Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Pulihkan Ruang Hijau Pascaproyek Drainase, DLH Kota Malang Siap Tanam Tabebuya di Suhat

Tabebuya dipilih karena memiliki daun lebar serta dinilai cocok dengan kondisi lahan yang tersedia di Kawasan Suhat.

by RedMP.
29 Januari 2026
in Kota Malang
Bagikan Berita

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang. (Foto: Dik/MP)

KOTA MALANG – malangpagi.com

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menanam pohon tabebuya di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) sebagai upaya mengembalikan fungsi penghijauan pascapembangunan saluran drainase. Langkah ini dilakukan menyusul arahan langsung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat untuk menindaklanjuti sorotan masyarakat terkait berkurangnya ruang terbuka hijau di kawasan tersebut.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan bahwa tabebuya dipilih karena memiliki daun lebar serta dinilai cocok dengan kondisi lahan yang tersedia di Suhat.

“Jenis tanaman yang akan kami tanam adalah tabebuya daun lebar. Harapannya bisa memberikan fungsi penghijauan sekaligus memperindah kawasan Jalan Soekarno-Hatta,” ujar Raymond, Kamis (29/1/2026).

Saat ini, DLH Kota Malang bersama tim dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) masih melakukan survei lapangan untuk menentukan titik-titik yang memungkinkan dilakukan penanaman secara langsung.

Baca Juga :

Dry Fountain Alun-Alun Malang Rusak Usai Hujan Lebat, DLH Targetkan Beroperasi Pekan Depan

Dry Fountain Alun-Alun Malang Rusak Usai Hujan Lebat, DLH Targetkan Beroperasi Pekan Depan

4 Mei 2026
Pemkot Malang Pasang Pagar di Pasar Gadang, Pembeli Tak Bisa Lagi Transaksi di Pinggir Jalan

Pemkot Malang Pasang Pagar di Pasar Gadang, Pembeli Tak Bisa Lagi Transaksi di Pinggir Jalan

2 Mei 2026
May Day di Kota Malang Diwarnai Gigs Jalanan, Musik Hardcore-Punk Jadi Medium Perlawanan

May Day di Kota Malang Diwarnai Gigs Jalanan, Musik Hardcore-Punk Jadi Medium Perlawanan

1 Mei 2026
Akhir Panjang Kasus Sardo Swalayan, Tiga Tersangka Resmi Ditahan

Akhir Panjang Kasus Sardo Swalayan, Tiga Tersangka Resmi Ditahan

29 April 2026
Gudang Rokok di Malang Diduga Dibakar Karyawan, Polisi Ungkap Motif Tutupi Penggelapan Rp7 Miliar

Gudang Rokok di Malang Diduga Dibakar Karyawan, Polisi Ungkap Motif Tutupi Penggelapan Rp7 Miliar

29 April 2026
Load More

Raymond menjelaskan, salah satu lokasi yang dinilai potensial ditanam pohon tabebuya berada di sisi barat Suhat, tepatnya di kawasan Politeknik Negeri Malang (Polinema).

“Di area Polinema masih ada ruang tanah yang bisa ditanami, karena masih terdapat lahan tanah yang belum tertutup beton. Untuk titik lainnya, seperti di depan ruko hingga ke arah utara, masih kami lakukan pengecekan,” katanya.

DLH menyiapkan bibit tabebuya dengan tinggi sekitar tiga meter. Jumlah bibit disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan dan diperkirakan bisa mencapai ratusan batang apabila kondisi lahan mendukung.

Selain penanaman langsung di tanah, DLH Kota Malang juga menyiapkan alternatif berupa penggunaan pot berukuran besar. Opsi ini diperuntukkan bagi lokasi yang berada di atas atau berdekatan dengan saluran drainase, agar tidak mengganggu struktur gorong-gorong maupun rencana pembangunan jalur pedestrian.

“Untuk lokasi yang tidak memungkinkan ditanami langsung, kami siapkan pot besar. Namun, jika ada lahan yang memungkinkan penanaman langsung, tentu itu yang kami prioritaskan,” jelasnya.

Rencana penanaman tabebuya ini akan direalisasikan setelah survei dan penilaian lapangan rampung dilakukan oleh tim provinsi. Pemkot Malang berharap langkah tersebut menjadi awal pemulihan kualitas lingkungan di salah satu koridor hijau utama Kota Malang.

“Pada prinsipnya, kami siap menanam kembali sesuai hasil evaluasi di lapangan,” tegas Raymond.

Penentuan titik tanam akan mempertimbangkan kondisi lahan agar tidak mengganggu infrastruktur drainase yang telah dibangun. Salah satu opsi yang dikaji adalah memanfaatkan tanah di sisi gorong-gorong, terutama di area antara deretan ruko yang saat ini masih berupa paving.

“Sejak awal fokus proyek memang pada drainase. Untuk penanaman kembali, konsep awalnya menggunakan pot besar. Namun, jika di lapangan ada lahan yang memungkinkan penanaman langsung, tentu akan kami dahulukan,” ujarnya.

Raymond menegaskan, rencana penghijauan sebenarnya sudah disiapkan sejak awal pembangunan gorong-gorong. Namun, keterbatasan lebar lahan membuat jenis tanaman harus disesuaikan.

“Saat pemasangan gorong-gorong, kami sudah merencanakan lokasi penanaman. Tapi karena lahannya terbatas, kami mencari jenis tanaman yang sesuai,” katanya.

Jika proses pengecekan lapangan selesai sesuai jadwal, penanaman pohon ditargetkan mulai dilakukan pekan ini.

“Rabu ini survei ditargetkan rampung. Jika tidak ada kendala, Kamis atau Jumat sudah mulai penanaman,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan, berdasarkan informasi dari Dinas PU Provinsi Jawa Timur, area di atas gorong-gorong akan difungsikan sebagai jalur pedestrian. Oleh karena itu, penataan tanaman akan dilakukan secara cermat agar tidak mengganggu fungsi trotoar maupun sistem drainase.

“Kami siap menanam kembali sesuai arahan wali kota dan hasil penilaian tim provinsi,” pungkas Raymond. (YD)


Bagikan Berita
ADVERTISEMENT

Related Posts

Dry Fountain Alun-Alun Malang Rusak Usai Hujan Lebat, DLH Targetkan Beroperasi Pekan Depan

Dry Fountain Alun-Alun Malang Rusak Usai Hujan Lebat, DLH Targetkan Beroperasi Pekan Depan

4 Mei 2026

...

Pemkot Malang Pasang Pagar di Pasar Gadang, Pembeli Tak Bisa Lagi Transaksi di Pinggir Jalan

Pemkot Malang Pasang Pagar di Pasar Gadang, Pembeli Tak Bisa Lagi Transaksi di Pinggir Jalan

2 Mei 2026

...

May Day di Kota Malang Diwarnai Gigs Jalanan, Musik Hardcore-Punk Jadi Medium Perlawanan

May Day di Kota Malang Diwarnai Gigs Jalanan, Musik Hardcore-Punk Jadi Medium Perlawanan

1 Mei 2026

...

Akhir Panjang Kasus Sardo Swalayan, Tiga Tersangka Resmi Ditahan

Akhir Panjang Kasus Sardo Swalayan, Tiga Tersangka Resmi Ditahan

29 April 2026

...

Gudang Rokok di Malang Diduga Dibakar Karyawan, Polisi Ungkap Motif Tutupi Penggelapan Rp7 Miliar

Gudang Rokok di Malang Diduga Dibakar Karyawan, Polisi Ungkap Motif Tutupi Penggelapan Rp7 Miliar

29 April 2026

...

Segera Daftar! Pendaftaran Mudik Gratis Pemkot Malang Dibuka 9 Maret, Sediakan 264 Kursi

Targetkan Retribusi Rp15 Miliar di 2026, Dishub Kota Malang Perketat Pengawasan Karcis Parkir

29 April 2026

...

Kalah Telak dari Persebaya, Kantor Arema FC Dipenuhi Poster Kekecewaan Aremania

Kalah Telak dari Persebaya, Kantor Arema FC Dipenuhi Poster Kekecewaan Aremania

29 April 2026

...

Load More
Next Post
Wali Kota Malang Siapkan Skema Penataan PKL di Kawasan Alun-alun Merdeka

Wali Kota Malang Siapkan Skema Penataan PKL di Kawasan Alun-alun Merdeka

Perkuat Ruang Hijau, DLH Kota Malang Tanam 40 Pohon Tabebuya di Kawasan Suhat

Perkuat Ruang Hijau, DLH Kota Malang Tanam 40 Pohon Tabebuya di Kawasan Suhat

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin