
KOTA MALANG – malangpagi.com
Direktur Jatim Park 3, Suryo Widodo, dianugerahi penghargaan Pluralisme Award dari DPC Barisan Kader (Barikade) Gus Dur Kota Malang. Apresiasi ini diberikan lantaran Suryo Widodo dinilai sebagai tokoh masyarakat yang telah berjasa dalam mendukung pluralisme di Kota Malang.
Tokoh masyarakat lainnya yang mendapatkan penghargaan serupa adalah Handoyo Joyo Saputro, dr. Sugiharta Tandya, Andreas Eddy Susetyo, Shiva Puspita, Aiptu Lukito Adi Purnomo, Kompol Budi Winarto, Kombes Pol Budi Hermanto, Letkol Kav Heru Wibowo Sofa, dr. Lisa Setiawati, Prof. Abdul Haris, Prof. Abdul Haris, dan Ketua Yayasan Sosial Hakka Kota Malang Sutanto Harsono.
Penghargaan tersebut diberikan bertepatan dengan acara Haul ke-13 Gus Dur, yang diselenggarakan di Gedung Yayasan Sosial Hakka, Jalan Kalimantan No. 15 Kota Malang, Jumat (30/12/2022).
Dalam kesempatan tersebut, Suryo Widodo menyampaikan bahwa pluralisme di Kota Malang berkembang secara luar biasa. Dirinya pun mengapresiasi perhelatan ini, karena menurutnya dengan menggaungkan pluralisme berarti menghargai adanya perbedaan.

“Di sini [Kota Malang] tidak ada larangan beribadah, dan kita bersinergi lintas agama, lintas budaya, lintas suku. Tidak ada perbedaan, karena kita satu Indonesia dan Malangkucecwara,” ujarnya.
Dirinya berpesan untuk mempertahankan toleransi antarumat beragama. Sehingga tidak mudah dimasuki paham-paham radikal yang fanatik, serta merasa tidak menang sendiri. “Kita hidup bermasyarakat harus saling tepo sliro. Dan ini sudah terjadi ratusan tahun yang lalu,” terang Suryo.
“Adanya [kerajaan] Singhasari dengan Hindu Buddha, sebenarnya itu sudah ada perbedaan dari ratusan tahun lalu. Maka janganlah menjadikan perbedaan sebagai suatu permasalahan,” lanjutnya.
Dalam pandangan Suryo Widodo, Gus Dur atau KH Abdurrahman Wahid merupakan sosok yang luar biasa. “Di tengah persoalan bangsa, beliau berani memberikan ruang gerak kepada semua agama, termasuk Konghucu juga diakui. Semua dinaungi, meskipun Gus Dur seorang muslim, namun kaum minoritas pun tetap diberi hak,” ucapnya.
Dirinya berharap, di masa depan muncul tokoh seperti Gus Dur dan kegiatan doa lintas agama maupun kesenian lintas agama tetap dilakukan.

Sejalan dengan itu, Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko pun mengapresiasi rangkaian kegiatan Haul ke-13 Gus Dur. “Apresiasi Pluralisme Award 2022 ini merupakan kehormatan dan rasa syukur kita. Salah satunya adalah bagaimana kita saling bertenggang rasa dan bertoleransi,” tutur Wawali.
“Ini adalah momentum yang pas sebagai ucapan terimakasih kepada para tokoh, yang telah memberikan peran kepada masyarakat dalam menyuarakan pluralisme di Kota Malang,” imbuh Bung Edi, sapaan karibnya.
Dirinya juga menyebut Gus Dur sebagai pribadi yang wajib diteladani. “Pemikiran dan gagasan Gus Dur sungguh luar biasa. Cinta kasihnya kepada kita semua sama dan tidak membedakan. Maka, kegiatan ini adalah salah satu bentuk refleksi untuk mengenang perjuangan Gus Dur,” tandas Bung Edi.
Selain memberikan penghargaan kepada para tokoh yang dinilai berperan dalam terwujudnya pluralisme, Barikade Gusdur juga memberikan apresiasi kepada Malang Pagi, sebagai media yang telah berpartisipasi dalam sinergi dan kemitraan antara DPC Barikade Gus Dur Kota Malang dengan insan pers. (Har/MAS)














