
KOTA MALANG – malangpagi.com
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mulai melakukan penanaman pohon Tabebuya di kawasan Soekarno-Hatta (Suhat) sebagai langkah strategis untuk mengembalikan fungsi ruang terbuka hijau serta meningkatkan kualitas lingkungan.
Penanaman tahap awal dilakukan pada Jumat (30/1/2026) dengan menanam sebanyak 40 pohon Tabebuya di sejumlah titik kawasan tersebut.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program penghijauan jangka panjang di wilayah Suhat.
“Penanaman ini sudah kami lakukan sejak pagi tadi. Untuk tahap awal, ada 40 pohon Tabebuya yang kami tanam,” ujar Raymond, Jumat (30/1/2026).
Ia menjelaskan, secara keseluruhan DLH Kota Malang menargetkan penanaman sekitar 250 pohon Tabebuya di sepanjang kawasan Soekarno-Hatta. Penanaman akan dilakukan secara bertahap di beberapa titik strategis, termasuk di dalam area Politeknik Negeri Malang (Polinema).
“Ini masih tahap awal. Totalnya nanti sekitar 250 pohon. Sisanya akan kami tempatkan di beberapa titik, termasuk di kawasan Polinema,” jelasnya.
Menurut Raymond, penanaman Tabebuya menjadi bentuk komitmen DLH dalam memulihkan kondisi lingkungan Suhat yang sempat terdampak pembangunan saluran drainase.
“Iya, benar. Ini bagian dari upaya kami untuk mengembalikan penghijauan di kawasan Suhat,” katanya.
Ia menyebut, pelaksanaan penanaman pohon dilakukan seiring dengan rencana pembangunan pedestrian yang akan dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).
“Kami mulai menanam dari Jembatan Suhat sampai Polinema, kemudian dari ruko seberang Taman Krida Budaya hingga ke RSUB. Sambil menunggu pembangunan pedestrian, kami tetap berupaya memperindah lingkungan di sekitar lokasi,” ungkapnya.
Raymond menilai, kondisi kawasan Suhat saat ini sudah cukup baik dengan keberadaan pepohonan di median jalan. Namun, pasca pembangunan drainase, pihaknya menambah jenis tanaman berdaun lebar seperti Tabebuya untuk memperkuat fungsi ekologis kawasan.
“Sebetulnya Suhat sudah cukup baik karena ada pohon di tengah. Namun setelah pembangunan drainase, kami tambahkan Tabebuya yang berdaun lebar. Daunnya bagus, dan saat berbunga warnanya juga seragam,” ujarnya.
Ia berharap, penanaman Tabebuya mampu meningkatkan kualitas udara, menambah kadar oksigen, serta memperkuat daya resap air di kawasan tersebut.
“Selain memperindah kawasan dan meningkatkan kadar oksigen, Tabebuya juga memiliki daya serap air yang cukup baik. Sistem perakarannya sesuai dengan kondisi lahan di lokasi,” pungkas Raymond. (YD)














