
KOTA MALANG – malangpagi.com
Sebanyak 800 personel gabungan dikerahkan oleh Polresta Malang Kota dalam pengamanan malam Tahun Baru 2023. “Personel gabungan berasal dari Polresta Malang Kota, Kodim 0833, kemudian dari stakeholder yang lain. Jumlah bulatnya itu kurang lebih 800 personel,” jelas Kabag Ops Polresta Malang Kota Kompol Supian, Sabtu (31/12/2022).
“Termasuk juga kita libatkan Korwil-Korwil Aremania, untuk turut serta membantu agar situasi Kota Malang itu bisa kondusif,” lanjutnya.
Kompol Supian mengatakan, malam Tahun Baru 2023 memang perlu diwaspadai dan diantisipasi. “Presiden Jokowi kan sudah menyatakan jika PPKM dicabut. Tentu masyarakat nanti akan euforia. Nah, perayaan euforia yang berlebihan, sehingga kerawanan yang timbul dengan jumlah massa yang cukup banyak, itu yang kita jaga,” terangnya.
“Namun, dengan pola yang sudah akan kami terapkan nanti, mudah-mudahan bisa mengcover perkembangan yang terjadi di Kota Malang,” imbuh Kompol Supian.
Dikatakannya, Polresta Malang Kota telah membagi personel tersebut dalam beberapa titik. Di antaranya Pos Yan Ijen dan depan Museum Brawijaya, dengan penempatan 61 personel. “Ada pula penempatan 22 personel di Pos Pam MCC. Depan Taman Krida Budaya ada 25 personel. Pos Pam Jembatan UB maupun di Taman Bunga Merjosari juga ada personwl yang berjaga,” bebernya.
Tidak hanya itu, pihaknya menempatkan personel di perbatasan Kota Malang. “Di Terminal Landungsari, perempatan Kacuk, batas kota Kalisari, batas kota Adiputra, dan tengah kota. Apabila kekurangan personel, maka kami sudah menyiapkan 84 personel [tambahan] di Mapolresta Malang Kota,” jelas Kompol Supian.
Sedangkan di kawasan Kayutangan Heritage juga menerjunkan 38 personel, dengan penanggungjawab Kapolsek Klojen. “Untuk Kayutangan Heritage apakah akan diberlakukan jalur satu arah. Itu sifatnya situasional. Artinya, kalau memang tidak perlu dilakukan pengalihan arus, rekayasa lalu lintasnya ya tetap berjalan normal seperti biasa,” jelasnya.
Untuk itu Satlantas Polresta Malang Kota telah berkoordinasi dengan Dishub dan membuat rekayasa lalu lintas. “Apabila timbul kemacetan dan kendaraan yang membeludak, maka akan dilakukan rekayasa lalin.
Itu ada di jalur KTL, Jalan Sukarno Hatta yang memang itu diprediksi sebagai titik kumpul massa, kemudian nanti juga Alun-Alun Merdeka, dan Bundaran Tugu. Itu yang perlu kita jaga. Untuk sementara ini arus lalu lintas masih lengang, nanti kita lihatlah perkembangannya,” papar Kompol Supian.
Terkait penggunaan petasan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada tiga pilar, yakni Kamtibmas, Lurah, dan Babinsa. “Agar mereka menyampaikan kepada warga terkait penyalaan kembang api dan petasan, itu harus betul-betul mengedepankan aspek keamanan,” terangnya
“Termasuk juga di perhotelan, kami sudah sampaikan imbauan terkait kegiatan di hotel harus sudah mempunyai surat izin dari Polresta. Setelah itu, mereka sudah harus dapat mengelola bagaimana kegiatan tersebut dikemas, dengan memberdayakan keamanan internal di hotel masing-masing. Penyalaan kembang api juga akan diasistensi oleh anggota Polresta Malang Kota, supaya betul-betul tidak ada efek samping yang ditimbulkan,” pungkas Kompol Supian. (Har/MAS)














