Rayakan HUT ke-39 Arema FC, Polisi dan Aremania Tebar Pesan Damai Lewat 39 Mawar

Rayakan HUT ke-39 Arema FC, Polisi dan Aremania Tebar Pesan Damai Lewat 39 Mawar

11 Agustus 2026
MSSF 2026 Sukses Digelar, Wakil Wali Kota Malang Dorong Festival Layang-Layang Naik Kelas

MSSF 2026 Sukses Digelar, Wakil Wali Kota Malang Dorong Festival Layang-Layang Naik Kelas

10 Agustus 2026
Festival Partilibur Caravan 2026 Sukses Digelar di Batu, Hadirkan Konsep Musik Bernuansa Sirkus

Festival Partilibur Caravan 2026 Sukses Digelar di Batu, Hadirkan Konsep Musik Bernuansa Sirkus

9 Agustus 2026
Load More

“Salah satu yang belum terakomodir adalah pemeriksaan terhadap korban-koran luka. Sampai hari ini belum mendapatkan keterangan jelas terhadap saudara-saudara kita yang dibawa ke rumah sakit atau rawat jalan. Masih belum ada kejelasan apa penyakit maupun luka yang diderita korban,” beber Anjar

“Untuk itu, kami bersama TGIPF, tentunya ingin memunculkan betapa pentingnya mencari tahu penyebab. Karena dalam peristiwa pidana, sebab akibat itu sangat penting,” tegasnya.

Dirinya lantas menyebutkan, ada salah satu korban luka yang mengadu pada TGA dan memaparkan kronologi kejadian yang menimpanya. ” Ini adalah rekam medis dari salah satu korban luka yang sempat mengadu ke TGA. Sedikit saya jelaskan, dari dokter yang memeriksa dan merawat disebutkan mata merah itu karena terinjak-injak. Sementara itu saat kami menggali keterangan dari korban, disampaikan bahwa area mata dan wajah tidak ada yang terinjak-injak,” papar Anjar

Berangkat dari fakta itulah muncul kecurigaan. Bagaimana bisa wajah tidak pernah terinjak tapi matanya merah. “Untuk itu kami melakukan pendampingan dan melakukan pemeriksaan pembanding sebagai second opinion ke dokter spesialis. Dan ini ada temuan awal bahwa ada hasil yang berbeda,” terangnya lagi.

Dari hasil pemeriksaan dokter spesialis, ditemukan penyebab mata merah tersebut salah satunya adalah karena pecahnya pembuluh darah di mata. Untuk memastikan pemeriksaan lebih spesifik, pihaknya pun melakukan konsultasi dan pemeriksaan ulang.

“Ada kemungkinan terjadi kebutaan ketika paparan zat dari luar [dokter tidak menyebut nama zatnya secara spesifik] itu mengiritasi mata, mengiritasi kornea, bisa jadi kecacatan permanen. Ini yang harus menjadi fokus kita bersama. Dan ini belum muncul dalam rekomendasi TGIPF. Sehingga menjadi catatan besar buat kami,” jelasnya.

Anjar juga menyampaikan bahwa rekomendasi TGIPF sifatnya tidak mengikat. “Artinya kita perlu kawal bersama. Ada stakeholder yang dituju, ada PSSI, TNI, Polri, PUPR, Kementerian Kesehatan, yang semua mendapatkan rekomendasi. Kita harus memastikan bahwa rekomendasi tersebut harus dijalankan. Itu yang lebih penting,” tegasnya.

Dalam pengawalan tersebut, termasuk dalam perspektif penegakan hukum harus dipastikan Polri mengakomodir, mendengarkan masukan-masukan dari TGIPF, tak terkecuali masukan dari korban. Karena sejatinya penyidikan itu dilakukan untuk kepentingan korban

Melalui rekomendasi dari TGIPF, pihaknya meminta Polri lebih mendengarkan masukan-masukan dari Aremania. “Kami dari bagian hukum sedang mengumpulkan bukti-bukti, sedang melakukan kajian, dan saat ini mempertimbangkan upaya perdata dan akan menuju ke pelanggaran HAM di pengadilan HAM,” sebut Anjar.

“Kami saat ini mengupayakan dalam rangka memberikan ganti rugi atau restitusi atau pengembalian hak kepada korban tragedi Kanjuruhan. Jika pemerintah tidak menjalankan atau tidak bertanggungjawab, maka kami siap menempuh jalur hukum,” tutupnya. (Har/MAS)


Bagikan Berita
ADVERTISEMENT

Related Posts

Wisata Juang Wonokoyo Digagas, Nama Mayor Hamid Rusdi Ingin Kembali Dikenalkan ke Generasi Muda

Wisata Juang Wonokoyo Digagas, Nama Mayor Hamid Rusdi Ingin Kembali Dikenalkan ke Generasi Muda

11 Agustus 2026

...

Rayakan HUT ke-39 Arema FC, Polisi dan Aremania Tebar Pesan Damai Lewat 39 Mawar

Rayakan HUT ke-39 Arema FC, Polisi dan Aremania Tebar Pesan Damai Lewat 39 Mawar

11 Agustus 2026

...

MSSF 2026 Sukses Digelar, Wakil Wali Kota Malang Dorong Festival Layang-Layang Naik Kelas

MSSF 2026 Sukses Digelar, Wakil Wali Kota Malang Dorong Festival Layang-Layang Naik Kelas

10 Agustus 2026

...

Replika Masjid Nabawi Hampir Rampung, Kampung Madinah Bersiap Jadi Ikon Wisata Religi Kota Malang

Replika Masjid Nabawi Hampir Rampung, Kampung Madinah Bersiap Jadi Ikon Wisata Religi Kota Malang

9 Agustus 2026

...

Puluhan Klub Layang-Layang Siap Ramaikan Malang Solidarity Sky Fest 2026

Puluhan Klub Layang-Layang Siap Ramaikan Malang Solidarity Sky Fest 2026

7 Agustus 2026

...

Hadiah HUT RI ke-81, Pemprov Jatim Bebaskan Tunggakan Pajak Kendaraan Pengemudi Ojol

Hadiah HUT RI ke-81, Pemprov Jatim Bebaskan Tunggakan Pajak Kendaraan Pengemudi Ojol

6 Agustus 2026

...

Forum Cangkrukan Pancasila Dorong Kebijakan Ekonomi Lebih Berpihak ke UMKM

Forum Cangkrukan Pancasila Dorong Kebijakan Ekonomi Lebih Berpihak ke UMKM

5 Agustus 2026

...

Load More
Next Post
Perdana, BPS Kota Malang Lakukan Pendataan Registrasi Sosial Ekonomi

Perdana, BPS Kota Malang Lakukan Pendataan Registrasi Sosial Ekonomi

Bawaslu Kabupaten Malang Gelar Seleksi CAT untuk Panwascam

Bawaslu Kabupaten Malang Gelar Seleksi CAT untuk Panwascam

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin