
KOTA MALANG – malangpagi.com
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan pekerjaan fisik revitalisasi Alun-alun Merdeka telah rampung. Kawasan ruang terbuka hijau di jantung kota tersebut kini tampil lebih segar dengan mengusung konsep ramah anak dan keluarga.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang membenarkan bahwa progres pekerjaan telah mencapai 100 persen.
Ia menyebut, konsep ramah anak dihadirkan menyesuaikan karakter pengunjung Alun-alun Merdeka.
“Sekitar 80 persen pengunjung Alun-alun Merdeka merupakan keluarga yang datang bersama anak-anak. Oleh karena itu, kami berupaya menghadirkan kawasan yang ramah anak, di antaranya melalui perbaikan fasilitas playground serta penambahan dry fountain atau air mancur terbuka yang dapat dimanfaatkan anak-anak untuk bermain,” ujar Raymond, Jumat (23/1/2026).
Selain menghadirkan fasilitas bermain, Raymond mengatakan bahwa pihaknya menargetkan kenyamanan dan kebersihan kawasan. Ia menyampaikan, jumlah tempat sampah telah ditambah untuk mendukung pengelolaan kebersihan yang lebih optimal.
“Alun-alun Merdeka kami harapkan menjadi kawasan yang lebih bersih dan nyaman. Pengunjung juga diimbau tidak merokok sembarangan di Alun-Alun,” terangnya.
Raymond menyebutkan bahwa DLH Kota Malang juga telah menyiapkan area khusus bagi pengunjung yang merokok.
“Bagi pengunjung yang merokok, disediakan tempat-tempat tertentu. Lokasinya ditempatkan jauh dari pusat aktivitas agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung lainnya,” tegasnya.
Menanggapi rencana Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat untuk mengintegrasikan Alun-alun Merdeka dengan pengembangan wisata heritage terpadu, Raymond menyatakan dukungannya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa rencana tersebut perlu melalui kajian yang matang sebelum direalisasikan.
“Kami menyambut baik gagasan tersebut. Nanti akan dilakukan kajian mendalam, termasuk penataan PKL dan sentra kuliner. Untuk penataan, kami harus memetakan wilayah strategis serta melihat keinginan dan antusiasme masyarakat,” pungkas Raymond. (YD)














