
KOTA MALANG – malangpagi.com
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menanam pohon tabebuya di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) sebagai upaya mengembalikan fungsi penghijauan pascapembangunan saluran drainase. Langkah ini dilakukan menyusul arahan langsung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat untuk menindaklanjuti sorotan masyarakat terkait berkurangnya ruang terbuka hijau di kawasan tersebut.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan bahwa tabebuya dipilih karena memiliki daun lebar serta dinilai cocok dengan kondisi lahan yang tersedia di Suhat.
“Jenis tanaman yang akan kami tanam adalah tabebuya daun lebar. Harapannya bisa memberikan fungsi penghijauan sekaligus memperindah kawasan Jalan Soekarno-Hatta,” ujar Raymond, Kamis (29/1/2026).
Saat ini, DLH Kota Malang bersama tim dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) masih melakukan survei lapangan untuk menentukan titik-titik yang memungkinkan dilakukan penanaman secara langsung.
Raymond menjelaskan, salah satu lokasi yang dinilai potensial ditanam pohon tabebuya berada di sisi barat Suhat, tepatnya di kawasan Politeknik Negeri Malang (Polinema).
“Di area Polinema masih ada ruang tanah yang bisa ditanami, karena masih terdapat lahan tanah yang belum tertutup beton. Untuk titik lainnya, seperti di depan ruko hingga ke arah utara, masih kami lakukan pengecekan,” katanya.
DLH menyiapkan bibit tabebuya dengan tinggi sekitar tiga meter. Jumlah bibit disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan dan diperkirakan bisa mencapai ratusan batang apabila kondisi lahan mendukung.
Selain penanaman langsung di tanah, DLH Kota Malang juga menyiapkan alternatif berupa penggunaan pot berukuran besar. Opsi ini diperuntukkan bagi lokasi yang berada di atas atau berdekatan dengan saluran drainase, agar tidak mengganggu struktur gorong-gorong maupun rencana pembangunan jalur pedestrian.
“Untuk lokasi yang tidak memungkinkan ditanami langsung, kami siapkan pot besar. Namun, jika ada lahan yang memungkinkan penanaman langsung, tentu itu yang kami prioritaskan,” jelasnya.
Rencana penanaman tabebuya ini akan direalisasikan setelah survei dan penilaian lapangan rampung dilakukan oleh tim provinsi. Pemkot Malang berharap langkah tersebut menjadi awal pemulihan kualitas lingkungan di salah satu koridor hijau utama Kota Malang.
“Pada prinsipnya, kami siap menanam kembali sesuai hasil evaluasi di lapangan,” tegas Raymond.
Penentuan titik tanam akan mempertimbangkan kondisi lahan agar tidak mengganggu infrastruktur drainase yang telah dibangun. Salah satu opsi yang dikaji adalah memanfaatkan tanah di sisi gorong-gorong, terutama di area antara deretan ruko yang saat ini masih berupa paving.
“Sejak awal fokus proyek memang pada drainase. Untuk penanaman kembali, konsep awalnya menggunakan pot besar. Namun, jika di lapangan ada lahan yang memungkinkan penanaman langsung, tentu akan kami dahulukan,” ujarnya.
Raymond menegaskan, rencana penghijauan sebenarnya sudah disiapkan sejak awal pembangunan gorong-gorong. Namun, keterbatasan lebar lahan membuat jenis tanaman harus disesuaikan.
“Saat pemasangan gorong-gorong, kami sudah merencanakan lokasi penanaman. Tapi karena lahannya terbatas, kami mencari jenis tanaman yang sesuai,” katanya.
Jika proses pengecekan lapangan selesai sesuai jadwal, penanaman pohon ditargetkan mulai dilakukan pekan ini.
“Rabu ini survei ditargetkan rampung. Jika tidak ada kendala, Kamis atau Jumat sudah mulai penanaman,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan, berdasarkan informasi dari Dinas PU Provinsi Jawa Timur, area di atas gorong-gorong akan difungsikan sebagai jalur pedestrian. Oleh karena itu, penataan tanaman akan dilakukan secara cermat agar tidak mengganggu fungsi trotoar maupun sistem drainase.
“Kami siap menanam kembali sesuai arahan wali kota dan hasil penilaian tim provinsi,” pungkas Raymond. (YD)














