
KOTA MALANG – malangpagi.com
Pembongkaran lapak pedagang di sepanjang jalan Pasar Gadang, Kota Malang akhirnya mulai dilakukan. Langkah ini menandai dimulainya proyek perbaikan sekaligus pelebaran jalan di kawasan tersebut.
Berdasarkan pantauan pada Rabu (28/4/2026), para pedagang yang sebelumnya menempati pinggir jalan telah berpindah ke lokasi relokasi di dalam pasar. Barang dagangan mereka sudah tertata di tempat baru, sementara lapak lama di tepi jalan mulai diratakan.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memastikan bahwa proses relokasi pedagang telah rampung sepenuhnya. Saat ini, pemerintah fokus membantu pembongkaran lapak agar proyek pembangunan bisa segera berjalan.
“Semua mereka sudah pindah. Dagangannya sudah masuk semua. Hari ini kita tinggal pembongkaran. Jadi proses pindah itu sebenarnya sudah selesai, tinggal kita bantu untuk bongkar,” ujar Wahyu.
Ia menjelaskan, pembongkaran dilakukan hingga seluruh area bersih dan rata dengan jalan, termasuk hingga ke titik dekat jembatan. Proses ini menggunakan alat berat berupa ekskavator agar pengerjaan lebih cepat.
“Hari ini kita selesaikan sampai ke pojok sana dengan ekskavator. Insyaallah besok sudah rata sampai jembatan hingga perempatan,” terangnya.
Sebanyak 1.200 pedagang direlokasi ke dalam pasar setelah puluhan tahun berjualan di kawasan tersebut. Wahyu menyebut, rata-rata pedagang telah menempati lokasi lama selama sekitar 35 tahun.
“Sudah 35 tahun mereka berjualan di sana. Bahkan ada yang bilang, baru di masa saya ini bisa terealisasi penataan seperti ini,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, para pedagang juga menggelar syukuran sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran relokasi dan tersedianya tempat baru untuk berjualan.
“Mereka hanya ingin syukuran sebagai ungkapan terima kasih karena sudah difasilitasi. Ini juga bagian dari budaya Jawa, sekaligus harapan agar semua yang dilakukan mendapat rida Allah SWT,” jelasnya.
Sementara itu, proses tender proyek pelebaran jalan Pasar Gadang telah berjalan. Pemerintah Kota Malang menargetkan pengerjaan fisik dimulai pada pekan keempat Mei 2026.
“Proses tender sudah dimulai. Insyaallah minggu keempat Mei pekerjaan fisik sudah mulai berjalan,” katanya.
Adapun anggaran proyek tetap sebesar Rp14,9 miliar. Meski tidak ada perubahan nilai, dilakukan penyesuaian desain untuk mencegah kembalinya pedagang kaki lima di pinggir jalan.
Pemkot Malang berencana memasang pagar pembatas yang lebih tinggi, dilengkapi tanaman serta ruang pemisah, sehingga kendaraan tidak dapat berhenti langsung di tepi jalan untuk bertransaksi.
“Dengan adanya pembatas ini, tidak ada lagi kesempatan bagi pembeli dari kendaraan untuk berhenti dan bertransaksi di pinggir jalan, begitu juga dengan penjualnya,” pungkas Wahyu. (YD)












